Komisi HLNKI Majelis Ulama Indonesia Menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024 Komisi HLNKI Majelis Ulama Indonesia Menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024

Advertisement

Advertisement

Komisi HLNKI Majelis Ulama Indonesia Menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024

Tim Redaksi
, January 26, 2024
Last Updated 2024-01-26T04:38:07Z
Advertisement


Jakarta - Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia menggelar "Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024" dengan pembicara Sekjen MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan, Ketua Bidang HLNKI MUI Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, dan Ketua Komisi HLNKI MUI Dubes Bunyan Saptomo yang dimoderatori Wakil Ketua Komisi HLNKI MUI Dr. Amirah Nahrawi. Acara berlangsung di Aula Buya Hamka MUI, Jakarta (10/1/2024).

Kegiatan dibuka oleh Sekjen MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan yang membahas tiga hal, yakni pentingnya muhasabah diri terhadap tahun 2023, situasi geopolitik dunia Islam, dan peran strategis MUI dalam mengatasi problem global. 

"Muhasabah dimulai dari diri sendiri, selanjutnya dilakukan oleh setiap umat dan bangsa agar kita berubah menjadi yang lebih baik setiap harinya," kata beliau. 

Selanjutnya, Buya Amirsyah menyebut fakta berlanjutnya penindasan teroris zionis Israel terhadap Palestina. Selain itu, lanjut beliau, juga berlarutnya konflik di Afghanistan, Sudan, Surian, Yaman, Libya, Somalia, Rohingya, serta penindasan terhadap minoritas muslim di sejumlah negara. 

Problem islamophobia, juga menurut Buya Amirsyah masih tinggi di berbagai negara di dunia. 

Buya Amirsyah mengakhiri paparannya dengan menjelaskan peran strategis Majelis Ulama Indonesia mengatasi problematika global. Beliau menyebut bahwa dalam berbagai programnya, MUI berpijak pada konsep Islam Wasathiyah, termasuk dalam hubungan luar negeri. 

Buya Amirsyah juga menyampaikan rekomendasikan hasil Mukernas III MUI tahun 2023 lalu, yang diantaranya adalah menyerukan dan mendesak kepada masyarakat atau lembaga internasional dan PBB agar secepatnya menghentikan pembantian dan genosida yang dilakukan rezim teroris Israel terhadap rakyat Palestina dan menyeret para pemimpin mereka ke Pengadilan Internasional. 

Selain itu, MUI juga meminta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar bersikap lebih tegas dan konkret memperjuangkan bangsa dan kemerdekaan Palestin dan nasib minoritas Muslim di berbagai negara serta menggalang dukungan masyarakat dunia. 

Selain itu, MUI juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap pemerintah Indonesia yang tegas dalam membela Palestina. 

Kemudian, MUI juga mendesak PBB dan negara-negara ASEAN untuk membahas memberikan solusi terhadap persoalan pengungsi bangsa Rohingya, Afghanistan, Somalia, Syiria, Yaman, dan lainnya. 

(Yanuardi Syukur)

TrendingMore