Thursday, 10 July 2025

Dinkes Indramayu Gelar OTJ untuk Percepat Temuan Kasus HIV Melalui Notifikasi Pasangan dan Anak (NPA)


 

Indramayu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan pelatihan On The Job Training (OTJ) untuk mempercepat penemuan kasus HIV. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan implementasi program Notifikasi Pasangan dan Anak (NPA), yang digelar di Aula Ki Sidum Setda Pendopo, Jl. Letjen Sutoyo No. 01 F, Kecamatan Indramayu, pada Rabu (9/7/2025).


Program ini bertujuan mempercepat deteksi kasus HIV melalui pendekatan notifikasi kepada pasangan dan anak dari penderita HIV. Langkah ini dinilai sebagai strategi krusial dalam menekan penyebaran HIV/AIDS, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga terhadap status HIV mereka agar dapat segera mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.


Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu H. Wawan Ridwan, Plt Kepala Bidang P2P Sri Anugraeni, Subkoordinator P2P dr. Bintang, perwakilan rumah sakit, puskesmas, koordinator lapangan, serta sejumlah LSM yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS.


Dalam sambutannya, H. Wawan Ridwan menegaskan pentingnya penemuan kasus baru secara masif sebagai upaya memutus rantai penularan.


"Kita masih memiliki kasus yang sudah terlapor namun belum tertangani. Apalagi yang belum terlaporkan? Harapannya, semua penderita bisa diobati hingga mencapai viral load yang tidak terdeteksi, sehingga tidak menularkan kepada orang lain, terutama keluarga terdekat. Satu-satunya cara untuk memutus rantai penularan adalah dengan menemukan sebanyak mungkin kasus untuk segera ditangani," ujarnya.


Sementara itu, dr. Bintang selaku Subkoordinator Penyakit Menular Dinkes Indramayu menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan layanan fasilitas kesehatan (faskes) Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV/AIDS.


"Peserta kegiatan ini berasal dari faskes PDP yang memberikan layanan pengobatan HIV/AIDS, LSM yang bergerak di bidang HIV, serta lima rumah sakit, yaitu tiga RSUD, RS Bhayangkara, dan RS Sentra Medika (swasta), yang sudah ditetapkan sebagai faskes PDP. Selain itu, terdapat sembilan puskesmas yang telah aktif dalam layanan PDP. Melalui notifikasi pasangan dan anak, kita berharap semakin banyak kasus yang teridentifikasi dan segera ditangani dengan pengobatan rutin. Dengan pengobatan, penularan bisa ditekan karena pasien tidak akan menularkan lagi," jelas dr. Bintang.


Melalui pendekatan NPA dan pelatihan ini, diharapkan kesadaran serta akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga pasien HIV, dapat meningkat sehingga mampu menekan angka penularan HIV secara signifikan. (Thoha)



Trending