Senja yang Telah Sirna Senja yang Telah Sirna

Advertisement

Advertisement

Senja yang Telah Sirna

Tim Redaksi
, January 27, 2024
Last Updated 2024-01-27T06:32:14Z
Advertisement

Oleh: Aril Penulis dari Kepulauan Pongok

Aku berjalan-jalan didekat pantai rasa tenang menerkam jiwa yang gelisah melihat pemandangan yang begitu indah aku teruskan langkahku menuju ke depan tak tersadar aku telah berada di bawah pohon kelapa yang rindang, merasa terbuai oleh pemandangan itu rasanya tak ingin aku pergi dari sini segera aku duduk di bawah pohon kelapa sembari Menenangkan jiwa yang lelah dengan rasa tenang dan angin yang Menghujam tubuh membuat diriku tak tersadar Hingga aku tertidur dalam dekapan angin di lelapnya tidur rupanya tak kunjung lama ku membuka kelopak mata dan betapa terkejutnya karena Mata ini kembali ditampakkan.

Sebuah pemandangan yang indah nan menenangkan sebuah senja yang dibungkus dengan keindahan ombak pantai, riuh angin membuat jiwa kembali tenang hingga tak mampu lagi berkata-kata semua kesedihan kini telah berubah menjadi sebuah ketenangan

“ indahnya ciptaan yang maha kuasa ini hingga aku jadi lebih tenang saat ini, bisakah aku selamanya tetap seperti ini’ tanya dalam benakku

Senja mulai hilang karena matahari mulai Menyembunyikan kilaunya perasaan ini tak ingin melihat senja itu sirna tetapi apalah daya itu adalah kuasa sang pencipta. Hati ini kembali merenung akankah senja itu kembali dengan perasaan yang tetap sama.

Karena aku pernah dijanjikan oleh orang yang kusayangi namun aku tak melihat janji itu ditepati, sampai saat ini itu bagai halusinasi yang tak bertepi aku mencoba tetap baik-baik saja tetapi entahlah itu semua tak akan ada artinya juga jiwa ini selalu diisi oleh sebuah masalah dan janji fiktif belakang kekosongan sukma yang entah kapan aku akan menyudahinya, lelah sudah pasti dirasa tapi apa yang harus ku pungkiri dari hal itu terus mencoba sabar tapi ku rasa aku sudah tak mampu lagi 

Ku lampiaskan permasalahan yang ku hadapi ini dengan berteriak dikala senja akan berubah menjadi malam yang gelap gulita

“ senja aku lelah dengan semua masalahku, bisakah kau kembali sekejap saja untuk menenangkan jiwaku ini aku telah lelah dengan semuanya. Mari hadapi bersamaku ku mohon’  teriakku dalam rintihan tangis 

Akhirnya senja yang menjadi temanku kini telah sirna dimakan oleh gelapnya malam, aku kembali termenung dengan memikirkan masalah yang kuhadapi sekarang ini tapi aku tetap tak menemukan jawabannya diriku betapa Menyedihkannya kau sekarang hingga tak bisa melakukan apa-apa lagi, 

“wahai jiwaku yang kuat bertahan untuk sekarang dan kemudian hari karena harapan satu-satunya adalah di genggaman tanganmu mari membuka relung hati yang baik usahakan lebih baik dari pada senja sore ini, tetaplah pada jalan yang Allah tetapkan untukmu”

Ku mencoba tetap kuat walau hati ini terasa hancur berkeping-keping jangan cukup sampai disini perjuanganku yang telah ku usahakan selama ini, ayolah diriku teruslah mengapai semua harapan walau itu tak tahu kepastian. 

Hampa yang ku rasakan tak pernah kusampaikan pada orang lain selalu kututupi dengan senyum kepalsuan

Aku rindu wajah-wajah riang saat ku tak dihujam masalah melihat diriku yang dulu sangat jauh sekali berbeda dengan sekarang, hidupku sekarang dibaluri tanya dan harapan tanpa kepastian.

Ingin sekali ku mengakhiri semuanya tapi aku masih teringat akan sang pencipta dan kedua orang tua yang selalu berusaha mendukung dan memberikan nasehat untuk masa depan yang lebih baik.

Jiwa yang terluka ini akan ku coba obati dengan melakukan hal-hal yang positif akankah itu menjadi sembuh atau akan kembali terluka setelahnya, diriku saat ini Cuma butuh ketenangan.

Aku ingin tenang bersama dengan senja tapi ia begitu cepat sirna entah kah ia akan kembali menepati janjinya atau tidak karena semua itu tak pasti, ku mencoba mengharapkannya untuk kembali semoga saja itu bukan sebuah angan-angan yang akan menjadi kenangan karena harapan akan ada kepastian jika ku perjuangkan, ku tinggalkan pantai itu dengan perasaan sedih.

Dalam setiap langkahku ku panjatkan doa-doa dan harapan untuk masa Depan, aku berjalan ditemani gelapnya malam dan suara-suara jangkrik mungkin memang masa remajaku ditakdirkan untuk menemui berbagai masalah
Tapi aku yakin ini adalah jalan untuk menuju kesuksesan karena tak ada orang yang langsung bisa sukses tanpa ada proses yang menjadi sebuah tes, aku hanya meminta satu saja pada diriku.

Berharap hanya tetap kuat menghadapi semua terpaan masalah dan jangan pernah sesekali pasrah apalagi menyerah karena kita punya Allah yang maha kuasa intinya aku akan terus berdoa dalam setiap perjalananku, aku tahu ini melelahkan tapi pasti ke depan akan ada jawaban.

Memang dahulu perjuangan ku tak dihargai di nilai jahat oleh orang lain aku terus mencoba jadi lebih baik apalah daya memang kalau aku selalu salah di mata mereka

Mereka selalu mencaciku dengan hinaan yang membuat sakit hati, tak dipungkiri aku ingin sekali membalasnya tetapi  kembali aku membukakan pintu kesabaranku untuk mencoba memaafkan perbuatan mereka mereka tak menyadari betapa menyakitkannya ucapan yang mereka Lontarkan itu, hati mereka yang jahat itu entah terbuat dari apa hingga tak bisa menjaga lisan, mungkin mereka iri kepadaku.

Tetapi apa yang mereka iri denganku karena hidupku juga serba kekurangan.

Apa aku hanya tempat pelampiasan mereka, karena ada harta mungkin mereka jadi seenaknya tapi jangan lupa ada hukum alam yang akan menjadi pembalasan di kemudian hari.

Ayo diriku balas perbuatan mereka dengan kesuksesan yang kau dapatkan dan jangan hiraukan mulut-mulut tajam mereka jadi ayolah semangat diriku yang kuat.

Kesuksesanmu akan dihargai apabila kamu bisa menghargai kembali, itu semua memang bukan hal mudah untuk dicapai tetapi apa salahnya diri ini mencoba jadi janganlah diriku ini menjadi patah semangat

Kesuksesanku akan berada di depan mata jika ku melakukannya dengan usaha dan ikhtiar, entah bagaimana nasib ke depanya itu semua hanya yang kuasa menentukanya

TrendingMore