Showing posts with label silaturahim. Show all posts
Showing posts with label silaturahim. Show all posts

Sunday, 30 April 2023

Nilai-Nilai Kerukunan dan Saling Berbagi dalam Tradisi Lebaran Ketupat di Banyumas



Kabar Ngetren/Banyumas – Warga muslim di Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merayakan tradisi Lebaran Ketupat satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. 


Tradisi ini tidak hanya sekadar makan ketupat, tetapi juga sebagai momen untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan kesalahan antar sesama.


Pengurus Mushola Al-Ishlah di kelurahan Karanglewas Lor, Ustadz Asron, menjelaskan bahwa warga dan jamaah mushola menggelar tradisi Lebaran Ketupat dengan membuat ketupat dan lepet bersama-sama yang kemudian dibawa ke mushola. 


Mereka menjalankan puasa Ramadan, kemudian melanjutkan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah dan berpuasa Syawal selama enam hari bersama anggota keluarga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan mengirim doa kepada para leluhur, serta menjalin silaturahim antar warga dan bermaaf-maafan.


Sebelumnya, Ketua takmir mushola Al-Ishlah, H. Edy Prayitno, mengatakan bahwa tradisi Lebaran Ketupat dimulai dengan sholat subuh berjamaah, dzikir singkat, doa subuh, kultum oleh KH. Tolhah Mansur, doa selesai melaksanakan puasa Syawal, dan dilanjutkan dengan makan ketupat dan lepet bersama-sama di mushola. 


Warga yang hadir dalam acara ini juga menyisihkan 2 buah ketupat dan lepet masing-masing untuk diserahkan kepada Imam mushola dan dibagikan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan takmir mushola.


Salah satu tokoh, H. Moelyono, menambahkan bahwa tahun ini acara Lebaran Ketupat lebih meriah karena banyak warga yang pulang kampung. 


Tradisi Lebaran Ketupat ini merupakan tradisi turun temurun yang patut dilestarikan karena memiliki nilai-nilai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta, kirim doa untuk para leluhur, nilai kerukunan, serta nilai saling berbagi antar sesama muslim. ((Slh,DJ, eFHa)

Friday, 28 April 2023

Merawat Tradisi dan Hubungan Emosional dengan Ulama Sepuh Melalui Silaturahim JPZISNU Beres



Kabar Ngetren/Banyumas -  Banyak agenda penting dilakukan Pengurus Harian (PH) dan Petugas Lapangan (PL) Jaring Pengelola Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (JPZIS) NU Care-LAZISNU Berkah Remen Silaturrahmi (BERES) Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah pada momen Idul Fitri, tradisi berkunjung, sowan silaturrahmi halal bihalal sungkeman mulai berkunjung ke sanak family sampai sowan ke para kiai dan ulama alim, yang ada di wilayah Purwokerto Barat khususnya dan wilayah Kabupaten Banyumas pada umumnya


Hal itu diwujudkan, dalam akhir minggu pertama syawal, PH PL JPZISNU Beres halalbihalal ke sejumlah kiai, ulama alim dan sepuh di Purwokerto Barat seperti, KH Zainurrokhman Rohily RH Al Hafidz yang usianya kini 85 tahun lebih, Drs. KH. Mughni Labib, M.SI., KH. M. Ali Sodikin, Kiai Ahmad Mustofa, Selain itu, rombongan juga berkunjung sejumlah pengusaha muda, para aktivis seni budaya dan media serta tokoh penting lainnya yang dimulai dari tanggal 6 Syawal 1.444 Hijriah, (27/04/2023).


Ketua JPZISNU Beres, Ustadz Daryanto menyampaikan silaturahim dilakukan sebagai upaya merawat tradisi dan menjaga hubungan emosional struktural dan kultural dengan para ulama sepuh tersebut. Para ulama sepuh telah banyak berjasa besar bagi bangsa Indonesia umumnya dan perjalanan JPZISNU Beres dalam berhikmad kepada NU, katanya.


Selamat Hari Raya Idul Fitri “Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin teriring doa Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim”. kata doa pembuka Ustadz Daryanto., disetiap silaturrahmi hari ini.


“Silaturahmi seperti ini patut dilestarikan dan harus dijaga oleh semua elemen masyarakat. Ini salah satu bentuk tawaduk kami serta menjadi budaya positif untuk menghargai jasa para kiai," tutur Ustadz Daryanto saat berkunjung di kediaman Si Mbah KH Zainurrokhman Rohily RH Al Hafidz, Drs. KH. Mughni Labib, M.SI., dan kediaman Si Mbah KH. M. Ali Sodikin.


Menurut Drs. KH. Mughni Labib, M.SI., juga kesepuhan pemerhati JPZISNU Beres, banyak hal positif yang didapat dari silaturahmi seperti, keteladan dan nasihat didapatkan juga jadi amaliah ibadah bersama, katanya


"Saya doakan semoga semua aktifitas JPZISNU Beres senantiasa mendapatkan ridlo Allah SWT, dan menjadi jihadnya panjenengan semua dengan pahala yang melebihi paha soleh dan solehah, bahagia selamat dunia akhirat, aamiin", doanya Drs. KH. Mughni Labib, M.SI.,


Dikesempatan itu Menurut Si Mbah KH. M. Ali Sodikin, menambahkan, generasi sekarang sudah sepatutnya menghormati dan menghargai jasa ulama alim. Mereka merupakan orang tua sekaligus guru. Menurutnya, orang besar adalah orang yang menghargai jasa para kiai dan jasa para ulama alim.


"Ini tradisi bagus yang harus dikembangkan serta dijaga oleh generasi muda, jadilah pemaaf dan anjurkanlah sesama untuk terus berbuat baik, bekerjasama, tolong menolong dalam kebaikan, saling bersilaturrahmi dan mendo'akan, saling menyemangati untuk terus berhikmad kepada NU walau melalui aktifitas JPZISNU Beres," ungkap Si Mbah KH. M. Ali Sodikin


Sebelumnya Si Mbah KH Zainurrokhman Rohily RH Al Hafidz, menegaskan silaturahim ke Kiai, ke ulama alim, bentuk sikap tawaduk kepada ulama. Kegiatan bagus, kegiatan mulia dan kegiatan positif seperti ini harus dijunjung tinggi, harus dijaga dan dirawat, jangan pernah bosan apalagi berhenti bersilaturrahmi, katanya


"Mengingkari proses seperti ini, mengakibatkan berkurangnya sikap tawaduk kepada ulama, dan bisa hilangannya jejak sejarah. Padahal sikap tawaduk kepada ulama dan jejak sejarah memiliki nilai penting yang harus dilestarikan, tradisi sowan silaturahmi halal bi halal sungkeman juga merupakan budaya asli Indonesia tak hanya sekadar silaturahim dan saling memaafkan." pungkas Si Mbah KH Zainurrokhman Rohily RH Al Hafidz. (Slh,Dj, eFHa)

Trending