Kabar Ngetren/Jakarta - Pada tanggal 3 Maret, 100 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1924 Masehi, Daulah Khilafah atau Daulah Islamiah yang dipimpin oleh bani Utsmaniyah mengalami keruntuhan. Kesultanan yang berdiri sejak abad ke-13 ini menjadi penjaga terakhir kaum muslimin di seluruh dunia. Meskipun berganti-ganti dinasti dan kesultanan, negara ini tetap menerapkan hukum Islam dan menjalankan dakwah untuk menyebarkan agama Allah di muka bumi.
Keruntuhan ini tidak terjadi secara langsung, melainkan akibat berbagai peristiwa yang berasal dari internal dan eksternal kekhalifahan. Propaganda Barat, penyebaran paham liberalisme, nasionalisme, dan sekularisme, serta pengkhianatan, peran dalam Perang Dunia 1, dan kekalahan dalam perang melawan sekutu, merupakan beberapa di antaranya.
Keruntuhan Daulah Islamiah pada tahun 1924 menimbulkan pergolakan dan pemberontakan yang mengakibatkan banyak korban. Upaya untuk mengembalikan Sultan Abdul Hamid II ke kursi khalifah digagalkan dengan berbagai trik dan intrik licik dari antek sekutu.
Selama lebih dari 1300 tahun, Daulah Islamiah telah menjadi penjaga dan penyebar agama Islam di dunia. Namun, saat ini, kaum Muslim di berbagai belahan dunia menghadapi tantangan besar seperti penindasan di Palestina, Uyghur, Suriah, Kashmir, serta masalah kemiskinan di beberapa wilayah Afrika.
Selain masalah langsung, fitnah dan propaganda global juga meracuni pikiran banyak orang terhadap Islam. Namun, sebagai umat Islam, kita harus kembali kepada agama dan memperdalam ilmu serta memperkuat aqidah dan iman kita. Dengan ilmu yang benar dan aqidah yang lurus, mari kita syiarkan agama Allah dan berjuang untuk kembali memperoleh kejayaan Islam di tangan generasi Islam masa kini.
Kita tidak boleh merasa rugi atau sia-sia dalam perjuangan ini, karena Allah menjanjikan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang menolong agama-Nya. Oleh karena itu, mari kita kembali kepada-Nya, perbaiki diri, tegakkan shalat, dan berjuanglah untuk kejayaan Islam. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi kita semua. Aamiin. eFHa.
