Indramayu – Suara azan pertama berkumandang pada pukul 11.45 WIB, menandai masuknya waktu shalat Jumat. Ratusan jamaah tampak berbondong-bondong menuju Masjid Al Mabrur, yang berada di lingkungan Kantor Puspihat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Jalan Olahraga Nomor 3, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Jumat (02/01/2026).
Shalat Jumat merupakan kewajiban fardu ‘ain bagi setiap laki-laki Muslim yang telah baligh, merdeka, mukim, dan sehat. Kewajiban ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an dan hadis.
Meninggalkan shalat Jumat tanpa uzur syar’i seperti sakit, musafir, wanita, atau anak-anak, hukumnya haram dan sangat tercela. Bahkan, jika dilakukan secara terus-menerus, dapat dikategorikan sebagai perilaku munafik. Sementara bagi yang tidak wajib, shalat Jumat digantikan dengan salat Zuhur.
Pelaksanaan salat Jumat kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum pergantian Tahun Baru 2026 Masehi. Tercatat sekitar 100 jamaah memadati area Masjid Al Mabrur.
Bertugas sebagai muadzin atau bilal Jumat adalah Ustadz Gozali, sedangkan khotib sekaligus imam salat Jumat dipimpin langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., yang akrab disapa KH. Aghuts.
Dalam khutbahnya, KH. Aghuts mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan awal tahun sebagai momentum muhasabah dan introspeksi diri.
"Assalamualaikum Wr. Wb jamaah Jumat Rohimakumullah, di tahun baru ini kita harus bisa bermuhasabah agar kita bisa berintrospeksi diri dari apa yang diperbuat tahun lalu. Oleh karena itu, kita harus bisa menjalankan dari 4 filosofi ini," ujar KH. Aghuts.
Ia kemudian memaparkan empat filosofi penting yang perlu diamalkan oleh umat Islam, yaitu:
Bertilawah, artinya membaca atau mengikuti.
Berqiroah, artinya membaca dengan menganalisa.
Bertadabur, artinya membaca, menganalisa, dan menghayatinya.
Bertafakkur, artinya membaca, menganalisa, menghayati, serta merenungkan alam semesta.
Lebih lanjut, KH. Aghuts juga menekankan pentingnya meluruskan orientasi hidup agar tidak semata-mata terjebak dalam kehidupan dunia yang bersifat fana.
"Mari kita merefleksikan pandangan hidup kita, jangan sampai kita hanya berhubungan dalam pandangan kehidupan dunia yang fana ini. Kita harus menunjukkan pandangan rezeki dan kehidupan kita untuk diakhiri pada kehidupan ilahi Allah," tutupnya.
Kegiatan rutin shalat Jumat di Masjid Al Mabrur ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan spiritual bagi para pegawai Kemenag dan masyarakat sekitar, khususnya dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan di awal tahun 2026.
Editor: Maz Friend
Penulis: Thoha

