Cerpen : Viola dan Peri langit Cerpen : Viola dan Peri langit

Advertisement

Advertisement

Cerpen : Viola dan Peri langit

Tim Redaksi
, January 06, 2024
Last Updated 2024-01-05T23:54:25Z
Advertisement

Oleh: Putri Rahmawati Smansa Simba

Embun pagi yang basah hari siang masih belum tampak. Sebentar lagi akan terang benderang, seiring matahari menampakkan diri. Burung berkicau dengan merdunya angin sepai sepoi menyempurnakan suasana pagi daun berembun dan berguguran. 

"Hey bangun, bangun,hari ini anakku Verita sedang ulang tahun, jadi kamu harus buatkan makananan yang enak "Teriak sang bibik membangunkan Viola dengan menyimbarinya menggunakan air satu gayung penuh juga menarik tangannya dengan kasar

"Em, tapi bik"ucap Viola ingin menolak permintaan bibiknya yang jahat itu. 

"Gx ada tapi-tapi, sekarang ayo cepat kerjakan semuanya dalam 5 menit"jawab sang bibik dengan kasar kepada verita. 

"Hari inikan, hari ulang tahun aku juga bik sama seperti Verita tapi mengapa bibik memperlakukan ku seperti ini"tanya Viola dengan menangis dihadapkan bibiknya itu. 

"Alah, jangan bantah kamu ya sekarang ayo cepat kerjakan semuanya "ucap sang bibik menarik Viola kasar. 

Viola hanya bisa menangis tanpa bicara lagi dan dengan cepatnya ia segera melaksanakan tugas dari bibiknya itu belum saja ia selesai menyiapkan segalanya sodara sepupunya itu sudah berteriak dengan kencang. 

"Viola, Violaaaaaaaaaaaaaaa, mana sarapanku kenapa lama sekali aku sudah lapar nih"Teriak sepupunya itu dengan kencang tak sabar menunggu. 

"Iya, bentar Veritaaaaaaaa ini lagi otw"ucap Viola sambi berjalan membawakan makanan kearahnya dengan cepat. 

"Ayo dong cepetan, gue dah laper nih"teriak sodaranya lagi dengan kencang. 

"Ini sarapanya, Verita maaf lama"ucap dengan lemah lembut melayani sodaranya itu. 

Disaat menghidangkan makanan sang bibik datang membawakan hadiah kado spesial juga kue chake yang dihiasi hiasan lucu juga lilin diatasnya untuk sang putrinya lalu Viola pun dipaksakan menyanyikan lagu ulang tahun kemudian memberikan ucapan selamat kepada sodaranya namun tiba-tiba disaat ia ingin memberikan ucapakan sodaranya itu malah berkata kasar lalu mendorong dengan sangat keras. 

"Heh, ngapain kamu ngucapin selamat kepada ku kalo tidak ada hadiahnya sana pergi"ucap sodaranya itu Verita kepada Viola yang tak punya salah dengan keras.

"Jangan gitu atuh sayang, nanti kalo udah selesai makan kita pergi kekebun binatang yah"sahut bibik kepada putrinya itu dengan lembah lembut. 

"Horeeeeeee, asik terima kasih ya mama"jawab Verita dengan penuh bahagia. 

"Bibik, Viola boleh ikut gx? Kan hari ini ulang tahun aku juga bik, jadi boleh ikut gx"tanya Viola kepada bibiknya itu. 

"Heh, lu tuh norak, jelek, dasar gx tau mali ngalain juga mau ikut"ucap Verita sodaranya yang begitu jahat tanpa perasaan. 

Viola yang mendengarkan semua itu langsung melangkahkan kaki berlari keluar rumah menuju taman belakang mengadu kepada sang kuasa namun tiba-tiba saat ia menangis ada seseorang peri cantik menemuinya. 

"Hey gadis kecil, mengapa engkau bersedih"tanya peri itu dengan nada lembut. 

"Aaaaaaaaaaaaa, setan"teriak Viola ketakutan kaget akan kedatangan nya. 

"Tenanglah cantik, aku bukan hantu tetapi aku adalah peri langit, kalo boleh tau siapa namamu cantik"ucap peri langit sambil bertanya lagi. 

"Vi Vi -Vi Viola,peri"jawab Viola dengab sedikit gagap kearahnya. 

"Wah, namamu indah sekali! sama seperti orang nya lalu mengapa engkau menangis Viola"tanya peri langit lagi kepadanya dengan sedikit mengelap air matanya yang begitu indah. 

Ia pun langsung menceritakan semua yang telah terjadi terhadap dirinya kepada peri langit.Peri yang mendengarkan semua kisahnya pun tak tega langsung memberika hadiah kado spesial untuk ia lalu kemudian mengajak berkunjung keistana rumahnya disana peri langit membuat Viola penuh tawa bahagia. 

"Gimana, apakah kamu suka Viola, atas kadonya"tanya peri langit kepada nya dengan senyuman senang. 

"Aku suka sekali peri, ini adalah kado derindah yang tak pernah aku lupakan"ucap Viola kepada peri tersenyum sangat bahagia. 

"Kalo begitu, jaku jangan sedih lagi ya, peri akan selalu ada disampingmu dan menjadi teman baikmu"jawab peri langit kepada Viola. 

"Iya peri,terima kasih"sahut Viola kepada peri sambil memeluk nya. 

"Jika kamu ingin panggil peri, kamu cukup tepuk tangan tiga kali maka peri akan datang menemuimu Viola"ucap peri langit tersenyum kearahnya. 

"Baik, peri langit asiapppppp"jawab Viola.

Setelah lama berbicara dan bersenang -senang di istana peri langit pun mengantarkan Viola kembali kerumahnya dengan penuh bahagia namun setibanya Viola dirumah ia langsung dimarahi sang bibik dan langsung dituduh bersekongkol oleh maling karena melihat baju gaun bagus yang dipakainya.Viola sudah berusaha menjelaskan segalanya bahwa ia bukan maling dan bibiknya bersama sodaranya Verita terus saja menyiksanya kemudian ia dibengkam mulutnya hingga pingsan lalu membuangnya disebuah mobil bak juragan teh.Dan saat ia sedikit sadar ia langsung dimarahi sang juragan kenapa ada didalam mobilnya. 

"Heh, siapa kamu, mengapa kamu ada didalam mobil saya"Tanya juragan teh kepadanya dengan tegas. 

"Aku juga tidak tau pak, kenapa aku bisa disini"ucap Viola secara singkat tak mengetahui apa-apa. 

"Sekarang ayo pergi, pergi sekarang "ucap juragan teh mengusir Viola. 

"Pa, jangan usir anak itu, biarkan ia tinggal bersama kita Elan disini sendiri tak ada teman jadi izinkan dia tinggal disini agar aku punya teman pa, boleh ya pa"ucap Elan anak juragan teh kepada papanya itu sambil memohon.

"Baiklah anakku, papa mrngizinkan ia tinggal disini bersama kita, sekarang kamu puas"jawab sang papa Elan kepada putranya itu .

"Horeeeeee, terima kasih papa"sahut Elan dengan sangat bahagia. 

Mereka semuanya pun masuk kedalam rumah bersama -sama saling berbagi cerita satu sama lain diiringi canda tawa bersama dirumah itu dan dua minggu sudah ia tinggal disitu Viola mengajak jalan Elan pergi ketaman yang mana ditaman itu Elan berhasil disembuhkan oleh peri langit dan berjalan kembali. 

"Elan, apakah kamu tidak mencoba penyakitmu itu"tanya Viola. 

"Aku sudah berobat kemana-mana Viola, namun tak ada yang bisa mengobatinya"ucap Elan sambil menangis kepada Viola sahabatnya itu.

"Apakah kau mau sembuh Elan, jikalau mau aku ada teman namanya peri langit ia pasti bisa menyembuhkan mu"jawab Viola sambil sedikit bertanya kepada nya. 

"Aku mau banget, Viola"jawab Elan sedikit tersenyum. 

Violapun langsung memanggil temanya itu peri langit dengan menepuk tangannya tiga kali lalu peri langit datang menemunya dan membantu untuk mengobati penyakit Elan. Baru saja memegang kaki Elan sahabatnya Viola temanya itu sudah bisa berjalan.

"Terima kasih peri, dan Viola, karena kalian sudah membuatku berjalan kembali"ucap Elan bahagia dan bersyukur. 

"Iya, sama -sama Elan"jawab serentak Viola dan peri ikut tersenyum. 

"Sekarang, ayo temuilah keluagamu Elan"ucap peri langit. 

"Baiklah peri"jawab Elan. 

Violapun dengan cepatnya langsung mendorong Elan pergi pulang kerumah untuk memberikan kejutan ini kepada keluarga Elan dan setibanya dirumah Elan mencoba berdiri sendiri lalu seluruh keluarga kaget akan kesembuhan nya. 

"Elan anakku, kau bisa berjalan nak"tanya papa Elan terkejut akan kesembuhan putranya itu. 

"Iya pa, ini semua berkat Viola"jawab Elan penuh bahagia. 

"Mulai sekarang, detik ini juga aku akan angkat Viola sebagai putriku"teriak papa Elan mengangkat Viola menjadi putrinya. 

"Apakah ini beneran serius pak"tanya Viola kaget. 

"Iya anakku, papa serius"jawab papa Elan sambil menggendong Viola dengan penuh bahagia. 

Detik itu juga Viola diangkat menjadi putri juragan teh dan belum lama ia menemukan kebahagiaan nya namun takdir berkata lain Viola diusir dari rumah juragan teh itu karena dihasut oleh bibiknya sendiri yang begitu iri akan kebahagiaan keponakan nya.Elan hanya bisa menangisi kepergian sahabatnya itu tak bisa berbuat apa-apa. 

Juga Viola langsung meninggalkan rumah itu untuk selamanya dengan berat hati dan hanya bisa mengadu kepada peri langit. 

"Peri, sekarang aku sudah diusir dari rumah itu, dan juga sudah tidak bisa bertemu Elan peri"ucap Viola mengadu kepada peri langit. 

"Loh, kenapa bisa diusir Ciola kan kamu anak yang baik"tanya peri langit. 

"Ayah, sudah mengetahui keberadaan peri saat kita bermain ditaman tadi peri, ia mengira bahwanya aku ini anak sihir"ucap Viola menceritakan segalanya. 

"Peri, aku sudah tak ada tempat tinggal lagi sekarang, apakah aku boleh tinggal bersamamu di istana peri"tanya Viola kepada peri kebingungan. 

"Bukanya tidak mengizikan, kamu tau kan Viola diistana itu bagaimana, kalo cuman satu hari boleh akan tetapi jika untuk selamanya maaf peri tidak bisa Viola"jawab peri langit. 

"Peri jahat, aku benci peri"sahut Viola kesal dan kecewa kepada peri langit. 

"Tunggu Viola"teriak peri langit. 

Viola terus saja berlari entah kemana meninggalkan peri langit sendirian ditempat itu dan pada akhirnya Viola tinggal disebuah kampung kecil lalu mendengar sebuah kabar bahwanya sahabatnya Elan sedang kritis sakit keras dan hanya bisa disembuhkan ketika mendengar suara kokok ayam emas. Ia dengan cepatnya segera mencari ayam emas itu disebuh hutan deket bukit dan melewati berbagai rintangan yang begitu sulit.Lambat laut waktu terus berjalan Viola berhasil menemukan ayam emas itu lalu membawanya pulang kerumah juragan teh dengan nekat. 

"Heh, kampungan ngapain kamu kesini"tanya bibiknya yang begitu jahat. 

"Aku hanya ingin menyembuhkan sahabatku bik, dengan ayah emas ini"jawab Viola kepada bibiknya yang begitu jahat. 

"Hahahahahaha, ayam emas, mana ada ayam emas disini,sebaiknya sana cepat kau pergi "ucap sang bibiknya lagi mengusir Viola. 

"Tidak bik, aku tak akan pergi, aku hanya ingin menyembuhkan sahabatku "jawab Viola membantah sang bibiknya itu. 

"Ada apa ini, kenapa ribut -ribut dan kamu Viola mengapa kamu datang kemari lagi"tanya juragan teh. 

"Ini ayah, aku membawakan ayam emas itu, ini aku bawakan dari bukit untuk Elan ayah"ucap Viola kepada sang ayah. 

"Bohong juragan, mana ada ayam emang"sambung bibiknya itu iri. 

Viola dengan cepatnya langsung membuka peti yang berisi ayam emas itu, benar disaat ia membuka ayam emas itu berkokok dan Elan sahabatnya berhasil disembuhkan. 

"papa, aku sembuh pa"teriak Elan bahagia. 

"Terima kasih Viola, aku akan memberikan setengah hartaku kepadamu sesuai perjanjian dan aku juga akan mengangkatku sebagai putriku kembali"ucap sang ayah Elan dengan bahagia. 

"Tidak ayah, aku tidak butuh hartamu yang aku inginkan hanyalah aku selalu bersama disamping Elan"jawab Viola menolah permintaan ayahnya itu. 

"Viola sayang, ayo nak kita pulang sekarang,bibik udah masakin makanan spesial untuk mu"ucap bibik Viola yang sangat licik berhati busuk ingin merebut hartanya. 

"Sudahlah Mayang, lebih baik kau pergi dari sini, Viola tak butuh bibik sepertimu yang berhati jahat dan mulai sekarang Viola adalah anakku bukan keponakanmu lagi, jadi silahlan kau pergi dari sini"jawab sang ayah angkat Ciola mengusir bibiknya itu. 

"Okey, baiklah ayo sayang kita pergi"jawab bibiknya kesal meninggalkan rumah itu. 

Disaat sang bibik pergi meninggalkan rumah juragan teh ia melihat seorang penjual obor dan membalaskan dendam karena ia tak ingin membiarkan Viola hidup bahagia yang ternyata penjual obor itu sendiri ialah peri langit pelindung sejati Viola.Disaat sang bibik ingin membakar rumah sang juragan tiba-tiba ia 
tersandung lalu obor jatuh membakar dirinya sendiri bersama putrinya yang jahat licik itu. Dan pada akhirnya Viola kini bisa hidup bahagia tentram selamanya bersama keluarga barunya tanpa ada gangguan sodaranya yang begitu jahat itu. 

Tamat

Simpang Rimba 5 januari 2024.

TrendingMore