Showing posts with label Penyandang Disabilitas. Show all posts
Showing posts with label Penyandang Disabilitas. Show all posts

Monday, 15 December 2025

Polsek Bojongsari Salurkan Bansos untuk Keluarga Difabel Kurang Mampu


Kabar Ngetren/Purbalingga – Polsek Bojongsari menyalurkan bantuan sosial untuk warga tidak mampu yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas di Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Senin, (15/12/2025).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Bojongsari AKP Muslimun bersama sejumlah anggota. Bantuan diberikan kepada keluarga Ahmad Subadi (70) dan istrinya Maelani, yang memiliki putri bernama Beti Setiani (28) penyandang disabilitas.



Kapolsek Bojongsari mengatakan pemberian bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Bojongsari. 


“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi dan fisik,” ujar Kapolsek.



Disampaikan bahwa bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang antara lain berisi beras, telur, mi instan, minyak goreng, gula pasir, teh dan kopi, serta sejumlah pakaian. 


"Kami berharap bantuan yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," ucapnya. 



Maelani menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Polsek Bojongsari. Menurutnya bantuan yang diberikan sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya. 


“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Polsek Bojongsari. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ucapnya. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Wednesday, 3 December 2025

Pemkab Purbalingga Dorong Kesetaraan dan Kemandirian Penyandang Disabilitas


Kabar Ngetren/Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya dalam membangun kabupaten yang inklusif dan ramah disabilitas. Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga Suroto saat mewakili Bupati Purbalingga dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-33 tingkat Kabupaten Purbalingga, yang digelar di Pendopo Dipokusumo, Rabu, (3/12/2025).


"Tidak boleh ada warga Purbalingga terhalangi untuk hidup mandiri dan produktif hanya karena keterbatasan fisik," kata Suroto usai menyerahkan alat bantu disabiltas.


Ia mengungkapkan menyaluran alat bantu disabiltas tersbeut sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak dasar penyandang disabilitas. 


Melalui bantuan itu, pemerintah berharap tingkat aksesibilitas, kualitas hidup, serta kepercayaan diri para penerima dapat meningkat sehingga mereka semakin aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, maupun ekonomi.


Lebih lanjut Suroto menyatakan peringatan Hari Disabilitas mengandung makna pengakuan akan eksistensi penyandang disabilitas, sekaligus peneguhan komitmen pemkab untuk mewujudkan kemandirian, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi kaum disabilitas.


Pada peringatan tahun ini, Suroto menekankan acara bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang silaturahmi, apresiasi, serta pemberian kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka.


"Kami berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat eksistensi para sahabat disabilitas, menumbuhkan iklim yang mendukung, dan mengembangkan potensi mereka agar mampu tumbuh menjadi individu yang tangguh dan mandiri," tuturnya.


Kepala DinsosdaldukKBP3A Muhammad Fathurrohman mengatakan, pada peringatan HDI tahun ini pihaknya membagikan bantuan kepada 300 orang dengan kecacatan berat (ODKB) dan 250 paket sembako untuk penyandang disabilitas. 


Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-33 tingkat Kabupaten Purbalingga berlangsung meriah dan penuh kehangatan dengan berbagai penampilan seni dari siswa SLB Negeri Purbalingga dan SD Purba Adhi Suta.


Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Sendratari Roro Jonggrang yang dibawakan secara kolaboratif oleh para siswa. Dengan gerakan yang teratur dan ekspresi penuh penghayatan, para penampil berhasil menghidupkan kembali legenda Roro Jonggrang di hadapan para tamu undangan dan peserta yang memenuhi lokasi acara.


Tidak hanya sendratari, para siswa juga menampilkan kemampuan mereka dalam bernyanyi secara grup maupun solo. Suara merdu, keberanian tampil, serta rasa percaya diri mereka menjadi sorotan yang mengundang apresiasi dan tepuk tangan meriah dari penonton.


Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki bakat dan potensi besar, serta berhak mendapatkan ruang yang sama untuk berekspresi dan berkarya. 


tha/prokopim.

Friday, 19 January 2024

Ombudsman Puji Kapolri Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Polisi: Itu Luar Biasa!


Jakarta - Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Johanes Widijantoro menilai sebuah langkah maju Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kebijakan rekrutmen kepada penyandang disabilitas untuk menjadi anggota Polri untuk menjadi perwira kepolisian, pun bintara pada tahun ini.

Menurutnya hal ini menjadi kepedulian dan keberpihakan Polri untuk memberikan ruang kesempatan untuk bekerja dan mengabdi sebagai anggota Polri. 

Pasalnya, selama ini kata Johanes, penyandang disabilitas tidak memiliki ruang sama sekali untuk mendapatkan pekerjaan.

"Sehingga kalau Polri ada policy (kebijakan) semacam itu kita sangat apresiasi dan harapannya ditangkap oleh rekan-rekan penyandang disabilitas dimanfaatkan dimana pun ditempatkan," kata Johanes dalam keterangannya, Kamis (18/1/2024).

"Karena saya secara langsung sudah menemukan di Polres Kota Malang ada enam orang penyandang disabilitas itu dikaryakan sebagai tenaga honorer, tapi saya katakan itu kebijakan luar biasa," tandasnya.

Dengan hadirnya teman-teman penyandang disabilitas sebagai anggota Polri kata Johanes, tentunya Polri akan memiliki sensifitas terhadap mereka. 

Pasalnya, selama ini yang menjadi problem umum kepolisian belum memahami kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik.

"Dengan digalang, harapan saya pelayanan kepolisian kepada penyandang disabilitas akan lebih cepat sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Ini soal mindset soal bagaimana memuaskan, memahami dan merespon apa yang mereka perlukan di semua satker dan unit ini menarik," ujarnya.

"Kemudian keterampilan, contohnya kalau ada aparat kepolisian kita yang juga penyandang disabilitas tuli misalnya, nah mereka bisa berbahasa isyarat. Ketika masyarakat yang mengakses kepolisian juga penyandang disabilitas tuli chemistrynya dapat dan feel juga dapat, artinya mereka akan terlayani dengan baik," imbuhnya.

Johanes juga memberikan masukan, untuk Polri menyiapkan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas yang nanti diterima sebagai anggota Polri. Sehingga mereka leluasa memiliki aksesibilitas untuk bekerja. 

Ia juga berujar, kebijakan tersebut tersebut akan mengangkat citra Polri.

"Kita tidak hanya katakan ini humanis tapi juga menjadi solusi yang menjadi persoalan penyandang disabilitas," tandasnya.

Seperti diketahui, pada Tahun Anggaran 2024, Polri juga memberikan kesempatan untuk penyandang disabilitas sebagai anggota Polri. 

Mereka yang lulusan dari SMK/SMA bisa mendaftar melalui jalur sekolah Bintara Polri. 

Sementara untuk yang lulusan perguruan tinggi melalui rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).

"Bahwa tahun ini, Polri merekrut personel dari kelompok disabilitas, di mana rekrutmen disabilitas bintara Polri adalah untuk yang menamatkan pendidikan di tingkat SMU dan SMK. Kemudian SIPSS untuk lulusan perguruan tinggi," kata Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1/2024).

Dedi menuturkan penyandang disabilitas yang diterima akan ditugaskan untuk mengisi jabatan-jabatan seperti Teknologi Informasi (TI), Siber, Bagian Keuangan, Bagian Perencanaan, Administrasi dan lainnya bersifat non-lapangan.

Trending