Showing posts with label Pendidikan Islam. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Islam. Show all posts

Saturday, 20 December 2025

DPD PUI Indramayu Sukses Gelar Milad PUI ke-108 di Alun-Alun Haurgeulis, Meriah & Penuh Semangat Kebersamaan

DPD PUI Indramayu Sukses Gelar Milad PUI ke-108 di Alun-Alun Haurgeulis, Meriah & Penuh Semangat Kebersamaan

Indramayu — Peringatan Milad Persatuan Ummat Islam (PUI) ke-108 tingkat Kabupaten Indramayu digelar penuh khidmat dan sukses di Lapangan Alun-Alun Haurgeulis pada Rabu (17/12/2025). Momen bersejarah ini menjadi ajang kebersamaan dan refleksi bagi keluarga besar PUI di wilayah Indramayu.


Acara resmi dimulai pukul 09.00 WIB, diikuti sekitar 400 peserta (empat ratus peserta) dari berbagai unsur pendidikan dan pengurus PUI se-Kabupaten Indramayu. Kehadiran ratusan peserta ini menunjukkan kuatnya antusiasme serta komitmen terhadap kiprah PUI di dunia pendidikan dan dakwah.


Upacara Milad PUI ke-108 diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PUI Kecamatan Haurgeulis di bawah kepemimpinan Sulaeman, S.Pd.I. Bertindak sebagai Pembina Upacara ialah Ketua DPD PUI Kabupaten Indramayu, H. Rizky Amaliyah, sementara petugas upacara (Pinup) yaitu Ahmad, anggota DPC PUI Kecamatan Haurgeulis.


Acara juga dihadiri oleh Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., perwakilan Danramil 1615/Haurgeulis Peltu Wawan, jajaran pengurus DPD dan DPC PUI se-Kabupaten Indramayu, serta sejumlah undangan.


Peserta upacara terdiri dari pengurus, guru PUI, serta pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK PUI di Kecamatan Haurgeulis. Sejak pagi, peserta memadati lapangan dengan mengenakan seragam dan atribut organisasi, menciptakan suasana penuh energi dan kebersamaan.


Ketua DPD PUI Kabupaten Indramayu, H. Rizky Amaliyah, menegaskan bahwa Milad PUI ke-108 merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen organisasi dalam berkontribusi di masyarakat, khususnya pendidikan, dakwah, dan sosial.


“Selama lebih dari satu abad, PUI telah berperan aktif dalam pembangunan umat melalui pendidikan dan dakwah. Di usia ke-108 ini, kita dituntut untuk terus berinovasi dan memperkuat peran PUI agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar H. Rizky Amaliyah di hadapan peserta upacara.


Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah, turut mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Milad ini. Ia menyampaikan bahwa PUI berperan besar dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan dan siap didukung pemerintah kecamatan.


Perwakilan Koramil 1615/Haurgeulis, Peltu Wawan, menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Ia menegaskan keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara dapat terwujud melalui kerja sama panitia dan aparat pemerintah.


Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pawai yang melintasi sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Stasiun Haurgeulis, Jalan TPK, Jalan Pertigaan Banjin, hingga Lapangan Alun-Alun Haurgeulis sebagai titik akhir. Antusias masyarakat tampak dari banyaknya warga yang menyambut dan menyaksikan sepanjang rute.


Suasana keceriaan semakin terlihat dengan pembagian hadiah lomba yang telah digelar sebelumnya untuk memeriahkan Milad PUI ke-108. Acara berlangsung aman dan lancar, dengan koordinasi rapi antara panitia dan aparat keamanan yang memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.


Peringatan Milad PUI ke-108 di Kabupaten Indramayu ini menjadi simbol soliditas organisasi serta komitmen dalam meningkatkan kontribusi bagi umat, bangsa, dan negara melalui pendidikan, dakwah, dan gerakan sosial.



Penulis: Thoha

Editor: Maz Friend

Tuesday, 11 November 2025

DPP LPQQ Gelar Bimtek Nasional: Langkah Nyata Menuju Indonesia Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

DPP LPQQ Gelar Bimtek Nasional: Langkah Nyata Menuju Indonesia Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

Indramayu – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Pembelajaran Qiroatul Qur’an (LPQQ) sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penuntasan Buta Aksara Al-Qur’an bagi para guru pendidikan dasar, menengah, dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Embarkasi Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu (8 November 2025).


Kegiatan berskala nasional ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PDM), Ketua Subdit Pendidikan SMA, Gubernur KDM yang diwakili oleh Biro Kesra, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bupati Indramayu yang diwakili Caridin, serta Badan Wakaf Al-Qur’an, Koperasi Nasional Kori Qoha Sedesha, dan ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia.


Gerakan Nasional Bebas Buta Aksara Al-Qur’an Dimulai dari Indramayu


Ketua DPP LPQQ, Mahbub Sholeh Zarkasyi, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini.


“Alhamdulillah, dimulai dari Kabupaten Indramayu hari ini terselenggara kegiatan skala nasional dalam bentuk bimbingan teknis bagi guru pendidikan dasar, menengah, dan guru PAI. Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta di Embarkasi Jawa Barat Indramayu,” ujarnya.


Menurut Zarkasyi, tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan kepedulian terhadap masih banyaknya generasi muslim Indonesia yang belum mampu membaca Al-Qur’an.


“LPQQ berkomitmen membangun kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta PAI untuk melakukan gerakan nasional mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar,” tambahnya.


Ia menegaskan bahwa gerakan nasional ini resmi diluncurkan di Indramayu dan menjadi langkah awal menuju Indonesia bebas buta aksara Al-Qur’an.


“Bismillah, hari ini kita mulai dari Indramayu. Kami serius mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar muslim di tanah air,” tegasnya.


Zarkasyi menargetkan bahwa dalam 5 (lima) tahun ke depan, seluruh pelajar muslim di Indonesia sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan baik.


“Kami ingin gerakan ini berdampak nyata, memfasilitasi para pelajar untuk bisa membaca Al-Qur’an. Targetnya, dalam lima tahun ke depan Indonesia bebas buta aksara Al-Qur’an,” tutupnya.


Antusiasme Peserta Tinggi, Dukungan Pemerintah Daerah Luar Biasa


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Siti Ana Maryah, menjelaskan bahwa kegiatan nasional ini merupakan kelanjutan dari Bimtek tingkat kabupaten yang sebelumnya diikuti oleh 500 peserta.


“Alhamdulillah, sebelumnya kegiatan tingkat kabupaten didukung penuh oleh Pemerintah Daerah tanpa biaya alias gratis. Kali ini di tingkat nasional, peserta juga mendapat wakaf Al-Qur’an dan buku Metode Islah, sedangkan konsumsi ditanggung mandiri,” jelasnya.


Antusiasme peserta, lanjutnya, sangat luar biasa.


“Target awal kami 2.000 peserta, namun karena keterbatasan gedung hanya bisa menampung 1.000 orang. Tujuan utama kami adalah mengantarkan bangsa Indonesia bebas dari buta aksara Al-Qur’an. Saat ini, sekitar 63 persen masyarakat muslim Indonesia masih belum bisa membaca Al-Qur’an,” ungkap Siti.


Kegiatan berlangsung lancar hingga sore hari, ditutup dengan istirahat, sholat, dan sesi pembahasan materi inti Bimtek.



Penulis: Thoha

Editor: D-Nss

Thursday, 6 November 2025

Dosen KPI UIC Hadiri Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional di Jakarta

Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Kabar Ngetren/Jakarta — Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (UIC), Retna Dwi Estuningtyas, menghadiri Annual Conference On Pesantren Education-Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional bertema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu yang Berkeadilan”. 


Kegiatan berlangsung pada Rabu hingga Jumat, (5–7/11/2025), di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh berbagai tokoh nasional, akademisi, serta perwakilan pesantren dari seluruh Indonesia.


“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan etika komunikasi umat,” ujar Retna Dwi Estuningtyas, Dosen KPI UIC, kepada Syariah.com, Rabu, (5/11/2025).


Konferensi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, ini bertujuan memperkuat pengakuan, afirmasi, dan fasilitasi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Acara dibuka dengan Pidato Kunci oleh K.H. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Majelis Masyayikh, yang menekankan pentingnya menjaga independensi pesantren di tengah kebijakan nasional. Disusul oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama RI, yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan dunia pendidikan tinggi.


Berdasarkan rundown konferensi, hari pertama diisi dengan diskusi panel bertema “Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan”, menampilkan narasumber H. Marwan Dasopang, M.Si. (Ketua Komisi VIII DPR RI), Dr. Hetifah Sjaifudian (Komisi X DPR RI), serta Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. (Dirjen Pendis Kemenag RI).


Diskusi panel kedua mengangkat tema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pesantren untuk Pendidikan Berkeadilan”, menghadirkan Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Dr. Basnang Said, M.Ag., dan K.H. Hodri Arief, M.Ag. (Ketua RMI PBNU).


Hari kedua menampilkan pidato kunci oleh Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., serta panel bertema “Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pendidikan Pesantren yang Bermutu” yang menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, bersama para akademisi dan praktisi pendidikan nasional.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI


Sementara itu, dijadwalkan nantinya di sesi terakhir yaitu Dr. (HC) Muhaimin Iskandar, M.Si. (Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat) dan acara puncak diagendakan ditutup dengan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menko PMK).


Sebagai akademisi dan pemerhati komunikasi keislaman, Retna Dwi Estuningtyas menilai konferensi ini penting sebagai ruang kolaborasi antara dunia pesantren dan perguruan tinggi Islam.


“Dalam perspektif komunikasi Islam, pesantren adalah sumber keteladanan moral dan spiritual. Ketika pesantren dan perguruan tinggi bersinergi, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga halus tutur, kuat iman, dan berjiwa pengabdi,” ungkapnya.


Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada Jumat (7/11/2025) dengan sesi Rencana Tindak Lanjut yang dirancang untuk memperkuat jejaring kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pesantren guna mewujudkan pendidikan Islam yang berkeadilan dan bermutu.


Sumber: Tim Redaksi

Kontributor: Retna Dwi Estuningtyas – Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Wednesday, 3 September 2025

SDN 1 Ploso Raih Prestasi di Lomba MAPSI XXVI Kecamatan Purwantoro, Semangat Juara Tetap Membara!

SDN 1 Ploso Raih Prestasi di Lomba MAPSI XXVI Kecamatan Purwantoro, Semangat Juara Tetap Membara!


Purwantoro – Gelaran Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) ke-XXVI tingkat Kecamatan Purwantoro berlangsung sukses dan penuh semangat. 


Acara yang digelar pada Rabu, 3 September 2025 ini bertempat di SD IT Nurul Iman Purwantoro, Jalan Salak No. 36, Karanglo, Tegalrejo. 


Seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Purwantoro ikut memeriahkan ajang tahunan ini, termasuk SDN 1 Ploso yang berhasil membawa pulang juara harapan 3 lomba kaligrafi lewat penampilan apik Alfian Risky dan Eva.


Selain itu, SDN 1 Ploso juga mengirimkan banyak wakil di berbagai cabang lomba MAPSI lainnya. 


Di antaranya, Lintang dan April tampil di cabang cerita Islami, sedangkan tim rebana diisi oleh Fadil, Erin, Danish, Abi, Aqmal, Ambar, Novi, Nurul, Vania, Dika, Zaki, sementara Calista mengikuti lomba khot, Dian tampil di cabang khotbah, Nadia di tilawah, dan Zaki juga mengumandangkan azan dengan suara merdu.


Walaupun belum semua membawa pulang piala utama, semangat anak-anak SDN 1 Ploso patut diacungi jempol. 


Mereka tetap menunjukkan kebanggaan luar biasa telah menjadi bagian dari kompetisi yang sarat nilai keagamaan dan seni Islam tersebut.


“Alhamdulillah, kami bangga dengan pencapaian teman-teman di MAPSI tahun ini. Walaupun baru sampai juara harapan, semoga ke depan bisa meraih juara 1,” ujar salah satu peserta.


Gelaran MAPSI ini menjadi wadah penting dalam mengasah bakat dan minat siswa di bidang keagamaan sekaligus seni Islam. 


Tak hanya soal siapa yang menang, tetapi juga ajang mempererat ukhuwah antarsekolah dasar di Kecamatan Purwantoro.


Para peserta berharap, tahun depan SDN 1 Ploso dapat meningkatkan prestasi mereka dengan persiapan yang lebih matang dan latihan yang lebih rutin. 


Dukungan dari guru, orang tua, serta semangat teman-teman sekolah diharapkan mampu menjadi penyemangat tambahan untuk meraih hasil maksimal.


Lomba MAPSI sendiri rutin diadakan setiap tahun sebagai ajang kompetisi positif bagi siswa sekolah dasar. 


Dengan adanya lomba ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal nilai-nilai Islam, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami seperti kaligrafi, rebana, tilawah, khotbah, dan azan.


Meski belum membawa pulang banyak gelar juara, SDN 1 Ploso menunjukkan bahwa perjuangan dan kebersamaan dalam berkarya jauh lebih penting daripada sekadar piala. 


Semoga tahun-tahun berikutnya, prestasi mereka semakin gemilang. (Thid/Dr).

Trending