Showing posts with label remaja. Show all posts
Showing posts with label remaja. Show all posts

Tuesday, 4 July 2023

Anak di Bawah Umur Kecelakaan dengan Truk Mengalami Luka

Anak di Bawah Umur Kecelakaan dengan Truk

Kabar Ngetren/Purbalingga - Kecelakaan terjadi di jalan raya Desa Panican, Kemangkon, Purbalingga, pada Senin malam. Sepeda motor yang dikendarai oleh dua anak di bawah umur menabrak truk.

Menurut Kapolsek Kemangkon, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan truk. Kedua pengendara sepeda motor, U (15) dan B (15), mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan pengendara motor mengalami luka robek pada pelipis kanan, sementara pembonceng mengalami fraktur pada lutut kiri. Pengemudi truk tidak mengalami luka.

Saksi-saksi di tempat kejadian mengatakan kecelakaan terjadi ketika truk berbelok ke kanan dari jalur utama, sedangkan sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak truk yang akan berbelok.

Kapolsek menyerahkan penanganan kasus ke Unit Gakkum Satlantas Polres Purbalingga. Kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan sebagai barang bukti.

Polres Purbalingga mengimbau orang tua untuk tidak memperbolehkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor sendiri, karena melanggar aturan lalu lintas dan dapat membahayakan. (SNT)

Thursday, 6 April 2023

Polres Purbalingga Lakukan Pembinaan Psikologi dan Agama terhadap Remaja Pelaku Perang Sarung



Kabar Ngetren/Purbalingga - Pada Kamis (6/4/2023) siang, Polres Purbalingga memberikan pembinaan kepada puluhan remaja pelaku perang sarung yang diamankan Polsek Bukateja. 


Kegiatan tersebut dilakukan di Mapolsek Bukateja dan dihadiri oleh Tim Konselor Psikologi Polres Purbalingga yang dipimpin oleh Iptu Teguh Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, beserta anggota. 


Jumlah pelaku perang sarung yang mendapat pembinaan sebanyak 52 orang, dan juga hadir para orang tua mereka.



Iptu Teguh Susilo menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan langkah pembinaan terhadap remaja yang terlibat perang sarung di wilayah Kecamatan Bukateja. 


Pendekatan psikologi dilakukan melalui terapi berpikir positif agar para remaja bisa menghindari pikiran negatif dan perilaku negatif. Selain itu, pembinaan juga dilakukan melalui pendekatan keagamaan dan melibatkan para orang tua.


Diharapkan dengan upaya yang dilakukan, para remaja tersebut bisa berperilaku lebih baik, tidak mengulangi perbuatannya, selalu berpikir positif, dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, menambahkan bahwa pembinaan psikologi dan agama dilakukan terhadap 52 orang yang diamankan karena ditemukan hendak perang sarung di dua lokasi, yaitu Desa Cipawon dan Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja. 


Kejadian pertama terjadi pada Rabu (5/4/2023) pukul 23.45 WIB dan akhirnya melibatkan 40 orang pemuda dari Kabupaten Banjarnegara dan Desa Cipawon. 


Kejadian kedua terjadi pada Kamis (6/4/2023) pukul 00.30 WIB dan di lokasi tersebut polisi mengamankan 12 pelajar SMA/SMK yang bertempat tinggal di sejumlah desa wilayah Kecamatan Bukateja. (eFHa)

Saturday, 1 April 2023

Perang Sarung di Purbalingga Diamankan, Remaja Diberi Pembinaan oleh Polisi


Kabar Ngetren/Purbalingga -  Polsek Purbalingga telah berhasil mencegah aksi perang sarung yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Jalan Cahyana Baru, depan Kantor Kecamatan Purbalingga pada Jumat malam (31/3/2023). Petugas yang sedang melakukan patroli sekitar jam 23.45 WIB, berhasil mengamankan 11 remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung.


Kapolsek Purbalingga, AKP Siswanto, mengungkapkan bahwa seluruh remaja yang diamankan masih berstatus sebagai pelajar, terdiri dari pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Purbalingga, serta satu orang pelajar SMK di Cilacap. Barang bukti dua sarung yang sudah diikat pada bagian ujungnya juga ditemukan di lokasi kejadian.


Sebelas remaja yang diamankan berinisial DNE (16), NF (16), AP (15), DO (16), IAP (17), EA (15), DAP (14), ATW (16), AA (16). Semuanya warga Kelurahan Purbalingga Kidul. Dua lainnya yaitu CI (16) warga Kelurahan Penambongan dan WI (16) warga Kelurahan Kedungmenjangan.


Setelah diamankan, seluruh remaja tersebut diberikan langkah pembinaan oleh polisi. Orang tua atau wali dari para remaja tersebut dihadirkan dan diberikan pembinaan untuk mengawasi aktivitas anak mereka agar tidak melakukan hal negatif di masa depan. Seluruh remaja juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya.



Kapolsek Purbalingga menambahkan bahwa setelah diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan, seluruh remaja yang diamankan diserahkan kembali kepada orang tua mereka. Namun, Polsek Purbalingga tetap memantau dan mengawasi kegiatan para remaja tersebut agar tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Keberhasilan Polsek Purbalingga dalam mencegah aksi perang sarung ini patut diapresiasi dan harus dijadikan contoh bagi remaja-remaja lainnya. Selain itu, orang tua dan masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengawasi aktivitas remaja agar terhindar dari perilaku negatif. (eFHa)



Trending