Showing posts with label El Nino. Show all posts
Showing posts with label El Nino. Show all posts

Tuesday, 5 September 2023

Kekeringan Terusan Panama dan El Nino Berdampak Pada Ekonomi Indonesia

Kekeringan Terusan Panama dan El Nino Berdampak Pada Ekonomi Indonesia

Kabar Ngetren - Saat ini, dunia sedang menghadapi dua tantangan besar yang saling terkait: keringnya Terusan Panama dan fenomena cuaca El Niño yang sedang berlangsung. Kedua peristiwa ini memiliki dampak serius pada ekonomi global, termasuk Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan bagaimana keringnya Terusan Panama dan El Niño berhubungan satu sama lain dan bagaimana dampaknya mempengaruhi Indonesia serta ekonomi global.

El Niño adalah fenomena cuaca alam yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik Tengah menjadi lebih hangat dari biasanya. Salah satu dampak El Niño adalah perubahan pola hujan dan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Saat ini, El Niño telah menyebabkan kondisi kering di banyak wilayah, termasuk di Terusan Panama.

Keringnya Terusan Panama, yang disebabkan oleh El Niño, telah memiliki dampak langsung pada Indonesia. Sebagai negara dengan ketergantungan kuat pada perdagangan internasional, Indonesia mengalami Kenaikan Harga Barang. Kapal harus menunggu lebih lama untuk transit di Terusan Panama yang terhambat, meningkatkan biaya angkutan laut dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

Disamping itu, Gangguan dalam Pergerakan Ekspor-Import sehingga ratusan kapal yang terjebak macet di Terusan Panama menghambat pergerakan ekspor dan impor Indonesia, mengganggu aktivitas ekonomi.

Selain itu, Impor minyak mentah dan batu bara semakin rumit, dapat mengganggu pasokan energi dan berdampak pada harga energi di dalam negeri.

Kekeringan Terusan Panama yang dipicu oleh El Niño adalah contoh konkret bagaimana perubahan iklim dapat memiliki dampak serius pada infrastruktur dan ekonomi global. Ini juga menjadi peringatan bahwa kita harus lebih proaktif dalam menghadapi krisis lingkungan seperti El Niño dan mempertimbangkan tindakan preventif untuk mengurangi kerugian ekonomi.

Keringnya Terusan Panama dan El Niño adalah dua tantangan ganda yang mempengaruhi Indonesia dan ekonomi global saat ini. Hubungan antara fenomena cuaca seperti El Niño dan dampaknya pada infrastruktur dan perdagangan internasional menunjukkan perlunya kerja sama global dalam menjaga stabilitas ekonomi dunia dan mengambil tindakan preventif untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem. Indonesia, bersama dengan negara-negara lain, harus mempersiapkan diri untuk mengatasi tantangan ini dengan cara yang berkelanjutan dan proaktif. (red)


Saturday, 10 June 2023

Kondisi Kemarau Indonesia Diperparah oleh IOD dan El Nino

Kondisi Kemarau Indonesia Diperparah oleh IOD dan El Nino

Kabar Ngetren/Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kemarau kering di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh El Nino, tetapi juga faktor Indian Ocean Dipole (IOD). 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa intensitas El Nino semakin kuat di Indonesia, sementara IOD juga terdeteksi semakin kuat ke arah positif. Kondisi ini mengakibatkan kemarau tahun ini menjadi lebih kering, serupa dengan yang terjadi pada tahun 2019.

IOD, yang merupakan fenomena iklim di Samudra Hindia, secara signifikan memengaruhi pola cuaca dan iklim di wilayah sekitarnya, termasuk wilayah Afrika, Asia Tenggara, dan Australia. 

Indeks iklim IOD diawasi dengan ketat oleh para peramal cuaca karena dampaknya yang berpengaruh pada rentang waktu sub-musiman dan musiman.

Kombinasi yang kuat antara El Nino dan IOD menyebabkan kondisi kemarau menjadi lebih parah di wilayah Indonesia. 

Masyarakat mulai khawatir dengan sinar UV matahari yang terasa sangat kuat di Jakarta. Masyarakat diimbau untuk mengubah gaya hidup agar lebih sehat, seperti cukup minum air putih, menggunakan tabir surya saat berada di luar ruangan, dan memakai pakaian panjang untuk melindungi kulit dari efek sinar UV.

Meskipun masyarakat mengkhawatirkan dampak kemarau yang lebih kering, perubahan gaya hidup yang lebih sehat dapat membantu meminimalisir risiko kesehatan akibat paparan sinar UV yang berlebihan. (my)

Wednesday, 7 June 2023

Kota Hujan yang Abadi Meski El Nino Datang

Kota Hujan yang Abadi Meski El Nino Datang

Kabar Ngetren/Bogor, 7 Juni 2023 - Bogor, yang dikenal sebagai Kota Hujan, diprediksi tetap akan diguyur hujan meskipun hadirnya fenomena El Nino.

Meskipun Juni-Juli merupakan bulan-bulan terkering di Jawa akibat pengaruh El Nino yang lemah, faktor cuaca lokal Bogor membuatnya tetap menjadi kawasan yang hujan.

Dalam penjelasan dari peneliti klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, kondisi cuaca di Bogor dipengaruhi oleh efek lokal dari selatan Banten dan selatan Jawa Barat yang menguat. 

Hal ini menyebabkan hujan kembali turun di Lebak, Bogor, Cibinong, dan sekitarnya.
Karakteristik iklim unik Bogor, dengan ketinggian yang bervariasi dan posisinya yang berada di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, menciptakan fenomena hujan orografik. 

Uap air yang dibawa oleh angin laut dari Laut Jawa masuk ke pedalaman dan naik mendadak di wilayah Bogor. Akibatnya, uap air tersebut langsung terkondensasi dan menjadi hujan.

Meskipun Bogor dikenal sebagai Kota Hujan, keunikan iklim lokal ini justru dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda pada masa lalu. Kota ini dijadikan pusat penelitian botani dan pertanian.

Dengan kondisi cuaca yang terus menghasilkan curah hujan yang tinggi, Bogor tetap mempertahankan julukannya sebagai Kota Hujan.

Para penghuni dan pengunjung Bogor harus tetap siap menghadapi cuaca yang lembab dan hujan meskipun saat El Nino. (my)

Sunday, 4 June 2023

Persiapan Menghadapi Fenomena El Nino

Persiapan Menghadapi Fenomena El Nino

Kabar Ngetren/Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena iklim El Nino akan terjadi mulai bulan ini dan mencapai puncaknya di akhir tahun. 

El Nino adalah peristiwa perubahan angin dan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat mengakibatkan penurunan curah hujan secara global.

Berdasarkan Indeks Nino 3.4, naiknya suhu menunjukkan kehadiran El Nino, sementara penurunannya menandakan kemunculan fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan. 

Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan mereka, fase La Nina berakhir pada Februari 2023 dan periode Maret-April 2023 menunjukkan fase Netral dalam ENSO, yang menandakan ketiadaan gangguan iklim dari Samudra Pasifik.

Urip juga mengatakan bahwa ada kemungkinan besar peralihan ke El Nino bulan ini. BMKG memprediksi puncak El Nino, yaitu puncak anomali suhu di Samudra Pasifik, akan terjadi pada November-Desember. 

El Nino secara umum akan menyebabkan iklim kering di Indonesia, terutama pada periode Juni hingga Oktober. Oleh karena itu, dampak El Nino akan dirasakan lebih signifikan selama periode tersebut karena bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia.

Dampak dari fenomena El Nino termasuk penurunan curah hujan dibandingkan dengan rata-ratanya, terutama pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-November (SON). 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, mengingat situasi El Nino akan berdampak pada peningkatan suhu udara. 

Selain itu, BMKG juga telah menghimbau untuk melakukan penyimpanan air di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan yang panjang. (Maulana Yusuf)

Trending