Kenaikan Nilai Tukar Petani dan Indeks Inflasi Menjadi Sorotan di Sumsel Maret 2024 Kenaikan Nilai Tukar Petani dan Indeks Inflasi Menjadi Sorotan di Sumsel Maret 2024

Advertisement

Advertisement

Kenaikan Nilai Tukar Petani dan Indeks Inflasi Menjadi Sorotan di Sumsel Maret 2024

Alfaisti134
, April 03, 2024
Last Updated 2024-04-03T02:50:15Z
Advertisement


Kabar Ngetren/Palembang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengumumkan peningkatan signifikan dalam Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumsel pada bulan Maret 2024. NTP naik menjadi 115,20 persen dari 111,88 persen pada bulan sebelumnya. Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menyatakan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan NTP pada subsektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Senin, 1/4.

Namun demikian, terdapat penurunan NTP pada subsektor tanaman pangan dan perikanan. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel S.A Supriono, bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, turut hadir dalam pengumuman tersebut, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memantau perkembangan ekonomi.


Selanjutnya, tercatat bahwa Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Sumsel mengalami kenaikan sebesar 1,21 persen dari 122,59 menjadi 124,06. Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumsel juga meningkat 3,89 persen menjadi 118,05 dibandingkan bulan sebelumnya.

Wahyu juga mengungkapkan data terkait inflasi, yang menunjukkan peningkatan pada bulan Maret 2024. Inflasi bulanan (m-to-m) mencapai 0,25 persen, sementara inflasi tahunan (y-on-y) mencapai 3,24 persen, dan inflasi dari tahun ke hari (y-to-d) sebesar 0,18 persen. Lima komoditas utama penyumbang inflasi pada bulan Maret 2024 adalah daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, bawang merah, dan bawang putih. 

Dia juga menyoroti potensi kenaikan harga beberapa komoditas menjelang hari raya Idul Fitri, seperti tarif angkutan udara, daging sapi, dan telur ayam ras.

Dari sisi ekspor dan impor, nilai ekspor Sumsel pada Februari 2024 naik 0,93 persen menjadi UU$ 445,47 juta, sedangkan nilai impor naik 3,21 persen menjadi US$ 228,53 juta.

Meskipun demikian, sektor pariwisata menunjukkan tren yang menurun dengan hanya 2 kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada bulan Februari 2024. Namun, tingkat penghunian kamar hotel mengalami peningkatan, menandakan potensi peningkatan sektor pariwisata di masa mendatang.

Sekda Sumsel Supriono menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan BPS dalam menghadapi potensi inflasi dan memperkuat pengambilan kebijakan.

Dengan demikian, kerjasama antara lembaga terkait diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel. eFHa. 

TrendingMore