Showing posts with label Kegiatan Warga. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan Warga. Show all posts

Friday, 17 October 2025

Aksi Berburu Tupai di Bulukerto Wonogiri, Medannya Ekstrem Tapi Hasilnya Bikin Puas!



Bulukerto, Wonogiri — Sore itu suasana di kebun belakang pemukiman warga Bulukerto tampak berbeda dari biasanya. Dua pemuda terlihat memanggul senapan angin, menelusuri semak dan pohon tinggi dengan langkah pelan namun penuh semangat. Mereka adalah duo pemburu bajing atau tupai yang sedang mencoba peruntungan di tengah alam Wonogiri yang masih asri.

Salah satu dari mereka, yang akrab disapa Mas Tri, tampak fokus membidik target di antara rimbunnya daun. Dengan gaya sigap dan tatapan tajam, ia mengarahkan senapan ke arah ranting pohon tempat seekor tupai terlihat berlari cepat. Dalam sekejap, suara tembakan senapan pun memecah keheningan sore.

“Kalau berburu bajing itu harus sabar dan jeli. Mereka sangat lincah, bisa berpindah pohon dalam hitungan detik,” ujar Mas Tri.

Berburu tupai atau bajing di wilayah pedesaan memang masih menjadi kegiatan yang digemari sebagian warga, terutama untuk hiburan dan mengasah keterampilan menembak. Selain itu, hasil buruan kadang dijadikan lauk khas pedesaan yang digoreng garing atau dibakar di atas bara api, menambah keakraban di antara warga kampung.

  

Namun, kegiatan ini bukan tanpa tantangan. Medan yang curam, semak lebat, dan licin membuat para pemburu harus berhati-hati dalam melangkah. Belum lagi, tupai dikenal sangat cerdik dan agresif, sering kali bersembunyi di balik dahan tinggi yang sulit dijangkau.

“Kadang kita udah jalan jauh, tapi gak dapet apa-apa. Tapi begitu dapet satu, rasa capeknya langsung hilang,” tambah rekan Mas Tri.

Setelah hampir dua jam berkeliling kebun, mereka akhirnya berhasil mendapatkan lima ekor tupai. Jumlah yang cukup memuaskan mengingat medan yang sulit dan pergerakan hewan yang super cepat.

Selain sebagai hobi, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan antarwarga. Banyak warga Bulukerto yang memanfaatkan waktu sore untuk berburu atau sekadar menonton dari kejauhan sambil bercengkerama.

Meski begitu, para pemburu lokal tetap mengingatkan agar kegiatan berburu dilakukan secara bijak. “Kita hanya berburu secukupnya, jangan berlebihan. Kita tetap jaga keseimbangan alam,” tutup Mas Tri.

Aksi berburu di Bulukerto Wonogiri ini menjadi gambaran seru kehidupan masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nuansa alam. Selain menantang, kegiatan seperti ini juga mempererat hubungan antarwarga dan mengajarkan pentingnya menghormati alam sekitar.

Sunday, 17 August 2025

Haul Akbar dan Peringatan HUT RI di Babelan, Warga RT 009 RW 002 Gelar Acara Meriah

Haul Akbar dan Peringatan HUT RI di Babelan, Warga RT 009 RW 002 Gelar Acara Meriah

Bekasi – Warga RT 009 RW 002 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar acara Haul Akbar sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu malam, 16 Agustus 2025.


Acara ini berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan seluruh warga sekitar. Tidak hanya sebagai ajang doa bersama dalam rangka haul, tetapi juga menjadi momen syukur menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.


Turut hadir tokoh masyarakat setempat, Bapak Amil Agus Buchori, yang memberikan wejangan seputar pentingnya menjaga silaturahmi antarwarga. Hadir pula Ketua RT 009, Bapak Wahyu Indri Yasto, yang mendukung penuh jalannya acara.


Haul Akbar dan Peringatan HUT RI di Babelan, Warga RT 009 RW 002 Gelar Acara Meriah


Sebagai ketua panitia, Bapak Hernawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerja sama seluruh warga. Mulai dari persiapan tempat, konsumsi, hingga rangkaian doa bersama dikerjakan secara gotong-royong.


Malam itu, suasana makin meriah dengan adanya dekorasi bernuansa merah putih, simbol semangat kemerdekaan yang tetap berkobar di hati masyarakat Babelan. Selain itu, warga juga saling berbagi cerita dan kebahagiaan, mencerminkan persatuan dan kekompakan.


Acara haul akbar sekaligus peringatan HUT RI ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahunnya, sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus wujud rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia. (Dawi/D-Nss).

Trending