Showing posts with label Longsor Kebumen. Show all posts
Showing posts with label Longsor Kebumen. Show all posts

Friday, 26 December 2025

Tebing Longsor di Sempor Kebumen, Dua Rumah Warga Terdampak


Kabar Ngetren/Kebumen — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, pada Kamis malam, (25/12/2025), mengakibatkan tebing di belakang rumah warga Desa Donorojo longsor. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan berdampak pada dua rumah warga di Dukuh Ketileng, RT 003/RW 001.


Polres Kebumen melalui Polsek Sempor langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari perangkat Desa Donorojo. 


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.


"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Longsor disebabkan intensitas hujan tinggi di wilayah tersebut," jelas Kompol Faris Budiman, Jumat, (26/12/2025).



Tebing di belakang rumah warga dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter mengalami longsor karena kondisi tanah yang labil dan tidak mampu menahan resapan air hujan.


Longsoran tersebut berasal dari belakang rumah Suwandi, 70 tahun, seorang petani setempat. Material longsor kemudian berdampak pada rumah Santari Sardin, 82 tahun, yang berada di bawahnya. 


Akibat kejadian itu, kaca jendela rumah Santari pecah tertimpa sebagian material longsor.


Kapolsek Sempor AKP Wiyono bersama anggota, perangkat Desa Donorojo, relawan Destana, serta warga setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan koordinasi lanjutan. 


Polisi juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada mengingat wilayah Sempor termasuk daerah rawan longsor.


Sebagai langkah awal mitigasi, terpal dipasang di atas lokasi longsoran untuk mencegah longsor susulan. Rencananya, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga akan melaksanakan kerja bakti bersama pada Sabtu, (27/12/2025), guna membersihkan material longsor dan memperkuat area terdampak.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Monday, 1 December 2025

Tanah Longsor Terjadi di Giyanti Rowokele, Polisi dan Warga Lakukan Penanganan Awal


Kabar Ngetren/Kebumen — Tanah longsor terjadi di Dukuh Lurakarsa, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, pada Jumat siang, (28/11/2025). 


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.


“Setelah menerima laporan, petugas kami langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga untuk penanganan awal,” ujar Kompol Faris Budiman.



Longsor terjadi di sisi rumah milik Suminem, 65 tahun, warga RT 08 RW 06 Dukuh Lurakarsa. Material tanah turun dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 6 meter. Jarak guguran tanah dengan bangunan rumah hanya sekitar tiga meter. 


“Meski dekat dengan rumah, tidak ada kerusakan struktur maupun korban. Namun warga kami minta untuk tetap berhati-hati,” kata Kompol Faris.


Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 04.00 WIB diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah di wilayah perbukitan tersebut. Dua warga setempat, Watini dan Kodrat Basuki, menjadi saksi awal kejadian sebelum melaporkannya kepada perangkat desa.


Petugas gabungan terdiri dari Kapolsek Rowokele AKP Mariman, Kanit Intelkam Aiptu Sugandi, Ka SPKT II Aiptu Lugiman, Bhabinkamtibmas Bripka Mugiyono, Destana Giyanti, serta Kepala Wilayah Dukuh Lurakarsa, turut membantu pembersihan material dan memastikan area sekitar tetap aman.



Kompol Faris menambahkan, langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memantau potensi longsor susulan. 


“Wilayah ini memiliki kemiringan tanah cukup curam sehingga perlu kewaspadaan lebih, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.


Polres Kebumen mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga diminta segera melaporkan retakan tanah, pergeseran struktur, atau tanda alam lain yang berpotensi menjadi longsor. Hindari beraktivitas di area rawan saat hujan deras, dan pastikan akses evakuasi tetap terbuka.


“Keselamatan warga adalah prioritas. Laporkan segera bila melihat tanda bahaya. Kepolisian bersama instansi terkait siap membantu,” Kompol Faris Budiman menandaskan. 


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Tuesday, 25 November 2025

Polsek Jajaran Polres Kebumen Sisir Sejumlah Lokasi Longsor, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


Kabar Ngetren/Kebumen — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen sejak Minggu malam, (23/11/2025), memicu serangkaian peristiwa longsor di sejumlah kecamatan. Polres Kebumen melalui Polsek jajaran bergerak cepat mendatangi berbagai titik terdampak, melakukan pengecekan, hingga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BPBD untuk upaya penanganan awal.


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir membuat struktur tanah di beberapa wilayah labil. 


“Kami menerima laporan beruntun dari masyarakat sejak dini hari. Polsek jajaran langsung turun, memastikan situasi aman dan melakukan tindakan awal yang dibutuhkan,” ujarnya, Selasa, (25/11/2025).



Di Kecamatan Alian, talud sungai di Dukuh Wanasara, Desa Kemangguan, longsor sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian dua meter. Peristiwa yang terjadi Minggu malam itu dilaporkan ke Polsek Alian pada Senin pagi. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp18 juta. Petugas memasang terpal darurat, untuk menghindari longsor susulan. 


Masih di Kecamatan Alian, talud pondasi rumah warga di Dukuh Tinatah, Desa Wonokromo, roboh sepanjang 12 meter. Meski tidak menimbulkan korban, kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta. Polsek Alian bersama Koramil, BPBD, dan perangkat desa membantu pemasangan pembatas sementara serta memberikan imbauan kepada pemilik rumah agar mengungsi sementara jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Longsor juga melanda Kecamatan Karanggayam. Talud penahan tebing SDN Glontor di Desa Giritirto ambruk setelah hujan semalaman, Senin subuh. Meski material sempat mengenai tembok rumah warga, tidak ada kerusakan berarti. Kerugian pada talud sekolah mencapai puluhan juta Rupiah. Polsek Karanggayam segera melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan untuk penanganan lanjutan sekaligus memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung aman.



Masih di Karanggayam, bahu jalan penghubung Kabupaten Kebumen–Banjarnegara di Dukuh Kalipranji longsor dengan kedalaman hingga 12 meter. Jalan hanya dapat dilalui separuh badan sehingga petugas memasang rambu peringatan rawan longsor. Talud penahan pagar SDN 3 Giritirto di Dukuh Tedunan juga runtuh dan menimpa area Mushola Al Mutaqin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Di Kecamatan Sadang, dua rumah warga di Dukuh Gentan dan Banjaran rusak setelah tertimpa longsoran tanah sekitar pukul 23.30 WIB. Pemilik rumah sempat mendengar suara gemuruh dari belakang bangunan sebelum tanah runtuh menghantam dinding samping. Warga kemudian mengungsi ke rumah tetangga untuk menghindari longsor susulan.


Kompol Faris Budiman menegaskan seluruh laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti. Polsek jajaran telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, hingga memastikan lokasi sudah dipasangi tanda bahaya. 


“Cuaca ekstrem masih mungkin berlanjut. Kami meminta warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, atau lereng curam untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.


Ia juga menyisipkan pesan kamtibmas agar masyarakat segera melapor ke Polsek terdekat bila melihat tanda-tanda pergeseran tanah, retakan baru, atau aliran air yang berubah. 


“Keselamatan adalah prioritas. Segera cari tempat aman bila hujan turun deras dalam waktu lama. Jangan menunggu hingga situasi memburuk,” kata Faris.


Polres Kebumen memastikan pemantauan terus dilakukan, serta bekerja sama dengan BPBD, Koramil, perangkat desa, dan relawan setempat. 


“Upaya penanganan dini dapat mencegah korban. Kolaborasi masyarakat sangat penting,” ujarnya.


Hingga Selasa siang, seluruh titik longsor telah ditangani sementara dan tetap dalam pengawasan. Petugas mengimbau pengguna jalan terutama di jalur pegunungan agar mengurangi kecepatan dan memperhatikan tanda-tanda rawan longsor di sepanjang rute.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Trending