Showing posts with label Inovasi. Show all posts
Showing posts with label Inovasi. Show all posts

Saturday, 27 January 2024

Kepala BSKDN: Keterlibatan Berbagai Aktor Inovasi di Kabupaten Pali Harus Semakin Meningkat


Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo memacu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Pematang Ilir (Pali) Provinsi Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan keterlibatan berbagai aktor inovasi guna membangun ekosistem inovasi yang lebih baik. 

Menurutnya, aktor inovasi harus datang dari berbagai pihak untuk meningkatkan keberagaman inovasi termasuk melibatkan masyarakat. 

"Insiator inovasi di Kabupaten Pali saat ini masih didominasi oleh ASN (Aparatur Negeri Sipil), ke depannya kami harap aktor inovasi dapat datang dari berbagai pihak termasuk masyarakat," ungkap Yusharto saat menerima kunjungan Pemkab Pali di Ruang Video Conference pada Kamis, 25 Januari 2024. 

Di lain sisi, berdasarkan laporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2023, Kabupaten Pali mengalami peningkatan pada aspek kuantitas inovasi, hanya saja variabel hasil kreatifnya masih rendah. 

Ini disebabkan karena rendahnya capaian parameter pada indikator kualitas inovasi yang mayoritas ada pada paremeter satu. 

Untuk itu, Yusharto meminta agar Pemkab Pali memperhatikan setiap aspek dalam proses pelaporan inovasi melalui aplikasi IID. 

"Kami harap ke depannya partisipasi dalam proses pengukuran semakin baik dengan memperhatikan berbagai aspek dalam pelaporan inovasi. Jangan melapor inovasi pada waktu-waktu terakhir, kalau sudah yakin (kematangan inovasinya baik) percepat pelaporannya," jelasnya. 

Yusharto mencontohkan, inovasi Kandaku Rindu (Pernikahan Dapat Data Kependudukan Diantar Dukcapil) yang dimiliki Pemkab Pali yang sudah dilaporkan melalui aplikasi IID semula mendapatkan nilai asesmen yang cukup tinggi yakni 109, namun setelah diverifikasi nilainya mengalami penurunan menjadi 59. 

"Ini perlu menjadi perhatian Pemkab Pali, apa saja yang harus dievaluasi mengingat pada pelaporan inovasi tahun 2023 terdapat 25,38 persen indikator yang tidak terisi atau tidak sesuai," ungkapnya. 

Dia melanjutkan, ada 52 inovasi dari Pemkab Pali yang telah berhasil direview oleh tim verifikasi dengan total nilai mencapai 53,66. 

Inovasi tersebut telah diterapkan 2 tahun ke belakang yakni tahun 2021 dan 2022. Dari 52 inovasi itu, 32 di antaranya dari 2021 dan 20 inovasi lainnya dari 2022. 

Adapun inovasi pada tahun 2022 masih dapat dilaporkan kembali pada tahun 2024, sementara inovasi pada tahun 2021 tidak dapat lagi dilaporkan kecuali mengalami proses pengembangan atau pembaharuan terlebih dahulu. 

"Jadi pada intinya bisa dilaporkan kembali tetapi harus ada pengembangan dari inovasi tersebut bisa terkait penambahan substansi atau cakupan wilayahnya. Inovasi yang sudah lebih dari dua tahun tidak bisa dilaporkan kembali karena sudah secara otomatis tertolak sistem dan tidak masuk ke dalam database," pungkasnya.

Lantik Empat Pejabat Eselon II, Pj Gubernur Agus Fatoni: Lakukan Inovasi dan Terobosan Baru, Jangan Bekerja Biasa-Biasa Saja


Palembang - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni melantik empat orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. 

Pelantikan ini dilakukan di Auditorium Bina Praja Setda Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/1/2024). 

Keempat eselon II tersebut adalah Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel  Fitriana dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumsel Teddy Meilwansyah dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Kepala Biro Organisasi Setda Sumsel M Zaki Aslam dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Sumsel H. Nelson Firdaus dilantik menjadi Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sumsel.

Fatoni berharap kepada pejabat yang baru saja dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, kecepatan yang tinggi namun juga harus memperhatikan Peraturan Perundang-Undangan. 

“Kami ucapkan selamat untuk pejabat yang baru saja dilantik, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.  Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama di posisi masing-masing atas dedikasinya, atas kontribusinya saat menduduki posisi masing-masing,” kata Fatoni. 

Fatoni juga menghimbau agar pejabat dapat bekerja dengan maksimal, bekerja keras dengan melakukan sejumlah inovasi dan terobosan baru.

“Jadi jangan bekerja biasa-biasa saja karena seluruh pekerjaan kita itu akan kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat, kepada bangsa, dan negara serta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Fatoni.

Menurutnya, ada tiga poin penting yang harus ditanamkan dalam diri antara lain kompetensi, komitmen dan kekompakan. 

Kompetensi ini tidak pernah berhenti, tidak ada kompetensi yang sudah mentok dan tidak ada kompetensi yang mencapai sempurna sehingga masih dibutuhkan upaya terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi.

“Selalu ada yang belum kita kuasai, selalu ada yang belum kita mengerti dan belum kita pahami, maka kita terus-menerus harus belajar, kedua juga yang penting adalah komitmen, rasa tanggung jawab, rasa memiliki dan rasa ingin bekerja dengan sebaik-baiknya itu juga akan mudah kalau untuk bapak ibu punya komitmen, kalau tidak punya komitmen tidak akan berkontribusi untuk organisasi,” tegasnya.

Ditemui awak media usai melakukan pelantikan pejabat eselon II tersebut, Fatoni mengatakan pergeseran ataupun mutasi dimaksudkan untuk melakukan penyegaran, agar organisasi lebih dinamis dan maksimal sehingga kinerjanya bisa lebih baik lagi.

“Lebih dinamis lebih maksimal lagi dan kinerjanya bisa lebih baik lagi. Jadi mutasi ini akan sering dilakukan dalam rangka untuk bisa memastikan bahwa organisasi bisa lebih efektif dan dinamis. Kadangkala orang itu bagus tapi tidak tepat di satu jabatan, maka perlu dipikirkan jabatan yang lebih tepat lainnya,” ucap Fatoni.

Tuesday, 2 May 2023

Kurikulum Merdeka dan Kebebasan Inovasi dalam Pembelajaran


 Kabar Ngetren/Jakarta –  Transformasi besar terjadi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, terutama di bidang pendidikan. Gerakan Merdeka Belajar, yang terdiri dari 24 episode, telah membawa kita lebih dekat pada cita-cita Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat. Para guru sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka. Selain itu, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


Kepala Sekolah dan Kepala Daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikan sekarang dapat menggunakan data asesmen nasional di platform Raport Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas pelayanan pendidikan. Para guru secara berlomba-lomba berbagi dan berkarya dengan hadirnya platform Merdeka Belajar Mengajar. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi seleksi masuk perguruan tinggi pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.


Dalam hal pendanaan, perluasan program beasiswa memberikan kesempatan lebih banyak untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ukuran dana untuk mendanai riset telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi. Selain itu, mekanisme dana Indonesia yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif, para seniman, dan pelaku budaya sehingga mampu menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung kemajuan kebudayaan.


Gerakan Merdeka Belajar harus dirayakan dengan penuh syukur dan semangat karena semua hasil kerja keras dan kerja sama kita. Pendidik dan tenaga pendidikan, seniman, dan pelaku budaya, serta para pendidik di seluruh penjuru Nusantara adalah kapten dari kapal besar bernama Indonesia. Perjalanan harus dilanjutkan dan perjuangan harus terus berlanjut agar semua anak bangsa merasakan kemerdekaan yang sebenarnya dalam belajar dan bercita-cita. Mari kita semarakkan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, mendidik generasi pelajar Pancasila yang cerdas, berkarakter, dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan. (eFHa)

Trending