Showing posts with label Literasi Digital. Show all posts
Showing posts with label Literasi Digital. Show all posts

Wednesday, 22 October 2025

DPA Indramayu Resmikan Aplikasi Satu Data Perpustakaan dan Festival Literasi 2025: Wujud Nyata Transformasi Digital Literasi Daerah

DPA Indramayu Resmikan Aplikasi Satu Data Perpustakaan dan Festival Literasi 2025: Wujud Nyata Transformasi Digital Literasi Daerah

Indramayu — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPA) Kabupaten Indramayu resmi meluncurkan Aplikasi Satu Data Perpustakaan sekaligus membuka Festival Literasi 2025 di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan. 

Acara ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Aan Hendraja, yang hadir mewakili Bupati Indramayu. Inovasi ini menjadi simbol peralihan menuju era literasi digital yang lebih inklusif, dengan akses baca dan data yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh literasi, Bunda Literasi, komunitas literasi, para kepala sekolah, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, yang antusias menyambut langkah maju dunia literasi Indramayu.

Aan Hendraja menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi Indramayu REANG Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong melalui literasi digital.

“Saya sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi Satu Data Perpustakaan ini. Aplikasi ini bukan hanya mempermudah akses informasi, tapi juga menjadi simbol bahwa Indramayu siap menyongsong masa depan literasi berbasis teknologi,” ujar Aan dalam sambutannya, Selasa (dua puluh satu Oktober dua ribu dua puluh lima).

Ia juga menegaskan bahwa perpustakaan kini telah berevolusi menjadi pusat belajar digital yang dapat diakses kapan pun dan dari mana pun.

Sementara itu, Kabid P3KM Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Hj. Eti Herawati, M.Pd, menjelaskan bahwa aplikasi Satu Data Perpustakaan dirancang untuk mendukung akses inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Kita sudah punya koleksi buku Braille, termasuk Al-Qur’an Braille. Ke depan, kami akan melatih pustakawan agar bisa membimbing pembaca disabilitas memanfaatkan bahan bacaan tersebut,” ungkap Eti.

Menurutnya, aplikasi ini mengintegrasikan seluruh data perpustakaan di wilayah Indramayu agar masyarakat dapat dengan mudah mencari koleksi buku, e-book, maupun arsip daerah secara online dalam satu platform terpadu.

“Digitalisasi literasi ini akan memperkuat budaya baca yang berkelanjutan. Masyarakat bisa membaca kapan saja dan di mana saja,” tambahnya.

Peluncuran aplikasi ini juga berbarengan dengan Festival Literasi 2025 yang diikuti oleh dua puluh stand pameran dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, komunitas literasi, perpustakaan desa, hingga pelaku UMKM. 

Kegiatan festival diramaikan dengan talk show, bedah buku, pentas seni, dan pameran arsip daerah.

Eti Herawati menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat dan akan berlangsung hingga tanggal dua puluh delapan Oktober dua ribu dua puluh lima.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi gerbang kolektif dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera melalui literasi,” tandasnya.

Melalui Aplikasi Satu Data Perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu berupaya menghadirkan wajah baru literasi yang dinamis, terbuka, dan berbasis data digital.

“Ke depan kita ingin acara positif bertema Merayakan Budaya Baca, Menyongsong Masa Depan Indramayu REANG terus dilanjutkan dengan melibatkan peserta yang lebih luas,” pungkas Eti.

Dengan inovasi ini, Indramayu kini menulis bab baru sejarah literasinya dari buku ke layar, dari rak ke aplikasi menuju masa depan digital yang cerah dan inklusif. (Thoha)

Tuesday, 21 October 2025

DPA Indramayu Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi

DPA Indramayu Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi

Indramayu – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPA) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Perpustakaan dan Kearsipan kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. 

Kegiatan ini ditujukan bagi para pengelola perpustakaan desa untuk meningkatkan kualitas layanan berbasis digital. Acara berlangsung di Aula Ki Tinggil Sekda Indramayu, Senin (tiga belas Oktober dua ribu dua puluh lima).

Bimtek ini dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Hj. Eti Herawati, M.Pd. yang mewakili Kepala Dinas Dr. A. Sudalim Gymnasthiar, M.Pd.. Hadir pula dua narasumber dari DPA Sumedang, Dewi Kartika, dan dari DPA Purwakarta, Ritta Utama Herawati. 

Kegiatan ini diikuti tiga puluh enam peserta dari sembilan desa, yaitu Desa Nunuk, Tugu Lelea, Jatisura, Mundakjaya, Pagirikan, Penganjang, Cipaat, Mekarjaya, dan Sukahati. Setiap desa mengirim empat pengelola perpustakaan untuk berpartisipasi aktif dalam pelatihan.

Dalam sambutannya, Hj. Eti Herawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan desa di era digital.

“Dalam Bimtek kali ini, kami fokus pada pembelajaran dan penyajian informasi yang cepat, mudah, dan akurat. Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat menambah pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam penerapan strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi. Semoga materi yang disampaikan dapat diimplementasikan secara maksimal dalam pelayanan sehari-hari, sehingga kualitas layanan perpustakaan desa semakin meningkat,” ujar Hj. Eti Herawati.

Bidang Perpustakaan memiliki beberapa tugas utama, di antaranya pengelolaan koleksi dan pelestarian bahan pustaka, pengembangan sistem dan layanan, pembudayaan kegemaran membaca, peningkatan sumber daya manusia, serta pengelolaan data dan sistem informasi perpustakaan.

Melalui kegiatan Bimtek ini, DPA Indramayu berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjadikan perpustakaan desa lebih maju, inovatif, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DPA Indramayu dalam memperkuat literasi dan layanan berbasis teknologi di tingkat desa. (Thoha)

Trending