Showing posts with label Menpora. Show all posts
Showing posts with label Menpora. Show all posts

Sunday, 25 February 2024

Bamsoet Gandeng Menpora Resmikan P1 Digital Motorsport



Kabar Ngetren/Jakarta - Pada Minggu. 25/2/2024. Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo secara resmi membuka P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage. Sebuah kolaborasi IMI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk menghadirkan wadah pendidikan dan pembibitan kepada para pembalap maupun masyarakat umum agar bisa lebih mengenal dan memulai balapan maupun safety driving and safety riding melalui simulator.

"Grand opening P1 Digital Motorsport juga ditandai dengan pemberian hadiah dan penghargaan kepada para pemenang P1 Digital Motorsport Grand Opening Tournament 2024 yang diadakan sejak 17-22 Februari 2024. Para pembalap harus bisa menaklukan Pertamina Mandalika International Street Circuit secara virtual menggunakan simulator untuk memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah. Juara 1 kelas Novice diraih Muhammad Razzan Putra, Juara I kelas Non Seeded diraih Gery Kurniawan Sahabu, serta Juara 1 kelas Seeded diraih Andhika". Sebut Bamsoet usai meresmikan P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage.

Turut hadir antara lain, Wakil Ketua Umum IT dan Digital IMI Pusat Tengku Irvan Bahran, Direktur Operasional Black Stone Garage Iman Santoso, Manager Marketing Communication Black Stone Garage Saras Shintya Soesatyo, dan Ketua Volkswagen Indonesia Association Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini memaparkan, P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage mempersiapkan 12 simulator balap dengan spesifikasi high end. Seperti direct drive wheel bases and pedal hidraulik dari Simagic, guna mendapatkan pengalaman balap yang mendekati mobil aslinya. Kecanggihan perangkat P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage ini akan membuat penggunanya merasakan balapan yang hampir serupa dengan balapan real. Sesuai dengan tagline, Your Racing World Starts Here.



"P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage didirikan tidak hanya mengakomodir para penghobi balap virtual profesional, melainkan juga mereka yang tertarik untuk mengenal dunia balap melalui simulator. Simulator balap telah menjadi salah satu metode pembelajaran yang populer bagi para calon pembalap dan penggemar balap. Kedepannya, diharapkan mampu mencetak para pembalap muda di kalangan sim racer". Ungkap Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila serta Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, selain menyewakan simulator kepada masyarakat umum, P1 Digital Motorsport di Black Stone Garage juga membuka Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI). Para siswa ADMI akan di coaching oleh para racer yang ahli di bidangnya, baik sim racer atau pembalap professional.

"Sebagai bentuk keseriusan, P1 Digital Motorsport menggandeng mentor yang berasal dari kalangan pembalap nasional dengan segudang prestasi. Salah satunya Alvin Bahar, pembalap yang telah mencatatkan 11 kali juara nasional ISSOM". Tutup Bamsoet. eFHa.

Friday, 29 September 2023

M. Nurulloh Ketum PWDPI Meminta Presiden Jokowi Widodo Copot Menpora Dito Ariotedjo

M. Nurulloh Ketum PWDPI

Kabar Ngetren/Jakarta - Ketum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, minta kepada presiden Joko Widodo agar mencopot Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo dari jabatannya.

Hal ini dikatakan Ketum PWDPI, Nurullah mengingat beredar pemberitaan dan terbongkar dipersidangan jika Menpora Dito Ariotedjo diduga kuat menerima suap dari kasus korupsi di kementrian Kominfo terkait pengadaan BTS senilai Rp27 miliar.

"Saya minta kepada presiden Jokowi agar secepatnya mencopot Mentri Kominfo Dito Ariotedjo dari jabatannya. Pasalnya terungkap dipersidangan menpora diduga kuat ikut menerima suap senilai Rp27 miliar atas keterangan saksi mahkota. Beliau adalah tokoh pablik dan ini tidak mencerminkan seorang pemimpin yang mana Pemerintah sedang gencar-gencarnya berupaya memberantas korupsi,"tegas Ketum PWDPI pada Jum'at (29/9/2023).

Terpisah, berita sebelumnya telah diturunkan jika Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat (DPP PWDPI) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) minta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dan jangan ada yang ditutup-tutupi terkait dugaan kasus korupsi pada Kementrian Kominfo RI pengadaan menara base transceiver station (BTS) total Rp 17 triliun.

"Saya minta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam penegakan hukum dugaan kasus korupsi proyek BTS Rp.17 Triliun. Dalam fakta dipersidangan bannyak oknum pejabat tinggi dan pengusaha terlibat dalam kasus tersebut,"tegas Ketum PWDPI, M.Nurullah RS saat dimintai tanggapan pada, Kamis (28/9/2023).

Ketum PWDPI menjelaskan dalam fakta di persidangan terungkap aliran dana korupsi BTS juga diduga mengalir pada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo senilai Rp 17 miliar untuk menutup perkara

"Meski marak dalam pemberitaan yang senilai Rp27 miliar sudah dikembalikan namun siapapun dia proses hukum tetap harus ditegakkan. Maling ayam saja meski dikembalikan tetap sipencuri ditahan, masa uang sebesar ini tidak ditahan," ujar Nurullah.

Apa lagi, masih kata Ketum PWDPI terungkap dalam persidangan diduga pihak BPK RI juga menerima aliran dana korupsi BTS mencapai 60 miliar lebih 

"Ini juga bisa menjadi pintu masuk membongkar kasus korupsi di tubuh BPK-RI. Jangan-jangan selama ini pemeriksaan BPK syarakat dengan permainan, mengingat bannyak Gubernur dan Bupati dengan kinerja buruk dan tersandung kasus korupsi diberikan WTP," ujar Nurullah.

Bila perlu, kata Nurullah para oknum elit partai yang terlibat menerima aliran kasus proyek pengadaan BTS juga harus diproses hukum yang berlaku, dan jangan tebang pilih.

"Jika negara kita ingin terbebas korupsi jangan sampai tebang pilih dalam penegakkan hukum dinegara kita. Kami semua anggota dan pengurus PWDPI mendukung sepenuhnya pihak KPK, Kajagung dan terkait dalam melakukann upaya pemberantasan tidak pidana korupsi dinegara kita," imbuhnya.

Terpisah, seperti dilansir dari laman Kompas com, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo membantah menerima aliran dana Rp17 miliar. Menpora mengatakan, ia tak tahu soal uang sebesar Rp 27 miliar yang diserahkannya oleh Maqdir Ismail ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (13/7/2023) hari ini.

Diketahui, Maqdir Ismail merupakan pengacara salah satu terdakwa dalam kasus pengadaan menara base transceiver station (BTS) 4G, Irwan Hermawan.

Saya enggak tahu-menahu. Dari awal sudah begitu (dikaitkan) dan kita sudah dalam proses resmi (mengklarifikasi)," ujar Dito Ariotedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Dito kemudian kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menerima uang sebesar Rp 27 miliar.

"Enggak, kan kita sudah klarifikasi dan proses resmi," kata Dito Ariotedjo.

Saat ditanya apakah dia sudah mengembalikan uang yang diduga diterima, Dito Ariotedjo kembali menjawab tidak tahu-menahu.

"Tidak tahu-menahu," ujarnya sambil berlalu.

Diberitakan sebelumnya, pengacara salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G Irwan Hermawan, Maqdir Ismail membawa uang Rp 27 miliar ke Kejagung pada Kamis ini.

Pantauan Kompas.com, Maqdir Ismail beserta timnya tiba di Kejagung pukul 10.14 WIB. Uang yang dibawa sebesar 1,8 juta dollar Amerika Serikat (AS) yang nilainya setara dengan Rp 27 miliar.

Maqdir Ismail memang dipanggil oleh Kejagung untuk dimintai keterangan mengenai adanya pihak yang mengembalikan uang Rp 27 miliar.

Hal ini dilakukan setelah Maqdir mengungkapkan kepada media perihal adanya pihak swasta yang mengembalikan uang senilai Rp 27 miliar dalam bentuk dollar AS ke kantornya.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik juga meminta Maqdir Ismail untuk membawa uang senilai Rp 27 miliar yang disebut dikembalikan kepadanya.

Kejagung diketahui pernah memeriksa Menpora Dito Ariotedjo sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi proyek BTS 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Dilansir pemberitaan Kompas.id, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, pemanggilan Dito Ariotedjo tersebut diduga terkait dengan keterangan salah seorang tersangka, yakni Irwan Hermawan, yang menyebut dugaan adanya aliran uang dari proyek tersebut ke beberapa pihak, termasuk Dito Ariotedjo.

Menurut keterangan Irwan di berita acara pemeriksaan, terdapat aliran dana kepada Dito Ariotedjo antara November-Desember 2022 dengan total Rp 27 miliar.(Tim/*).

Wednesday, 27 September 2023

Bola Panas Kasus Korupsi BTS, Menpora, Komisi I DPR RI Hingga BPK RI Diduga Terlibat

Bola Panas Kasus Korupsi BTS, Menpora, Komisi I DPR RI Hingga BPK RI Diduga Terlibat
Bola Panas Kasus Korupsi BTS, Menpora, Komisi I DPR RI Hingga BPK RI Diduga Terlibat 

Kabarngetren/Jakarta - Persidangan lanjutan Kasus Korupsi BTS 4G telah dilakukan Selasa. 26/9/2023. Masyarakat kembali dihebohkan dari Kasus Korupsi BTS 4G yang melibatkan Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate.


Dalam Persidangan Selasa Kemarin. Saksi, Irwan Hermawan, menjelaskan, bahwa ada Aliran Dana 70 Milyar untuk Nistra, salah Satu Anggota Komisi I DPR RI. 


"Belakangan saya ketahui dia (Nistra) adalah Orang Politik, Staf dari Anggota DPR". Ucap Irwan.


Irwan menjelaskan, dirinya memberikan Uang sebesar Rp. 35 Milyar sebanyak 2 Kali kepada Nistra. Adapun Total Aliran Duit Haram ke Komisi I DPR ditaksir mencapai Rp. 70 Milyar.


Selain Nistra, Saksi lain, Windi Purnama, menjelaskan, bahwa dirinya memberikan Uang secara langsung kepada Orang yang Terindentifikasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Uang diberikan Nindi kepada Orang tersebut yang lambat laun diketahui dan dijelaskan di dalam Persidangan yakni bernama Sadikin.


Windi mengatakan, Penyerahan Dana itu merupakan Perintah dari Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Achmad Latif.


"Ada Dana yang disalurkan ke BPK dan itu diberikan oleh melalui Perintah Pak Anang sebanyak 40 Milyar rupiah". Ujarnya.


Selain 2 Nama tersebut, Masyarakat kembali dihebohkan atas Nama Dito Ariotedjo, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).


Nama Dito sendiri sempat muncul kepermukaan dikarenakan para Tersangka Kasus Korupsi BTS mulai membongkar Nama siapa saja yang Terlibat dalam Pengadaan Korupsi BTS tersebut. Dito sempat diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Awal Bulan Juli Tahun 2023 lalu.


Dan saat itu, Dito menjelaskan kepada Awak Media bahwa dia tidak mengetahui Uang Rp. 27 Milyar tersebut. Dan juga tidak mengetahui Pengembalian Dana Rp. 27 Milyar ke Kejagung pada saat itu.


Muncul kembalinya Nama Dito, dari Saksi Mahkota sekaligus Terdakwa Kasus Korupsi BTS, Irwan Hermawan. Irwan mengakui bahwa ada Uang Rp. 27 Milyar kepada Dito Ariotedjo yang saat ini menjadi Menpora.


Irwan sempat ditanya oleh Hakim, Fahzal.

"Dito apa, Pak? Dito tuh Macam-macam". cecar Hakim.


"Belakangan saya ketahui namanya Dito Ariotedjo". Jawab Irwan.


Dan dari pertanyaan Hakim pun Terungkap bahwa Irwan pernah bertemu Dito Ariotedjo di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.


Gempar kembalinya nama Dito, dan Aliran Dana yang mengalir ke berbagai Instansi. Warganet, sampai mencari Satu persatu Nama yang disebutkan. Bahkan tak jarang yang mengatakan bahwa Nistra yang dimaksud Saksi ialah salah Satu Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Gerindra.


Dan selain itu, Warganet juga ada yang berharap Pengulangan Pemeriksaan terhadap Dito Ariotedjo oleh Hakim dan Jaksa Terkait kebenaran Informasi yang disampaikan oleh Saksi Mahkota sekaligus terdakwa, Irwan Hermawan. Masyarakat berharap Hakim terus mencecar Nama yang terlibat lebih jauh kembali. Karena Johny juga pernah menyampaikan Nama termasuk Nama Presiden RI di Sidang Pledoi yang dilakukan Johnny beberapa waktu lalu. Maulana Yusuf.

Trending