Showing posts with label toleransi. Show all posts
Showing posts with label toleransi. Show all posts

Saturday, 3 June 2023

Munculnya Istilah "Kristen Muhammadiyah" Menuai Perbincangan di Masyarakat



Kabar Ngetren/Jakarta - Masyarakat Indonesia beberapa hari terakhir ini telah dikejutkan dengan kejadian menarik yang melibatkan salah satu Persyarikatan Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah.


Muhammadiyah menjadi perbincangan setelah mengadakan kajian bedah buku yang berjudul "Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan.


" Pada Senin (22/5/2023), kajian tersebut menghasilkan istilah baru yaitu "Kristen Muhammadiyah" atau yang sering disingkat menjadi KrisMuha.


Istilah KrisMuha muncul ketika Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mut'i, menyatakan bahwa Muhammadiyah telah berhasil menjadi wadah bagi pendidikan yang terkait dengan isu toleransi. 


Istilah KrisMuha muncul di daerah-daerah 3T, yaitu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Daerah yang dimaksud adalah Ende di Nusa Tenggara Timur (NTT), Serui di Papua, dan Putussibau di Kalimantan Barat (Kalbar).


Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, buku tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdul Mu'ti dan Fajar Riza Ulhaq. 


Saat ini, Abdul Mu'ti menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sementara Fajar adalah Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Kemunculan istilah KrisMuha ini menuai berbagai reaksi dari warganet. Beberapa orang menganggap KrisMuha sebagai bentuk toleransi antarumat beragama, sementara yang lain mempertanyakan konsep ini. 


Sebagian mengkritik bahwa istilah Kristen Muhammadiyah ini dapat digunakan untuk memanipulasi atau mempengaruhi orang lain. Namun, ada juga yang mengagumi cara Muhammadiyah merangkul masyarakat non-Muslim di Indonesia melalui pendidikan.


Muhammadiyah menegaskan bahwa KrisMuha bukanlah upaya untuk menyatukan agama-agama. Menurut Abdul Mu'ti, KrisMuha adalah variasi sosiologis, bukan teologis. 


Istilah tersebut muncul untuk menggambarkan kedekatan antara komunitas Kristen dengan gerakan Muhammadiyah. 


Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Kristen Muhammadiyah bukanlah penggabungan akidah Muhammadiyah dengan ajaran Kristen, dan mereka yang tergolong KrisMuha masih memegang teguh nilai dan keyakinan Kristen.


Dalam kesimpulannya, Muhammadiyah mengklarifikasi bahwa KrisMuha adalah bukanlah sinkretisme agama, di mana ajaran Kristen atau Katolik dicampuradukkan dengan Islam (Muhammadiyah).


Munculnya istilah Kristen Muhammadiyah ini menjadi topik menarik yang masih diperbincangkan di masyarakat. 


Beberapa mengapresiasi cara Muhammadiyah dalam merangkul masyarakat non-Muslim di Indonesia melalui pendidikan. 


Sementara yang lain meminta agar Muhammadiyah tetap berhati-hati dalam mengelola isu toleransi agar tidak terjadi kebablasan. (Maulana Yusuf)

Saturday, 22 April 2023

PHBI Kelurahan Mewek Gelar Salat Idul Fitri dengan Toleransi yang Tinggi


Kabar Ngetren/Purbalingga – Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Mewek menggelar pelaksanaan salat Idul Fitri 1444 H. 

Dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri di hari kedua ini dilaksanakan di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mewek pada hari Sabtu pagi. Purbalingga. 22/4/2023.


Menurut Sekretaris PHBI, H. Ikhwandi Arifin, S. Ag., M. Pd. I., mengatakan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri ini Alhamdulillah ini lancar semua, kemarin juga berjalan dengan baik dan lancar dan tidak ada persoalan lain. 


Insya Allah, untuk Kelurahan Mewek dan semuanya untuk saling menghormati, menghargai itu semua satu dengan yang lain.


"Semua saling dewasa memahami itu semua, tetapi, ketika ada perbedaan dan perubahan itu adalah hal yang wajar, yang terpenting semua berdasar, berdalil semua, insya Allah, semua diridhoi Allah SWT. Tambahnya.


Sementara itu, menurut Tokoh Masyarakat Kelurahan Mewek, Muhammad Maftuhin Ar Raudli, mengatakan, tentunya kita harus mengedepankan sikap toleransi, karena perbedaan yang terjadi dalam penetapan awal Idul Fitri atau 1 Syawal itu adalah berdasarkan Ijtihad Syar'i yang benar, artinya masing-masing menggunakan peranti-peranti Ijtihad yang dilegalkan dalam syariat.


"Kita harus saling mempunyai sikap toleransi dan kita tidak boleh mengedepankan sikap egoisme". Tambahnya.


Beliau berharap tentunya umat muslim itu harus belajar ilmu Khilaf, setidaknya mereka bisa menyikapi bagaimana mereka berbeda pendapat, apa perbedaan pendapat yang harus ditentang dan bagaimana perbedaan pendapat yang harus ditoleransi. 


Dan ini perkara yang sebetulnya sudah terjadi sejak berabad-abad tahun yang lalu, dan seperti biasa menjelang Idul Fitri tentunya pasti banyak buah bibir di masyarakat tentang perbedaan itu, selama perbedaan itu adalah dalam ranah, dalam koridor yang dibenarkan oleh Agama, tidak menjadi sebuah permasalahan. Tutupnya. (eFHa)

Trending