Showing posts with label korban meninggal. Show all posts
Showing posts with label korban meninggal. Show all posts

Friday, 5 May 2023

Penggembala Bebek di Rembang Purbalingga Tewas Tersambar Petir

 


Kabar Ngetren/PurbalinggaSeorang penggembala bebek di Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, ditemukan tewas di persawahan setempat pada Kamis (4/5/2023) petang. Korban, yang bernama Yogi Suhendra (28), diduga meninggal akibat tersambar petir saat menggembala bebek.


Menurut keterangan dari Kapolsek Rembang, Iptu Khaliman, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang sedang mencarinya karena Yogi tidak kunjung pulang sejak siang. 


Hadi Sutarmo (45), saksi tersebut mengatakan bahwa Yogi berangkat menggembala bebek pada pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 18.00 WIB, Yogi tidak kunjung pulang.


Saksi kemudian mencari Yogi di persawahan desa setempat dan menemukannya tergeletak dalam posisi tidak bernyawa. 


Polisi dari Polsek Rembang dan Inafis Polres Purbalingga kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Yogi.


Namun, ditemukan sejumlah luka bakar pada punggung belakang dan pinggang belakang. Dugaan sementara adalah Yogi tersambar petir saat sedang menggembala bebek. Jenazah Yogi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Kejadian ini menyedihkan, dan mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap cuaca buruk ketika melakukan kegiatan di luar ruangan, terutama saat musim hujan seperti sekarang. 


Semoga korban mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. (eFHa)

Tuesday, 25 April 2023

Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas pada Arus Mudik dan Balik 2023 Turun Drastis, Menko PMK Berterima Kasih pada Polri dan Instansi Terkait


Kabar Ngetren/Semarang - Muhadjir Effendi, Menko PMK, memberikan apresiasi pada jajaran Polri dan instansi terkait dalam penanganan arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2023. Muhadjir melihat adanya penurunan yang drastis pada data kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga memberikan apresiasi tersebut.


"Penanganan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Tentunya ini berkat kerja keras semua pihak, khususnya jajaran Polri sampai tingkat bawah, Jasa Marga, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah," ujar Muhadjir saat membuka secara resmi one way arus balik di pintu tol Kalikangkung, Semarang pada tanggal 24 April 2023.


Menurut Muhadjir, jumlah warga yang terlibat kecelakaan lalu lintas pada saat mudik tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 39 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, terdapat 3573 orang yang terlibat kecelakaan lalu lintas saat mudik, sedangkan pada tahun 2023, jumlah tersebut turun menjadi 2117 orang.


"Mengenai korban meninggal mulai H-5 hingga hari H Idul Fitri, jumlahnya turun 72 persen. Berdasarkan data, korban meninggal berjumlah 164 orang. Sedangkan tahun lalu terdapat 583 orang," rincinya.


Sedangkan korban luka akibat kecelakaan lalu lintas, turun 33 persen dari 2990 orang pada mudik tahun 2022 menjadi 2013 orang di tahun 2023. Selain memberikan apresiasi pada jajaran Polri dan instansi terkait, Muhadjir juga memberikan apresiasi atas peran media massa yang telah membantu menyebarkan informasi terkait arus mudik dan balik kepada masyarakat.


"Informasi dari media juga sangat membantu pengambilan kebijakan terkait pengamanan mudik ini. Kami sangat terbantu berkat informasi yang diberikan media, karena itu kami memberikan apresiasi," tandasnya. (eFHa)

Monday, 27 March 2023

Kapolda Jawa Tengah Koordinasi dengan Forkompinda Perbaiki Rumah Warga Terdampak Ledakan Mercon

 


Kabar Ngetren/Magelang -  Pada Senin (27/3/2023), Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi meninjau langsung TKP ledakan mercon yang menewaskan satu orang dan merusak 11 rumah warga di Desa Griwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kapolda hadir bersama pejabat utama Polda Jateng untuk mengecek kerusakan pada rumah-rumah warga yang terdampak ledakan.


Terjadi 5 rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan 6 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kapolda menegaskan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Polres, Kodim, dan Pemda Kabupaten Magelang. Forkompinda sepakat untuk bekerja sama dalam memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak.



"Kami akan melakukan kerja bakti untuk memperbaiki rumah warga. Kemarin tim Inafis, Gegana, dan Labfor telah melakukan olah TKP. Kami akan memastikan tidak ada bahan berbahaya yang tersisa. Hari ini, TKP sudah dibuka," ujar Kapolda.


Kapolda menyatakan bahwa dari hasil olah TKP, jenis ledakan yang terjadi adalah low explosive. Polisi menemukan kantong plastik beserta sejumlah bahan pembuat mercon di sumber ledakan.


Lebih lanjut, Kapolda mengatakan bahwa polisi telah melakukan investigasi terkait kejadian ledakan yang terjadi pada saat warga sedang melaksanakan ibadah tarawih pada pukul 20.05 WIB. Hasil pemeriksaan DVI menyatakan bahwa korban meninggal, Mufid, merupakan impact dari ledakan tersebut. Selain korban meninggal, satu orang mengalami luka ringan dan dua orang mengalami sesak nafas, tetapi semuanya sudah pulih.


Kapolda menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan celah pada penyalahgunaan dan peredaran bahan peledak berbahaya seperti mercon. Jajaran Ditreskrimum dan seluruh polres sudah melakukan berbagai upaya, termasuk penindakan.


Kapolda juga memberikan contoh penindakan yang telah dilakukan oleh beberapa polres, seperti Polres Banyumas yang mengamankan satu truk box berisi 7.000 petasan, Polres Klaten yang mengamankan 25.500 petasan cabe dan menetapkan satu tersangka, Polres Batang yang berhasil mengamankan 2.800 petasan, Polres Demak yang mengamankan 45 kg bahan petasan, Polres Kudus yang mengamankan 15 kg bahan petasan, dan Polres Brebes.



Karena itu, Kapolda menghimbau masyarakat untuk menjaga kekhusyukan bulan Ramadhan dan tidak bermain-main dengan petasan. Masyarakat yang melanggar dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU Darurat Tahun 1951, yang sanksinya sangat berat. (eFHa)

Trending