Monday, 11 December 2023
Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran (RPG), Hadiri Kampanye Prabowo-Gibran Di Gedung SICC Sentul Babakan Madang
Sunday, 6 August 2023
Banyak Ranjau Paku di Temukan, Relawan GBRP (Gerakan Bersih Ranjau Paku) Menyisir Jalanan Ibukota
.png)
Kabar Ngetren/Jakarta - Membutuhkan jiwa sosial dan rasa kesadaran tinggi untuk menjadi seorang relawan, pasalnya rela bekerja tanpa pamrih demi keselamatan banyak orang.
Seperti unggahan video media sosial Instagram @papank_papay mengunggah sebuah video yang memperlihatkan ranjau paku yang terjaring di sebuah magnet.
Ranjau paku rangka payung yang di temukan enggak hanya satu atau dua paku, tapi bisa ribuan ranjau paku yang terjaring di magnet para relawan.
Dalam video tersebut salah satu relawan mengatakan, penyisiran di lakukan sepanjang jalan Dewi Sartika arah kampung Melayu jakarta Timur.
"GBRP Gerakan Bersih Ranjau, di jalan Dewi Sartika arah kampung Melayu"ucap salah satu relawan.
"Di sisi kiri dari arah PGC mengarah ke kampung Melayu, di sisi kiri tepatnya di depan pom bensin jalan Dewi Sartika pukul 7: 30 " Sambung relawan satunya lagi.
Hingga saat ini para penebar ranjau paku masih menjadi misteri dan belum terungkap secara pasti.
Para relawan ranjau pakupun tak pantang menyerah menyisir ranjau paku di jalanan. Meskipun resiko yang di alami mengancam keselamatannya.
Salah satunya relawan ranjau paku GBRP (Gerakan Bersih Ranjau Paku) siang dan malam menyisir jalanan Ibukota.
Hasil penyisiran membuat geleng geleng kepala karena di temukan potongan -potongan rangka payung.
Rangka payung yang sengaja di potong potong berukuran pendek sekitar 3 centimeter yang ujungnya di buat runcing.
Pelaku ranjau paku menggunakan rangka payung karena bentuknya yang seperti pipa, jika paku payung tersebut tertancap di ban motor maupun mobil ban tersebut akan langsung kempes seketika.
Sunday, 7 May 2023
WHO Cabut Status Darurat COVID-19: Masyarakat Kembali Hidup Normal
Kabar Ngetren – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mencabut status darurat COVID-19 pada Jumat (5/5/2023) menyusul menurunnya kasus dan kematian akibat virus tersebut. Dalam siaran persnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa COVID-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global.
Dalam pertemuan Komite Darurat Badan Kesehatan Global pada Kamis (4/5/2023), direkomendasikan untuk mendeklarasikan berakhirnya krisis virus Corona sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional". Sejak 30 Januari 2020, tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap COVID-19 telah diberlakukan.
Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk COVID-19, mengingatkan bahwa kita tidak boleh melupakan tumpukan api dan kuburan yang telah digali akibat pandemi COVID-19.
Masyarakat Indonesia juga terkena dampak pandemi COVID-19, dengan banyak kegiatan ekonomi dan pariwisata yang harus tutup atau beralih ke sistem kerja dari rumah. Banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat COVID-19.
Pandemi COVID-19 di Indonesia mengalami pro dan kontra, termasuk dalam pengumuman awal kasus COVID-19 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang dinilai banyak pihak sebagai berita hoaks. Namun, pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengkonfirmasi bahwa ada 2 pasien COVID-19 berasal dari kota Depok yang memiliki KTP DKI Jakarta.
Dari kasus pertama tersebut, pemerintah memberlakukan aturan bertahap untuk menghindari merebaknya penyebaran virus tersebut, termasuk work from home bagi seluruh pegawai di instansi swasta atau lembaga negara dan membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah.
Dengan dicabutnya status darurat COVID-19 oleh WHO, masyarakat di seluruh dunia kini dapat bernafas lega dan kembali hidup normal. Tidak lupa, terima kasih disampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan relawan COVID-19 yang telah berjuang dalam menangani pandemi ini. (Maulana Yusuf)
Monday, 13 March 2023
Polri Gencar Lakukan Himbauan Terkait Erupsi Merapi
Kabar Ngetren/Semarang – Erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (11/3) pukul 12.12 WIB menyebabkan guguran lava yang diikuti dengan luncuran awan panas dan menimbulkan abu vulkanik di beberapa daerah Kabupaten Magelang, termasuk Kecamatan Dukun dan Srumbung.
TNI-Polri dan relawan dari stakeholder lainnya dengan sigap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, seperti pembagian masker, pembersihan jalan, obat-obatan, dan penyuluhan.
Berdasarkan keterangan dari BPPTKG, warga diimbau untuk menghindari area yang berbahaya, yaitu dengan radius 5-7 km dari puncak Merapi karena guguran lava dan awan panas masih terjadi pasca erupsi dengan jarak luncuran yang bervariasi.
Polresta Magelang beserta TNI dan relawan peduli erupsi terus melakukan sosialisasi menggunakan kendaraan patroli Polsek di wilayah Kecamatan Dukun dengan himbauan agar masyarakat tetap tenang, gunakan masker ketika keluar rumah karena dampak abu vulkanik, tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan berbahaya dengan radius tertentu dari puncak Merapi, serta tetap mengikuti perkembangan informasi terkait dinamika erupsi Merapi.
Menurut penjaga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan Yulianto, sejak hari pertama erupsi terjadi hingga Senin (13/3/23), telah terjadi puluhan kali erupsi berupa guguran lava dan awan panas, sehingga menimbulkan abu vulkanik yang berdampak pada warga masyarakat sekitar lereng Merapi, terutama permukiman warga maupun sektor pertanian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan agar tetap selalu waspada serta menjauhi sekitar lokasi radius 7 km dari puncak Merapi. Sejumlah bantuan seperti masker, pembersihan jalan, obat-obatan, dan sosialisasi juga diberikan kepada warga masyarakat yang terdampak erupsi.
Situasi Gunung Merapi yang masih dinamis hingga saat ini membuat Polresta Magelang dan Kodim 0705 Magelang memasang himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah berbahaya, khususnya di Alur Sungai Bebeng dan Alur Sungai Kali Putih di wilayah Kecamatan Srumbung. Kedua sungai tersebut termasuk alur awan panas dari puncak Merapi, sehingga sangat berbahaya untuk beraktivitas di sana.
"Kedua alur sungai ini sangat berbahaya untuk beraktivitas, sehingga disarankan kepada masyarakat dengan radius 7 km agar tidak melakukan kegiatan apapun di kedua alur sungai tersebut," kata Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono. Mengingat kondisi Merapi yang masih berpotensi bahaya, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti himbauan dari pihak berwenang. (eFHa)
Trending
-
Kabar Ngetren/Purbalingga - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo didampingi Ketua Bhayangka...
-
BANDAR LAMPUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 10 Bandar Lampung saat ini tengah menjadi sorotan setelah adanya dugaan pe...
-
Indramayu – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Losarang, Polres Indramayu, resmi mengalami pergantian kepemimpinan. Jabatan Kapolsek Losara...
-
Indramayu – Camat Arahan, Kabupaten Indramayu, Rohaenah, S.T., M.Si, memberikan keterangan resmi terkait kekosongan jabatan Kepala Desa Suk...
-
Indramayu – Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dan Orasi Il...

