Showing posts with label Sukoharjo. Show all posts
Showing posts with label Sukoharjo. Show all posts

Thursday, 2 May 2024

TMMD Reguler ke-120, Dandim: Persiapan dan Harapan untuk Pembangunan Desa Wirun


Kabar Ngetren/Sukoharjo - Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Slamet Riyadi, S.E., melakukan peninjauan ke Lokasi TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-120 Tahun Anggaran 2024, Kamis, (2/5).

TMMD Reguler ke-120 dijadwalkan akan digelar pada tanggal 8 Mei 2024 di desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan lokasi dan sasaran TMMD di desa Wirun.

Dandim 0726/Sukoharjo turut di lokasi bersama Danramil 10/Mojolaban, Kapten Inf Sunarto, dan Kades Wirun, Eri Suseno Wibowo, S.E., beserta Perangkat Desa Wirun.


Dalam peninjauan tersebut, Dandim memeriksa beberapa sasaran fisik yang akan dikerjakan selama 30 hari pelaksanaan TMMD Ke-120. Ini termasuk pembangunan talud jalan pertanian, betonisasi, dan urug jalan pertanian di Desa Wirun.

Selain sasaran fisik, TMMD juga mencakup rehab rumah tidak layak huni (RTLH), masjid, MCK, pos kamling, dan pembuatan sumur dalam.

Untuk sasaran non fisik, berbagai penyuluhan akan dilakukan oleh stakeholder dan elemen masyarakat Sukoharjo, termasuk penyuluhan wasbang dan bela negara, kesehatan dan stunting, pertanian, e-KTP, serta moderasi beragama dan sosialisasi UU Perkawinan.

Dandim menyatakan harapannya agar semua kegiatan berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditentukan, dengan persiapan material yang telah dilakukan oleh para anggota di lokasi sasaran fisik.

Babinsa Wirun, Serma Siswanto, juga menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak pra-TMMD dengan langsiran berbagai material dan beberapa pekerjaan pendahuluan.

TMMD merupakan upaya percepatan pembangunan di daerah pedesaan dan peningkatan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat, melalui keterpaduan antara TNI dan pemerintah daerah.

Menurut Dandim 0726/Sukoharjo, TMMD Reguler ke-120 Tahun Anggaran 2024 merupakan kerjasama antara TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo yang melibatkan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat Sukoharjo.

Sumber: Agus Kemplu, editor: eFHa. 

Wednesday, 24 April 2024

Polda Jateng Berhasil Ungkap Dua Kasus Kriminal yang Menonjol


Kabar Ngetren/Semarang - Polda Jawa Tengah telah berhasil mengungkap dua kasus kriminal yang menonjol di wilayahnya. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Mapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah, bersama dengan jajaran petinggi kepolisian lainnya, mengumumkan keberhasilan dalam mengungkap kasus-kasus tersebut pada hari Rabu, 24/4.

Kasus pertama yang diungkap adalah perampokan bersenjata yang terjadi di toko emas di Blora. Tiga orang tersangka residivis berhasil diamankan dalam kasus ini setelah melakukan aksi perampokan di beberapa lokasi sebelumnya. Pada perampokan terakhir yang terjadi di Toko Mas Murni di Desa Wado, Kedungtuban, Blora pada Selasa, 16/4, para pelaku mengancam karyawan toko dengan senjata api airsoftgun yang dimodifikasi. Mereka berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp. 150 juta. 


Berkat penggunaan metode Scientific Crime Investigation melalui CCTV dan IT, petugas berhasil menangkap tiga tersangka di Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu, 21/4. Dari tangan tersangka, petugas menyita senjata rakitan, perhiasan, handphone, dan uang tunai.

Kasus kedua yang diungkap adalah pembunuhan seorang wanita di dekat pemakaman umum di desa Jatisobo, Sukoharjo. Mayat korban ditemukan oleh seorang warga pada Minggu, 14/4. Tim gabungan Polres Sukoharjo dan Polda Jateng berhasil menangkap tiga pelaku, yang ternyata masih merupakan pelajar. 

Pelaku utama mengakui melakukan pembunuhan bersama dua orang lainnya karena desakan kebutuhan hidup dan hutang. Modus operandi pelaku melibatkan pemukulan dan pembuangan mayat korban di selokan dekat tempat kejadian. Barang bukti yang berhasil diamankan termasuk sepeda motor korban, batu yang digunakan sebagai senjata, tali, dan pakaian korban.

Kapolda menegaskan bahwa para pelaku akan dijerat dengan pasal-pasal berlapis dalam KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati, seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun.

Sumber: Bidhumas Polda Jateng, editor: eFHa. 

Tuesday, 23 April 2024

Dandim 0726/Sukoharjo Menguatkan Tali Silaturahmi melalui Halal Bihalal Idul Fitri


Kabar Ngetren/Sukoharjo - Dalam suasana Idul Fitri 1445 H, Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E., memimpin acara Halal Bihalal bersama Keluarga Besar Kodim 0726/Sukoharjo dan Insan Pers di Wilayah Sukoharjo. Acara ini berlangsung di Makodim 0726/Sukoharjo pada Selasa, 23/4.

Kehadiran dalam kegiatan ini meliputi para Perwira Staf, Danramil Jajaran beserta keluarga, serta para anggota Militer maupun PNS Kodim 0726/Sukoharjo bersama keluarga mereka. Ibu-ibu Pengurus Persit KCK XLVII Ranting Kodim 0726/Sukoharjo juga turut serta, bersama anggota dan insan pers dari media cetak dan elektronik di wilayah Kabupaten Sukoharjo.


Acara dibuka dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri oleh Kapten Inf Sutrisno beserta Ibu, mewakili para Anggota Militer dan PNS Kodim 0726/Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E., menyampaikan penghargaan atas kehadiran semua pihak dan menekankan pentingnya memelihara hubungan baik yang telah terjalin.

"Saya, atas nama pribadi, mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang terjadi selama ini. Saya berharap agar ke depannya dapat terjalin kerjasama yang lebih baik lagi, dan silaturahmi ini tetap terjaga," ungkap Dandim Sukoharjo.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 500 orang. Setelah sesi ramah tamah, dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal yang dimulai dengan saling bersalam-salaman antara Prajurit, PNS berserta keluarga mereka, wartawan, serta anggota Persit dengan Dandim 0726/Sukoharjo dan seluruh undangan yang hadir. eFHa. 

Monday, 8 April 2024

Dandim 0726/Sukoharjo Serahkan Bantuan Kaki Palsu kepada Penyandang Disabilitas


Kabar Ngetren/Sukoharjo - Dalam upaya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E bersama dengan Yayasan Benih Baik dan We Love Other (WLO) telah menyerahkan bantuan kaki palsu di Koramil 06/Kartasura pada hari Senin, 8/4.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Letkol Inf Arif Isnawan Kasiter Korem 074/Wrt, Kapten Inf Ismail Danramil 06/Kartasura, Agus Setyo Nugroho dari APOC Medical Boyolal, serta Totok Mujiono sebagai penerima kaki palsu dan Suroto sebagai penerima tangan palsu.


Dalam sambutannya, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E menyampaikan bahwa bantuan tersebut disalurkan kepada saudara kita yang mengalami disabilitas, Totok dan Suroto. Dia juga menambahkan bahwa TNI Angkatan Darat selalu siap membantu kesulitan rakyat, terutama di bulan suci Ramadan ini.

Dandim berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat beraktivitas dengan lebih layak dan setara. Dia juga memberikan pesan kepada mereka agar tetap semangat menghadapi situasi yang dihadapi, sambil berharap bantuan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

Dandim juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Benih Baik dan We Love Other (WLO) atas bantuan yang diberikan, dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Agus Kemplu. 

Friday, 5 April 2024

Kodim 0726/Sukoharjo bersama Forkopimda Lakukan Monitoring Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Bekonang


Kabar Ngetren/Sukoharjo - Dalam upaya untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, Letnan Kolonel Czi Slamet Riyadi, S.E., Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, bersama Forkopimda Sukoharjo, melakukan monitoring di Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban, pada Jum'at, 5/4

Forkopimda Sukoharjo memeriksa harga sembako, termasuk daging sapi, hasil laut, ayam, sayur-sayuran, cabe, bawang, beras, kelontong, dan minyak goreng.


Hasil pemantauan yang dilakukan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok di pasar Kabupaten Sukoharjo masih stabil, dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan.

Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, S.E., M.M., beserta Forkopimda, secara langsung memeriksa dan berdialog dengan pedagang mengenai harga dan stok barang.

“Hari ini kami memeriksa ketersediaan barang di Pasar Bekonang. Dalam pemantauan kali ini, tidak terdapat kenaikan harga sembako yang mencolok, dan cenderung stabil,” ungkap Bupati.

“Harapan kami, masyarakat dan pedagang dapat membeli produk lokal Sukoharjo, termasuk beras dan makanan lainnya, karena stok kebutuhan pokok terjaga dengan baik,” lanjutnya.

Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E., Dandim 0726/Sukoharjo, menjelaskan bahwa monitoring di pasar bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok. “Ketersediaan bahan pokok sampai saat ini masih aman, dan pasokan tidak mengalami kendala. Harga bahan pokok juga relatif stabil,” ujarnya. eFHa. 

Monday, 18 December 2023

Keceriaan Anak-anak dari KB RA AL Mabrur Bendosari Outingclass di Makodim 0726/Sukoharjo


Kabar Ngetren/Sukoharjo - Anak-anak dari KB RA AL Mabrur Kec. Bendosari menyambangi Makodim 0726/Skh melaksanakan outing class sebagai alternatif proses belajar mengajar interaktif yang bertujuan menumbuhkan kreativitas siswa, Senin (18/12/23).

Metode outing class sangat cocok bagi siswa-siswi tingkat Paud maupun Taman kanak-kanak, demikian halnya apa yang dilakukan oleh 91 siswa-siswi KB RA AL Mabrur Kec. Bendosari ini.

Dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Purwadi bersama para Guru Pembimbing melaksanakan Outing class di Makodim 0726/Sukoharjo.

"Outing class merupakan metode belajar yang menyenangkan, mengajarkan kepada siswa untuk lebih dekat dengan alam dan lingkungan sosial sekitarnya, Anak-anak merasa senang, terlihat dari antusiasme dan keceriaan mereka selama mengikuti kegiatan, saya rasa metode ini sangat cocok untuk mengisi wawasan kebangsaan dan penegenalan lingkungan bagi anak-anak, mereka akan merekam memori ini hingga dewasa nanti", kata Pelda Sugihartono.

Para Guru pembimbing juga tampak bersemangat melihat kegiatan anak-anak didiknya bersama para anggota Kodim 0726/Sukoharjo. 

Diterima oleh Peltu Sugiharto selanjutnya rombongan Anak-anak dari KB RA AL Mabrur diberikan materi pengenalan profesi dan wawasan kebangsaan oleh Batipers Serma Sumarlan.

Diselingi Yel-yel dan permainan interaktif, penyampaian dasar Wawasan Kebangsaan diberikan materi tentang Pancasila dan Bendera di Aula, agar susasana lebih menyenangkan dan cair. 

Sesi outing class diakhiri dengan pengenalan lingkungan Makodim dan sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada Kodim 0726/Sukoharjo.

"Anak-anak merasa senang, terlihat dari antusiasme dan keceriaan mereka selama mngikuti kegiatan, saya rasa metode ini sangat cocok untuk mengisi wawasan kebangsaan dan penegenalan lingkungan bagi anak-anak, mereka akan merekam memori ini hingga dewasa nanti", kata Serma Sumarlan.

Kepala Sekolah KB RA AL Mabrur bapak Purwadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komandan Kodim 0726/Sukoharjo atas kesempatan yang telah diberikan untuk melaksankan outing class di Makodim 0726/Sukoharjo. 

Outing class ini sangat baik karna siswa siswi bisa belajar dari lingkungan yang berbeda sehingga memberikan pengalaman yang berbeda pula, bisa bersosialisasi dengan dunia luar. 

Apalagi dengan bapak-bapak TNI merupakan pengalaman tersendiri bagi anak-anak.

(*)

Monday, 29 May 2023

Polisi Gunakan Metode Ilmiah untuk Mengungkap Kasus Mutilasi di Sukoharjo


 

Kabar Ngetren/Semarang – Polda Jateng telah mengumpulkan bukti yang cukup dalam kasus penemuan mayat yang telah terjadi di Solo dan Sukoharjo. Berdasarkan bukti yang telah dikaji dan dikumpulkan.


Polda Jateng sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku mutilasi dengan korban berinisial R, yang merupakan warga Keprabon Wetan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.


"Insya Allah, dalam waktu dekat semua akan terungkap," tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy saat dikonfirmasi, Sabtu (27/5).


Saat ini, Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa 21 orang saksi untuk membantu mengungkap pelaku mutilasi.


"Polri dalam mengungkap kasus ini menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) sehingga kasus ini dapat diungkap berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. 


Termasuk, menyinkronisasikan antara keterangan 21 orang saksi yang telah kami mintai keterangan," ungkap Iqbal.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan media yang telah membantu dalam mengungkap kasus ini.


Seperti yang diketahui, telah ditemukan enam potongan tubuh mayat di sepanjang sungai di wilayah Sukoharjo dan Solo. 


Potongan pertama berupa kaki kiri ditemukan oleh seorang warga pada Minggu (21/5) pukul 11.30 WIB di bantaran Sungai Bengawan Solo, Palur Mojolaban Sukoharjo.


Satu jam kemudian, potongan kedua berupa tubuh manusia ditemukan di Sungai Jenes di bawah Jembatan Kampung Waringin Rejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.


Pada hari yang sama, pukul 17.30 WIB, potongan kepala manusia ditemukan di bantaran Sungai Mojo, Pasar Kliwon, Solo.


Pukul 19.00 WIB, potongan tubuh berupa tangan kiri ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kedua oleh warga dan petugas yang melakukan pencarian.


Keesokan harinya, Senin (22/5) sekitar pukul 06.30 WIB, potongan tangan kanan ditemukan di aliran Sungai Jenes di Kecamatan Serengan, Solo.


Tim gabungan yang terdiri dari Inafis, Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, dan Labfor Polda Jateng telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), proses identifikasi, dan autopsi terhadap potongan tubuh yang dimutilasi.


Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan satu tubuh jenazah laki-laki dengan usia sekitar 40-50 tahun. Korban memiliki tato di lengan kanan atas dan punggung kanan berupa gambar naga.


Terdapat luka bekas kekerasan pada kepala korban yang menyebabkan pendarahan hebat, diduga sebagai penyebab kematian sebelum tubuhnya dimutilasi dan ditenggelamkan.


"Hasil autopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah kekerasan tajam pada bagian atas kepala," ungkap Iqbal.


Identitas korban mulai terkuak saat petugas melakukan pemeriksaan sidik jari tengah menggunakan metode daktiloskopi. 


Hasilnya, sekitar 70 persen sidik jari tersebut teridentifikasi sebagai sidik jari korban dengan inisial R berusia 50 tahun. Petugas juga melakukan tes darah dari keluarga korban untuk memperbarui hasil identifikasi.


"Hasil identifikasi juga diperkuat dengan bukti lain berupa foto gambar naga di lengan kanan yang diperoleh dari penyelidikan anggota operasional.


Berdasarkan hasil CSI, Polri menyimpulkan bahwa korban adalah "R" warga Keprabon Wetan, Banjarsari, Solo," tambahnya. (eFHa)

Trending