Diduga Menista Agama, GPI Jakarta Akan Proses Hukum Zulkifli Hasan Diduga Menista Agama, GPI Jakarta Akan Proses Hukum Zulkifli Hasan

Advertisement

Advertisement

Diduga Menista Agama, GPI Jakarta Akan Proses Hukum Zulkifli Hasan

Tim Redaksi
, December 21, 2023
Last Updated 2023-12-21T11:24:49Z
Advertisement


Kabar Ngetren/Jakarta - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Jakarta Raya, dikabarkan akan membuat laporan polisi terkait dengan dugaan penistaan Agama Islam, yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Wilayah GPI Jakarta Raya, Ibrahim Yusuf Fatsey tegas menyikapi dan menyatakan akan segera mengambil langkah hukum terhadap Menteri Perdagangan, yang diduga telah melecehkan ibadah ummat Islam.

"Ibadah sholat adalah sesuatu yang sakral dalam ajaran Islam, dan merupakan rukun Islam kedua. Jadi sholat bukan untuk bahan candaan, apalagi hanya untuk kepentingan remeh temeh seperti Pilpres," tegas Ibrahim, rabu (20/12/2023).

"Jadi apa yang telah dilakukan oleh Ketua Umum PAN tersebut, jelas merupakan tindak pidana Penistaan Agama Islam dan melukai perasaan ummat Islam. Untuk itu, dia harus segera ditangkap dan diadili," desak Ketua GPI Jakarta Raya.

Ibrahim juga menjelaskan, bahwa GPI Jakarta Raya akan segera membuat Laporan, dan mendesak Kepolisian untuk segera menangkap dan memproses hukum terhadap Menteri Perdagangan.

"Kami dari Pimpinan Wilayah GPI Jakarta Raya, akan membuat Laporan Polisi di Bareskrim Mabes Polri. Hari Jum'at 22 Desember 2023, Jam 14.00 WIB," Jelas Ibrahim.

"Kami juga mengajak seluruh ormas Islam dan ormas pemuda Islam, untuk hadir ke bareskrim Polri. Kita mendesak Polri untuk segera tankap penista agama Islam," Tutup Ibrahim.

Diketahui, dugaan penistaan agama tersebut dilakukan oleh Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan. 

Pada saat membuka acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (RAKERNAS APPSI) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/12/2023).

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyatakan "Jadi saat sholat maghrib baca al fatihah waladholin. Ada yang diem sekarang pak, ada yang diem. Saking cintanya sama pak Prabowo,"

"Itu kalo tahiyatul akhir pak yai (satu jari), banyak gini pak (dua jari). Itu teman-temannya begitu, saking cintanya (Prabowo Gibran)," Ucap Zulhas.

TrendingMore