Showing posts with label Kesiapsiagaan Bencana. Show all posts
Showing posts with label Kesiapsiagaan Bencana. Show all posts

Thursday, 8 January 2026

Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Perkuat Mitigasi Bencana, Fokus Kesiapsiagaan Lintas Sektor

Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Perkuat Mitigasi Bencana, Fokus Kesiapsiagaan Lintas Sektor

Indramayu – Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana terus digencarkan di Kabupaten Indramayu. Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam di Ruang Rapat BPBD Indramayu, Jl. Pahlawan No. 62/A, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kamis (07/01/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan diikuti para Dandim jajaran Korem 063/Sunan Gunung Jati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah masing-masing. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., sebagai bentuk penekanan pimpinan terhadap pentingnya kesiapsiagaan satuan menghadapi potensi bencana alam.


Dalam arahannya, Danrem menegaskan bahwa wilayah Korem 063 memiliki tingkat kerawanan bencana yang relatif tinggi sehingga membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang solid.


“Wilayah Korem 063 memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Karena itu diperlukan kesiapsiagaan, kecepatan bertindak, serta koordinasi yang solid agar masyarakat terlindungi,” tegas Danrem.


Sosialisasi ini turut dihadiri Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ir. Aep Surahman yang mewakili Bupati Indramayu, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., serta perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Indramayu, DPRD, dan Kepala Pelaksana BPBD Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar.


Sejumlah narasumber strategis juga dihadirkan dalam kegiatan ini, antara lain Kalak BPBD Provinsi Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun serta Kepala BMKG Kertajati Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., IPU.


Dalam pemaparannya, Kalak BPBD Jawa Barat menekankan bahwa mitigasi bencana harus dimulai dari langkah pencegahan yang terstruktur, termasuk pemetaan wilayah rawan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan logistik, serta pemberdayaan masyarakat.


“Mitigasi adalah investasi keselamatan. Semakin siap sejak awal, semakin kecil dampak bencana,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BMKG Kertajati menyoroti pentingnya pemanfaatan data dan informasi cuaca dalam pengambilan keputusan di lapangan, khususnya terkait ancaman bencana hidrometeorologi.


“Informasi prakiraan dan peringatan dini BMKG harus dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan,” jelasnya.


Melalui sosialisasi ini, sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis diharapkan semakin solid, sehingga upaya mitigasi dan penanganan bencana di Indramayu dapat berjalan lebih efektif dan terukur.



Penulis: Thoha

Editor: Maz Friend

Monday, 8 December 2025

Polres Purbalingga Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Tanah Longsor


Kabar Ngetren/Purbalingga – Polres Purbalingga menggelar simulasi penanggulangan bencana alam tanah longsor di Lapangan Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Senin, (8/12/2025). Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.


Dalam simulasi tersebut, digambarkan terjadi bencana tanah longsor yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka. Menyikapi kondisi itu, Peleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanggulangan bencana.



Tim yang dikerahkan terdiri dari personel gabungan Satuan Samapta (Satsamapta), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Tim Trauma Healing, Seksi Dokkes, Seksi Propam, dan Bagian Logistik. 


Masing-masing unit menjalankan tugas sesuai fungsi dan peranan masing-masing, mulai dari evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, hingga pemberian bantuan medis dan psikologis.



Kabag Operasi Polres Purbalingga, Kompol Tri Arjo Irianto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk latihan secara langsung dalam penanggulangan bencana alam.


"Kegiatan simulasi ini merupakan praktik langsung perbantuan yang dilaksanakan Peleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga dalam penanganan bencana tanah longsor," ujarnya. 


Ia berharap melalui simulasi ini, seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sehingga dapat diterapkan saat ada bencana alam terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga.



Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Yulianto, mengatakan pihaknya memberikan materi pelatihan mulai dari teori hingga praktik lapangan.


"Kami berharap melalui simulasi ini, jika ke depan terjadi bencana, seluruh personel sudah memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing," kata Yulianto.


Menurutnya, simulasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana dan penanggulangannya apabila terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga.


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Friday, 5 December 2025

Pleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga Dapat Pelatihan Penanggulangan Bencana


Kabar Ngetren/Purbalingga – Personel Polres Purbalingga yang tergabung dalam Pleton Siaga Bhayangkara mengikuti pelatihan penanggulangan bencana alam. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Purbalingga, Jumat, (5/12/2025), siang.


Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana alam, pertolongan pertama, teknik evakuasi korban, hingga manajemen waktu dalam proses penyelamatan.



Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Purbalingga, Kompol Tri Arjo Irianto, membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan Pleton Siaga Bhayangkara yang telah dilakukan sebelumnya.


"Selain pemberian materi hari ini, ke depan akan dilaksanakan pelatihan lanjutan berupa simulasi penanggulangan bencana secara langsung di lapangan," ujar Kompol Tri Arjo.



Menurutnya, pelatihan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana alam yang bisa terjadi kapan saja di Kabupaten Purbalingga.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Pleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga semakin siap dan sigap dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi bencana," pungkasnya. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Monday, 1 December 2025

Polres Purbalingga Kukuhkan Pleton Siaga Bhayangkara


Kabar Ngetren/Purbalingga – Polres Purbalingga, Polda Jawa Tengah, mengukuhkan Pleton Siaga Bhayangkara sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga. 


Pengukuhan Pleton Siaga Bhayangkara dilaksanakan melalui apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar di halaman Mapolres Purbalingga, Senin, (1/12/2025).



“Pleton Siaga Bhayangkara dikukuhkan sebagai bentuk kesiapan personel Polres Purbalingga dalam penanggulangan bencana alam,” ujar Kapolres saat memimpin apel pengukuhan.


Disampaikan bahwa komposisi Pleton Siaga Bhayangkara telah ditentukan oleh Biro Operasi Polda Jateng. Pleton ini terdiri dari personel gabungan, dari Satsamapta, Satlantas, Tim Trauma Healing, Seksi Dokkes, Seksi Humas, Seksi Propam, dan Bagian Logistik.



"Di tingkat Polres Purbalingga, dibentuk dua pleton, yakni Pleton Siaga Bhayangkara A dan B. Masing-masing pleton memiliki susunan personel yang sama dan siap diterjunkan apabila dibutuhkan," jelasnya.


Usai apel dan pengukuhan Pleton Siaga Bhayangkara dilakukan pemberian arahan kepada personel oleh Kabag Operasi Kompol Tri Arjo Irianto. Dilanjutkan pengecekan peralatan pendukung penanggulangan bencana yang dimiliki Polres Purbalingga. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Sunday, 16 November 2025

Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Indramayu: BPBD Gelar Simulasi Tanggap Darurat yang Spektakuler dan Terencana

Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Indramayu: BPBD Gelar Simulasi Tanggap Darurat yang Spektakuler dan Terencana

Indramayu — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu melaksanakan Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi sekaligus Gladi Simulasi Tanggap Darurat di halaman kantor BPBD, Jl. Pahlawan No. 62/A, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (12/11/2025).


Kegiatan ini menjadi agenda penting untuk mengantisipasi ancaman banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada musim hujan.


Apel dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) II, Drs. Aan Hendrajana, M.M.Si., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau memberikan arahan mengenai pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana dalam menghadapi kondisi hidrometeorologi yang dinamis.


Komandan upacara, Kapten Infanteri Dadang Iskandar, memastikan seluruh rangkaian apel berjalan dengan tertib, disiplin, serta sesuai prosedur.


Kegiatan ini turut dipantau secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku, yang memberikan dukungan moral bagi seluruh petugas dan relawan yang terlibat. Apel tersebut melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta relawan Tagana.


Simulasi Tanggap Darurat: Penguatan Respons Cepat di Lapangan


Usai apel, peserta mengikuti simulasi penanganan bencana banjir dan longsor. Skenario diawali dengan kondisi hujan deras yang menyebabkan sungai meluap dan terjadinya longsor di beberapa titik.


Tim Damkar dan Satpol PP melaksanakan evakuasi menggunakan perahu karet dan perlengkapan penyelamatan.


Relawan Tagana memberikan pertolongan pertama serta mendirikan pos tanggap darurat.


Personel TNI/Polri menjaga keamanan lokasi agar proses evakuasi berlangsung tertib.


BPBD memonitor situasi secara real-time dan mengatur distribusi bantuan logistik.


Dalam arahannya, Drs. Aan Hendrajana kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam situasi bencana. Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang efektif, kesiapan sumber daya manusia, serta kelengkapan sarana prasarana menjadi kunci keberhasilan penanganan darurat. Ia juga mendorong seluruh pihak untuk terus mengadakan latihan berkala sesuai perkembangan potensi bencana.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan indikator nyata kesiapsiagaan daerah sekaligus sarana memperkuat koordinasi antarinstansi agar respons cepat dapat dilakukan saat bencana terjadi.


"Kegiatan ini tak hanya mendidik petugas dan relawan, tapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat setempat agar lebih waspada dan memahami prosedur keselamatan saat menghadapi bencana hidrometeorologi," ujarnya.



Penulis: Thoha

Editor: D-Nss

Thursday, 6 November 2025

Basarnas Jabar Latih 160 Warga Indramayu Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Basarnas Jabar Latih 160 Warga Indramayu Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Indramayu, Jawa Barat — Sebanyak 160 peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti pelatihan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jawa Barat di Aula Kopsuka, Jalan Letjen Haryono, Sindang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (5 November 2025).


Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus meminimalkan risiko bencana di wilayah masing-masing. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas relawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Antusiasme Peserta Pelatihan SAR


Salah satu peserta, Slamet Hidayat, warga Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.


“Saya senang ikut kegiatan sosial, biasanya ikut relawan Jabar Bergerak. Tapi pelatihan SAR ini jadi pengalaman baru. Selain menambah ilmu, saya juga ingin bisa menolong diri sendiri, keluarga, dan warga sekitar saat banjir,” ujar Slamet.


Ia menambahkan bahwa wilayah tempat tinggalnya sering dilanda banjir hingga setinggi lutut, sehingga pelatihan ini menjadi bekal penting baginya dalam menghadapi bencana di masa mendatang.


“Ini lebih ke panggilan jiwa, supaya bisa berguna untuk orang lain,” tambah Slamet dengan semangat.


Indramayu Termasuk Daerah Rawan Bencana


Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa Indramayu termasuk daerah dengan tingkat potensi bencana tinggi, khususnya di wilayah perairan. Banyak kejadian darurat yang melibatkan korban tenggelam di laut maupun sungai.


“Indramayu memiliki karakter wilayah perairan yang luas. Banyak kasus nelayan tenggelam atau anak-anak yang hanyut di sungai. Karena itu, pelatihan ini penting agar masyarakat tahu langkah awal penyelamatan,” jelas Ade.


Ade juga menyebutkan bahwa materi pelatihan mencakup teknik dasar pencarian dan pertolongan, keselamatan diri, pertolongan pertama, serta koordinasi dalam operasi SAR.


Harapan Basarnas untuk Masyarakat


Ade berharap, para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan awal saat bencana atau kecelakaan terjadi di lingkungan masing-masing.


“Masyarakat adalah pihak pertama yang ada di lokasi bencana. Karena itu, pengetahuan dasar seperti ini sangat penting agar pertolongan pertama bisa dilakukan sebelum tim profesional datang,” pungkasnya.


Kegiatan pelatihan berlangsung selama satu hari dan mendapat sambutan positif dari warga. Basarnas berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia.


Editor: D-Nss 

Penulis: Thoha 


Wednesday, 5 November 2025

Pimpin Apel Tanggap Darurat Bencana, Kapolri: Beri Rasa Aman ke Masyarakat


Kabar Ngetren/Depok - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu, (5/11/2025). Hal ini merupakan wujud komitmen Polri dalam rangka memastikan keamanan masyarakat.


Sigit mengungkapkan bahwa apel ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia atau Polda jajaran. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan ribu personel Korps Bhayangkara. 


"Apel ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh 155.938 personel gabungan, termasuk 2.915 personel di lokasi Mako Korbrimob," kata Sigit usai memimpin apel. 


Sigit menegaskan, apel ini dilaksanakan untuk memberikan pengarahan kepada personel kepolisian dalam menghadapi segala bentuk bencana alam yang terjadi di Indonesia. 



Menurut Sigit, dengan adanya apel ini nantinya personel kepolisian bakal hadir di garis terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat Indonesia dalam rangka tanggap darurat bencana

 

"Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat," ujar Sigit. 


Berdasarkan laporan BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi dari bulan ini sampai dengam Januari 2026. Selain itu, fenomena La Nina dalam kategori lemah diprediksi juga mulai muncul pada bulan ini dan akan berlangsung hingga bulan Februari 2026.


"Apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespon keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan Sarpras guna memitigasi potensi bencana yang dapat terjadi dan meminimalisir kerugian," ucap Sigit. 

 

Dalam hal ini, kata Sigit, Polri menyiagakan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) pendukung menghadapi tanggap darurat bencana, di antaranya 125 unit dapur lapangan, 77 unit water treatment, dan 23 unit watergen.


Lebih dalam, menurut Sigit, dalam kesiapan maupun menghadapi bencana, diperlukan kolaborasi atau sinergisitas seluruh stakeholder terkait. Hal itu tentunya untuk kepentingan masyarakat khususnya yang terdampak bencana alam. 


"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana," tutup Sigit.


Sumber: *

Sunday, 2 November 2025

Polres Kebumen Gelar Apel Tanggap Bencana, Antisipasi Peralihan Musim


Kabar Ngetren/Kebumen — Menandai datangnya musim penghujan, Polres Kebumen menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di tingkat kabupaten yang berlangsung di Alun-alun Pancasila, Kebumen, Jumat, (31/10/2025).


Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri, dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, BPBD, serta berbagai komunitas relawan.



Dalam arahannya, AKBP Eka Baasith menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang kerap muncul saat peralihan musim. Ia menyebut Kebumen memiliki karakter geografis yang kompleks perpaduan antara pegunungan dan dataran rendah yang menjadikannya rawan terhadap sejumlah bencana alam.


“Dengan meningkatnya curah hujan, risiko bencana perlu kita waspadai bersama. Kesiapan personel, peralatan, dan sarana prasarana menjadi hal yang mutlak. Lalu masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan bencana yang terjadi di wilayahnya agar lebih peka terhadap tanda-tanda bencana dan mengambil langkah antisipasi,” ujar AKBP Eka Baasith di hadapan peserta apel.


Menurutnya, apel kesiapsiagaan bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari tahapan penting dalam manajemen penanggulangan bencana. Langkah ini, kata dia, memastikan seluruh unsur gabungan baik Polri, TNI, maupun pemerintah daerah siap bertindak cepat bila bencana terjadi.



“Semakin cepat kita merespons, semakin kecil risiko korban dan kerugian material,” tambahnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menuturkan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah mitigasi bencana dengan memasang alat deteksi pergerakan tanah di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, pelatihan relawan tanggap bencana juga terus dilakukan untuk memperkuat kesiapan masyarakat.


Senada, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko M. Prihantono menegaskan dukungan penuh TNI terhadap langkah Polres dan Pemkab Kebumen. Ia menyebut para Babinsa bersama Bhabinkamtibmas sudah disiagakan di tingkat desa untuk mempercepat laporan dan tindakan mitigasi jika bencana mulai mengancam.



Apel tersebut juga digunakan untuk melakukan pengecekan peralatan SAR milik Polres Kebumen, Kodim 0709, dan BPBD. Hasilnya, seluruh perlengkapan dinyatakan dalam kondisi siap pakai.


Beberapa relawan turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk komunitas komunikasi Track and Jack Kebumen, yang selama ini aktif membantu dalam operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah bencana.


Apel kesiapsiagaan ini digelar menyusul maraknya peristiwa longsor di sejumlah titik di Kebumen dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi sepanjang musim penghujan.


Sumber: Humas Polres Kebumen.

Trending