Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Sunday, 6 July 2025

Peguron Pencak Silat Gagak Muara Resmi Sahkan Anggota Angkatan Ke-3 Satlat Graha Alana



Indramayu – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) melalui Peguron Gagak Muara (PGM) secara resmi menggelar acara pengesahan dan selamatan untuk Angkatan ke-3 Satuan Latihan (Satlat) Graha Alana. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025, di BTN Graha Alana, Jalan Tambak, Indramayu, dan diselenggarakan dengan suasana yang khidmat dan penuh semangat.


Pengesahan ini menandai penerimaan resmi anggota baru sebagai bagian dari keluarga besar Gagak Muara. Satlat Graha Alana sendiri menjadi sarana pembinaan bagi anggota untuk mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, kerja sama tim, dan potensi diri lainnya.


Peluncuran angkatan ketiga ini diharapkan dapat memperkuat jumlah serta kualitas anggota, sekaligus memperluas pengaruh Gagak Muara di masyarakat.


Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Indramayu Trisula, Ketua Umum Peguron Gagak Muara Eka Tarika, jajaran pengurus, anggota Gagak Muara, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.



Sekretaris Umum Gagak Muara, Tarjono, menjelaskan bahwa dalam perguruan ini, terdapat jenjang sabuk yang harus dilalui oleh setiap anggota. Kenaikan tingkat dilakukan setiap enam bulan melalui Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang digelar secara berkala. Jenjang sabuk di Gagak Muara terdiri dari:


Sabuk Hitam

Sabuk Putih

Sabuk Kuning

Sabuk Hijau

Sabuk Biru (Biru 1 dan Biru 2)

Sabuk Merah (Merah 1 dan Merah 2)

Tingkatan Pendekar (Pendekar Muda, Pendekar Madya, Pendekar Wira)

Laku Batin


Ketua Umum Eka Tarika menambahkan bahwa Peguron Gagak Muara yang berdiri sejak era 1980-an di Desa Karangsong, Indramayu, kini kembali bangkit melalui Satlat Graha Alana. Ia mengungkapkan rasa syukur karena Gagak Muara kini mampu bersaing dengan perguruan nasional dalam berbagai ajang pencak silat.


“Kami terbuka untuk masyarakat umum yang ingin bergabung. Ada prosedur yang perlu diikuti, tapi intinya kami ingin menciptakan atlet-atlet terbaik yang bisa berkiprah di tingkat provinsi bahkan nasional,” ungkap Eka Tarika.


Eka juga menyoroti keberhasilan Gagak Muara di ajang O2SN tingkat nasional pada tahun 2003 dan 2023, di mana perguruan ini berhasil meraih medali perak dan mendapat pengakuan dari berbagai perguruan besar lainnya.


“Alhamdulillah, kami menjadi salah satu perguruan lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Harapan kami ke depan adalah bisa menembus ajang internasional dan membawa nama baik Indramayu dan Gagak Muara,” tambahnya. (Thoha)



Monday, 4 March 2024

Kontroversi Gus Samsudin: YouTuber Cantik Berani Bicara Jujur Tentang Masa Lalu Sampai di Ajak..


Blitar - Belakangan ini, publik dihebohkan dengan kasus kontroversial yang melibatkan Gus Samsudin, seorang praktisi pengobatan supranatural yang juga dikenal sebagai content creator di platform digital. 

Kasus ini bermula dari unggahan video yang memperbolehkan bertukar pasangan meskipun bukan suami-istri, yang langsung mencuatkan reaksi keras dari masyarakat.

Gus Samsudin, yang sebelumnya dikenal dengan konten-konten spiritual dan pengobatan alternatif, mendapati dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

Dia dijerat dengan pasal 28 ayat (2) dan ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan telah ditahan sejak 1 Maret 2024 di rumah tahanan Polda Jawa Timur. 

Namun, sorotan terbaru dalam kasus ini datang dari seorang YouTuber cantik yang berani membuka jujur mengenai hubungannya dengan Gus Samsudin di masa lalu. 

Meskipun awalnya ingin menjaga privasi dan nama baiknya, YouTuber tersebut merasa perlu untuk memberikan klarifikasi kepada publik.

"Ya, saya mengenal Gus Samsudin," ungkap YouTuber tersebut dengan berat hati. "Kami pernah memiliki hubungan yang lebih dari sekadar rekan kerja."

Klarifikasi ini memberikan wawasan baru bagi publik terkait dengan kasus Gus Samsudin yang sedang ramai diperbincangkan. 

Meskipun demikian, YouTuber tersebut juga menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada pihak yang merasa terdampak oleh tindakan Gus Samsudin.

Perkembangan ini menjadi sorotan publik yang semakin memperjelas kasus kontroversial yang melibatkan Gus Samsudin. 

Masyarakat pun menantikan tindak lanjut dari pihak berwajib serta respons lebih lanjut dari pihak terkait dalam menangani masalah ini secara adil dan transparan.

Kontroversi ini juga memicu diskusi luas tentang etika dalam konten digital dan penggunaan media sosial. Publik diingatkan akan pentingnya bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi serta menjaga batasan moral dalam membuat konten online.

Diharapkan, kasus ini dapat menjadi momentum bagi pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap konten digital demi menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

(Drm)

Saturday, 2 March 2024

Tri Wijaya: Pria Asal Bantul, Yogyakarta, Mengembangkan Bank Sampah untuk Masyarakat

Gambar oleh Manfred Antranias Zimmer dari Pixabay

Bantul - Tri Wijaya, seorang pria berusia 48 tahun asal Bantul, Yogyakarta, telah membuat gebrakan positif dengan mengembangkan Bank Sampah di kampung halamannya. Sebelumnya, Tri telah bekerja di Kementerian Ketenagakerjaan sebagai auditor sistem manajemen mutu.

Dengan latar belakang pendidikan sebagai sarjana komputer, Tri menerapkan pengetahuannya untuk menciptakan sistem manajemen yang efisien dalam pengelolaan sampah. 

Melalui inisiatifnya, ia berhasil membentuk Bank Sampah yang memberdayakan masyarakat setempat untuk memilah sampah dan mendaur ulangnya.

Selain menjadi seorang profesional di bidang IT, Tri juga seorang ayah dari tiga anak. Namun, kecintaannya terhadap lingkungan membuatnya memutuskan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem.

Dengan adanya Bank Sampah yang dikembangkannya, Tri tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah sampah, tetapi juga menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat. 

Melalui program insentif yang ditawarkannya, masyarakat diajak untuk aktif dalam mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah, sementara mereka juga mendapatkan manfaat finansial sebagai imbalan atas usaha mereka.

Tri Wijaya adalah contoh nyata bahwa dengan pengetahuan dan kesadaran lingkungan, seseorang dapat berperan aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan di sekitarnya serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat lokal.

Thursday, 29 February 2024

5 Cara Lawan Gangguan Sihir yang Dicontohkan Rasulullah


Kabar Religi - Rasulullah SAW telah memberikan banyak petunjuk dan contoh kepada umatnya dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk gangguan sihir. 

Berdasarkan hadis-hadis yang terdokumentasi dalam kitab-kitab hadis, berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk melawan gangguan sihir yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW:

1. Tawakal kepada Allah

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam segala hal, termasuk dalam menghadapi gangguan sihir. Tawakal yang kuat dapat memberikan ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi segala cobaan.

2. Membaca Ayat-ayat Ruqyah

Rasulullah SAW dan para sahabatnya sering membaca ayat-ayat Al-Qur'an sebagai ruqyah (pembacaan untuk menyembuhkan) untuk melawan pengaruh sihir. Beberapa ayat yang sering direkomendasikan antara lain Surah Al-Falaq, Surah An-Naas, Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi), dan ayat-ayat lain yang mengandung perlindungan dari Allah.

3. Berlindung kepada Allah dari Kejahatan Sihir

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu berlindung kepada Allah dari kejahatan sihir dan pengaruh-pengaruh jahat lainnya. Doa perlindungan seperti "A'udhu billahi min ash-shaytan ir-rajim" (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk) adalah contoh doa yang diajarkan untuk melawan pengaruh sihir.

4. Meningkatkan Iman dan Amal Shalih

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk meningkatkan iman dan amal shalih sebagai bentuk perlindungan dari segala bentuk kejahatan termasuk sihir. Dengan memperkuat ikatan dengan Allah SWT melalui ibadah dan perbuatan baik, seseorang dapat menjadi lebih tahan terhadap pengaruh sihir.

5. Konsultasi dengan Ahli

Rasulullah SAW juga menunjukkan pentingnya konsultasi dengan ahli yang dapat memberikan nasihat dan bantuan dalam menghadapi gangguan sihir. Konsultasi dengan ulama atau orang yang berpengalaman dalam bidang spiritual bisa membantu seseorang untuk menemukan solusi yang sesuai.

Dalam menghadapi gangguan sihir atau pengaruh-pengaruh jahat lainnya, penting bagi umat Islam untuk selalu mengikuti contoh dan petunjuk yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW. 

Dengan memperkuat iman, berpegang teguh kepada ajaran agama, dan berlindung kepada Allah SWT, seseorang dapat melawan segala bentuk gangguan dan cobaan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan.

Wednesday, 28 February 2024

Pengacara Pelaku Ungkap Alasan Penganiayaan Korban Santri Ponpes Al Hanifiyah Kediri


Kediri - Pengacara yang mewakili pelaku penganiayaan terhadap santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hanifiyah, Kediri, telah memberikan pernyataan resmi yang mengungkapkan lebih banyak detail tentang motif di balik kejadian tragis tersebut.

Menurut pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh media massa, pengacara tersebut menjelaskan bahwa motif penganiayaan ini berkaitan dengan konflik pribadi yang telah berlangsung antara pelaku dan korban. 

Meskipun pengacara tidak merinci secara spesifik apa yang menjadi pemicu konflik tersebut, namun ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah merupakan hasil dari perencanaan yang matang, melainkan reaksi spontan dari pelaku dalam keadaan tertentu.

Lebih lanjut, pengacara tersebut menyatakan bahwa kliennya telah mengakui kesalahannya namun menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan dalam keadaan terdesak dan bukanlah niatan untuk menyebabkan cedera serius pada korban. 

Dia juga menambahkan bahwa pelaku menyesali perbuatannya dan bersedia bertanggung jawab atas konsekuensi hukum yang dihadapinya.

Pihak berwenang setempat telah memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan penyelidikan yang sedang berlangsung dan pengumpulan bukti-bukti yang diperlukan untuk menguatkan kasus. 

Sementara itu, pihak Ponpes Al Hanifiyah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung proses hukum ini demi memastikan keadilan bagi korban dan masyarakat.

Kasus ini telah menimbulkan reaksi dan perbincangan luas di masyarakat, dengan banyak pihak mengutuk keras tindakan penganiayaan tersebut serta menuntut agar pelaku menerima hukuman yang setimpal. 

Selain itu, motif penganiayaan yang diungkapkan oleh pengacara pelaku juga menjadi bahan diskusi intens, dengan berbagai spekulasi dan analisis tentang akar masalah yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Pihak berwenang diharapkan dapat menuntaskan penyelidikan dengan segera untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan agar korban dan keluarganya dapat mendapatkan kepastian hukum yang adil. 

Kasus ini juga menjadi momentum bagi lembaga-lembaga pendidikan dan masyarakat secara luas untuk lebih memperhatikan perlindungan dan keamanan bagi para santri dan anggota komunitas pendidikan lainnya.

(Drm)

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Baru Diresmikan Malah Jadi Mainan Perosotan Bocil Depok saat Hujan


Depok - JPO baru yang baru saja diresmikan di wilayah Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah foto-foto anak-anak menggunakan JPO tersebut sebagai arena perosotan viral di media sosial. 

Meskipun tujuan utama pembangunan JPO adalah untuk memberikan akses yang lebih aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan, namun sebagian warga setempat terutama anak-anak justru memanfaatkannya sebagai tempat bermain.

Terlebih lagi, fenomena ini terjadi saat hujan deras mengguyur kota Depok, di mana anak-anak dengan ceria menggunakan JPO sebagai perosotan yang cukup ekstrem. 

Beberapa video yang beredar menunjukkan anak-anak dengan antusias meluncur di atas JPO tersebut, bahkan beberapa di antaranya melompat dari tangga JPO yang cukup tinggi.

Meskipun aksi anak-anak tersebut dianggap berbahaya dan tidak sesuai dengan fungsi utama JPO, namun hal ini juga menjadi sorotan mengenai kurangnya tempat bermain yang aman bagi anak-anak di kota tersebut. 

Sebagian warga menyoroti kurangnya taman atau fasilitas rekreasi yang memadai di sekitar lingkungan mereka, sehingga anak-anak cenderung mencari tempat bermain alternatif, termasuk JPO yang seharusnya digunakan untuk kepentingan transportasi.

Pemerintah setempat pun diharapkan untuk mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, baik dengan memberikan alternatif tempat bermain yang aman bagi anak-anak maupun dengan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan infrastruktur publik seperti JPO agar sesuai dengan fungsinya yang sebenarnya.

Friday, 16 February 2024

Lestarikan Budaya Gotong Royong Babinsa Koramil 16/Miri Bantu Pindahkan Rumah Warga



Kabar Ngetren/Sragen - Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satu budaya kearifan lokal yang ada yaitu tradisi mengangkat rumah. Tradisi ini memungkinkan karena rumah yang diangkat tidak terbuat dari semen dan beton. Rumah tersebut masih terbuat dari material alami dan tradisi ini dilakukan oleh puluhan warga.

Seperti yang dilakukan oleh empat personel Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen membantu masyarakat memindahkan rumah milik Sukardi, Dukuh Gondangmanis. RT. 03 Desa. Geneng Kecamatan Miri. Pada Jum’at. 16/2/2024.

"Dalam prosesnya memindahkan rumah harus dilakukan oleh banyak orang, bahkan sampai puluhan orang. Setiap orangnya akan mengambil perannya masing-masing". Ucap Sertu Adi saat ditemui awak media.

Uniknya, lanjut Sertu Adi, mengatakan, memindahkan atau mengangkat rumah tidak sembarang dilakukan, harus ada ahli khusus untuk mengarahkan warga agar posisi rumah yang diangkat tidak miring bahkan salah tempat. Rumah diangkat dengan menggunakan batangan kayu panjang yang telah diikat pada tiang rumah.



Menurut Sertu. Adi, Warga yang ingin memindahkan rumahnya terlebih dahulu menginformasikan kepada warga lain dengan mendatangi rumahnya satu persatu. Di situ warga dengan sendirinya berbondong-bondong datang ke tempat rumah yang akan dipindahkan.

“Setelah selesai memindahkan rumah, semua warga kemudian menikmati santapan yang sebelumnya telah disiapkan oleh pemilik rumah. Di moment inilah keakraban warga terjalin erat“. Tutup Babinsa Sertu. Adi. eFHa.

Monday, 29 January 2024

"MISTERI UNDANGAN PERNIKAHAN"


Kabar Ngetren - Kepanikanku makin menjadi. Aku terus memanggil-manggil Kinansih tapi tak ada sehutan. Ke mana anak itu? Tadi masih duduk di depanku. 

Suasana malam di desa Balarojo semakin mencekam disertai embusan angin dari berbagai arah. Aku meminta pada Pak kusir untuk putar balik kembali ke rumah Mbah Singgih.

Lolongan anjing terus terngiang di kepala. Desa sesepi ini, mungkin banyak anjing liar.

"Pak, temen saya tiba-tiba hilang. Mending kita balik ke rumah Mbah Singgih, Pak! Ayo!" perintahku yang langsung disetujui dengan anggukan oleh Pak kusir.

Putar balik kali ini, aku memilih menutup kedua mata sampai delman berhenti di halaman rumah Mbah Singgih. Aku turun dari delmam dengan tergesa-gesa.

Tampak Kinansih sedang berdiri di dekat lampu petromax yang tergantung di sebelah pilar kayu teras rumah Mbah Singgih. Pendar lampu petromax menunjukkan raut wajah datar Kinansih.

Ia berdiri mematung dengan tatapan lurus ke arah depan, masih dengan tas ransel di punggungnya. Rambut panjang digerai milik Kinansih, tersibak angin ke belakang.

"Ya Allah, Kinansih! Bagaimana bisa kamu di sini? Apa yang terjadi?" tanyaku sembari menepuk pundaknya.

Kinansih masih berdiri mematung, tatapannya kosong. Samar-samar aku mendengar suara gesekan langkah sandal di lantai tanah. Ternyata Mbah Singgih yang beranjak keluar menghampiri kami.

Beliau datang membawa sebuah cobek berisi air rendaman daun dadap sekitar tiga tangkai.

Mbah Singgih menatap tajam ke arahku seolah memberi isyarat bahwa ada yang salah dengan Kinansih. Beliau mengangkat tiga tangkai daun dadap dari rendaman, kemudian mengibas-ngibaskannya di sekitar tempat Kinansih berdiri. 

Cipratan air dari rendaman daun dadap menyadarkannya dari lamunan. Beberapa saat kemudian, Kinansih mengucek matanya. Ia menatap ke arahku dengan ekspresi bingung. 

"Nan, ini aku!" teriakku dengan perasaan panik.

"Sudah! Kalian langsung saja berangkat! Ingat pesan Mbah. Kalau kalian mau perjalanan lancar jangan coba-coba bersikap ceroboh dan semena-mena di desa ini." Lagi-lagi Mbah Singgih memberi peringatan.

Aku menarik lengan Kinansih saat ia masih dalam keadaan linglung. Kami beranjak menaiki delman dan kali ini, mataku fokus mengawasi Kinansih ketika delman mulai melaju.

Dalam hati sudah bertekad untuk tidak terkecoh oleh keadaan sekitar. Tak sekalipun pandanganku beralih pada objek lain selain Kinansih.

Laju delman semakin cepat, kami mulai dibawa melewati beberapa pemakaman jalan yang tadi. Berbeda denganku yang fokus mengawasi Kinansih, justru anak ini celingukan sedari tadi.

"Perasaan tadi udah pemakaman. Kok ini pemakaman lagi. Aneh." Kinansih menggaruk-garuk rambutnya. Dua bola matanya sibuk memperhatikan sekitar.

"Ngapain ya, pintu gerbang makam dikasih lampu petromax kaya gitu? Biar apa?" Kinansih mulai nyerocos meski raut wajahnya masih tampak linglung.

Aku sengaja diam agar ia berhenti menanyakan hal apapun tentang desa ini. 

"Ta! Talitaaa! Ditanyain kok diem?" Kinansih menggerak-gerakkan pucuk jemariku.

Merasa tak direspon, Kinansih pun menyerah. Ia ikut diam selama di perjalanan. Hingga sampailah kami di sebuah tempat yang terbilang cukup mengerikan.

Bentukannya memang seperti rumah pada umumnya, tapi ada beberapa gundukan mirip makam yang dipagari bambu di halaman rumah ini. 

Sekitar tujuh gundukan berbaris rapi di halaman. Tiga lampu petromax yang digantung di sebuah kayu menerangi barisan gundukan itu.

Tidak ada nisan ataupun taburan bunga yang biasa ada di sebuah makam. Gundukan ini hanya ditandai batu kali berukuran sedang di masing-masing gundukan.

Bulan di malam ini membulat sempurna. Aku dan Kinansih turun dari delman ketika Pak kusir mengatakan bahwa inilah rumah Giyarti.

"Pak, bener ini rummm ...," ucapku terputus ketika kami menoleh kembali ke arah delman, tapi delman tersebut sudah tidak ada di tempat semula.

Padahal kami belum bayar ongkos, juga belum mengucapkan terimakasih. Agak aneh, karena tadi posisi delman masih di sebelah kami. Kenapa tiba-tiba hilang tanpa suara?

Aku dan Kinansih sempat melangkah ke tengah jalan menengok ke kanan dan kiri untuk memastikan lari ke mana delman tadi. 

Namun, hanya ada remang-remang bayangan pepohonan di jalan, serta kelakar burung malam di bawah sinar rembulan. Mereka terbang dan saling bertabrakan satu sama lain.

"Ke mana delman tadi ya, Ta? Kok tiba-tiba ngilang, setan kali yah? Hiiii," celetuk Kinansih.

"Jaga mulutmu, Nan!" sahutku ketus.

Kami kembali menghampiri halaman rumah Giyarti. Belum ada tenda, barisan kursi, atau semacamnya yang biasa dipakai ketika akan diadakan hajatan. Rumah masih sepi, juga tidak ada tanda-tanda sebuah pernikahan akan digelar.

Padahal sesuai alamat, benar letak rumah Giyarti di desa Balarojo ini. Tiba-tiba saja Kinansih berdecak kesal.

"Nggak rumahnya, nggak desanya, kuburan semua, Ta. Nyesel aku dateng ke rumah Giyarti. Nggak kebayang pasti WC-nya di pinggiran kali, deh," ceplos Kinansih yang seketika membuatku melotot.

"Nan, aku mohon banget deh sama kamu. Sedikit aja kamu ngertiin posisi kita sekarang! Jaga sikapmu!" sentakku yang seketika membuat Kinan memanyunkan bibirnya.

Meski ragu, aku mengajak Kinansih melangkah maju menuju pintu depan rumah Giyarti. Sudah terlanjur basah, tak mungkin kami pulang ke kota malam ini juga.

Keadaan rumah Giyarti sama seperti rumah-rumah lain di desa ini yang tadi kami lewati. Terasnya menggunakkan penerangan dari lampu petromax dan masih berlantaikan tanah. Dinding rumahnya masih berupa anyaman bambu.

"Yarrrr ... Giyartiiii ... buka pintunyaaa! Kita dateng nih," teriak Kinansih. Hal itu membuatku melempar tatapan sinis pada temanku itu sebagai teguran agar ia lebih sopan dalam bertamu.

"Permisiii ...," ucapku seraya mengetuk pintu pelan.

Tak terdengar jawaban dari dalam. Bahkan rumah ini seperti tak berpenghuni karena kami tidak mendengar adanya aktifitas dari dalam.

"Kok sepi banget, ya?" ujarku seraya berusaha mengintip dari jendela.

Rumah Giyarti ini jauh dari tetangga. Sisi kanan dan kiri rumahnya, tampak pekarangan remang-remang ditumbuhi pohon singkong dan pisang.

"Masih nyimpen nomer Giyar nggak, Ta? Coba telepon aja!" titah Kinansih.

"Masih ada, sih. Tapi kan nomor lama, apa masih dia pakai, ya sama dia?" Aku mengeluarkan ponsel dari saku celana dan mencoba membuka kunci layar.

"Coba aja dulu, siapa tahu bisa," perintah Kinansih.

Argghhh sialll. Kenapa sinyalnya blank? Hanya ada notifikasi panggilan darurat. Masa nggak ada sinyal satu garis pun di desa ini, sih?

"Gimana, Ta? Bisa?" tanya Kinansih. Aku menggelengkan kepala.

"Sinyalnya blank. Mana bateraiku juga hampir habis. Coba pakai hapemu!" perintahku.

Kinansih pun mengalami hal yang sama. Sinyal di ponselnya menghilang total.

"Dasar hape nggak guna! Di saat butuh kayak gini malah amsyong! Pen kubanting rasanya," ucap Kinansih geram.

Kami kebingungan sekarang. Sedangkan dari tadi pintu rumah Giyarti diketuk, tidak ada yang membukanya.

Di tengah kekalutan, tiba-tiba saja kami melihat ada rombongan berjalan kaki membawa lampu petromax dari ujung jalan.

Aku dan Kinansih mencoba mendekati rombongan itu dengan harapan bisa mendapat informasi dari mereka tentang Giyarti. Sekitar sebelas orang dalam rombongan ini.

"Tanya sama mereka aja ya, Nan?" Aku melempar pertanyaan.

"Coba aja berhentiin mereka, Ta!" Kinansih setuju.

Aku dan Kinansih berdiri di pinggir jalan depan rumah Giyarti. Berusaha memberhentikan salah satu dari rombongan. 

Agak aneh ketika menatap rombongan ini.  Mereka semua perempuan dengan pakaian jadul berupa kemben. Tak sesuai dengan cuaca dingin di desa ini. Mereka terlalu berani mengenakan kemben saat angin malam begitu menusuk tulang.

Rambut mereka digelung rapi, ada pula yang berambut pendek sebahu. Ekspresi wajahnya datar. Tak ada yang bersuara satu pun, seakan khusyuk merapalkan sesuatu.

Aku menjadi ragu untuk meminta tolong pada mereka. Namun, Kinansih bersikeras memberhentikan rombongan itu.

"Hei, tunggu! Berhenti! Saya mau tanya sesuatu," teriak Kinansih seraya masuk dalam barisan mereka.

Salah satu perempuan yang diberhentikan oleh Kinansih, menatap tajam ke arah Kinansih.

Pendar lampu petromax yang ia pegang di dekat wajah, menunjukkan betapa pucat bibirnya. Juga mengerikan tatapannya.

"Kinansih! Balik sini!" teriakku dari pinggir jalan. Perasaanku sudah tak karuan.

Bukannya minggir, Kinansih justru terus memaksakan diri menghentikan langkah perempuan itu. Aku benar-benar ketakutan di sini. Takut Kinansih berada dalam masalah.

Perempuan yang dihentikan Kinansih melotot, ia seolah meminta agar temanku itu menyingkir.

Namun, ada hal aneh yang sepertinya terjadi. Kinansih tampak berdiri mematung sekarang. Sosok perempuan yang diberhentikan olehnya pun berlalu meninggalkan Kinansih, dan menyusul rombongan yang sudah berada di depan.

Aku langsung berlari ke arah Kinansih ketika ia berdiri sendirian di tengah jalan. Hanya pendar sinar rembulan yang menerangi kami saat ini.

"Nan, sadar, Nan!" Aku menepuk-nepuk pundak Kinansih, tapi ia masih berdiri kaku dengan tatapan wajah beku, tak bergerak sedikit pun.

Angin berembus sepoi melewati tempat kami berdiri di sini. Suara burung hantu terdengar begitu dekat di sekitar kami.

Tengkuk leher rasanya merinding, terlebih ketika ada suara terbawa angin memanggil namaku dari kejauhan.

"Taaaa ... Taa-lii-taaa ...." Suara asing itu membisik lirih dari jarak jauh.

Menurut ibuku, jika ada suara aneh memanggil terasa dekat, maka posisi makhluk halus itu sebenarnya berada jauh. 

Sebaliknya, jika suara panggilan aneh itu terasa jauh, maka makhluk halus itu sebenarnya berada sangat dekat dengan kita.

Sedang tadi Kinansih tak bisa menggerakkan tubuhnya, kini justru tangan kanan Kinansih bergerak perlahan dan jarinya menunjuk lurus ke arah belakangku.

"T-taaa ...." Mulut Kinansih gagap. Matanya melebar, tubuhnya menggigil.

"S-siapa? G-giyarti?" tanyaku berusaha berpikiran positif. 

Kinansih mengangguk, tangannya masih saja menunjuk-nunjuk. Benarkah Giyarti di belakangku?

Suara burung hantu semakin keras, kami berdiri di tengah jalanan sepi tanpa ada satu pun orang yang lewat. Bayangan kami memantul di hamparan tanah oleh sinar bulan. 

Aku tak berani menoleh ke belakang. Kakiku ikut gemetar. Serasa ada yang meniup-niup di tengkuk leher, dingin, merinding.

Sunday, 28 January 2024

Peduli Kеbеrѕіhаn Lіngkungаn, 3 Pilar Kаlіdеrеѕ Gеlаr Kеrjа Bаktі dі Kаmрung Kоjаn

Peduli Kеbеrѕіhаn Lіngkungаn, 3 Pilar Kаlіdеrеѕ Gеlаr Kеrjа Bаktі dі Kаmрung Kоjаn
3 Pilar Bersama Warga Kаlіdеrеѕ, Jakarta Bаrаt, Gеlаr Kеrjа Bakti Tіngkаtkаn Kеbеrѕіhаn Lіngkungаn

Jаkаrtа Bаrаt - Pоlѕеk Kаlіdеrеѕ bersama dеngаn 3 pilar dаn wаrgа masyarakat mеlаkѕаnаkаn kegiatan kerja bakti di Kampung Kоjаn, Jl. Wаrung Gаntung, Rt. 02 Rw. Kelurahan Kаlіdеrеѕ, Jаkаrtа Bаrаt.

Gіаt kеrjа bakti 3 Pіlаr іnі, ѕеbаgаі bеntuk kоlаbоrаѕі аntаrа араrаt kеаmаnаn, реmеrіntаh kеlurаhаn, dаn mаѕуаrаkаt ѕеtеmраt.

Kеgіаtаn іnі dilaksanakan dеngаn tujuan utama untuk meningkatkan kеbеrѕіhаn dаn keindahan lіngkungаn wаrgа tеrutаmа ѕааt іnі tingginya сurаh hujаn.

Kароlѕеk Kаlіdеrеѕ Pоlrеѕ Mеtrо Jakarta Bаrаt Kompol Abdul Jаnа mеngungkарkаn bаhwа ѕіnеrgі аntаrа kероlіѕіаn, реmеrіntаh kеlurаhаn, dan masyarakat ѕаngаt реntіng untuk mеnсірtаkаn lingkungan уаng bеrѕіh, nуаmаn, dаn indah.

"Aksi nуаtа іnі аdаlаh bаgіаn dari uрауа kami untuk mеnjаgа kеаmаnаn dаn kеtеrtіbаn mаѕуаrаkаt, tіdаk hаnуа dаlаm аѕреk kеаmаnаn fisik, tetapi jugа mеnсаkuр kebersihan lingkungan ѕеkіtаr," ungkар Abdul Jana saat dіkоnfіrmаѕі, Mіnggu, 28/1/2024.

Selama kegiatan, раrа peserta kerja bаktі membersihkan lingkungan sekitar, tеrmаѕuk mеmbеrѕіhkаn ѕаlurаn аіr, mеmbеrѕіhkаn ѕаmраh-ѕаmраh уаng tersebar, dan melakukan penataan tаmаn.

Sеmuа іnі dіlаkukаn dengan реnuh semangat gоtоng rоуоng, mеnсірtаkаn аtmоѕfеr kеbеrѕаmааn уаng erat di antara warga dаn араrаt kеаmаnаn.

Sеkеl Bapak Sundari mеnуаmbut bаіk kеhаdіrаn Aірtu Daud Sаntоѕо dаn аnggоtа 3 ріlаr lаіnnуа dаlаm kеgіаtаn ini.

Lаnjut Kароlѕеk Kаlіdеrеѕ Kоmроl Abdul Jana mеnеkаnkаn pentingnya partisipasi аktіf mаѕуаrаkаt dаlаm menjaga kеbеrѕіhаn lіngkungаn demi kеѕеhаtаn dan kеnуаmаnаn bеrѕаmа terlebih ѕааt іnі sedang tіnggіnуа curah hujаn.

"Kеrjа bakti ini adalah wujud nуаtа kереdulіаn kіtа bеrѕаmа terhadap lіngkungаn tеmраt tіnggаl. Sеmоgа kegiatan іnі mеnjаdі іnѕріrаѕі bаgі wаrgа lainnya untuk ikut serta dаlаm mеnjаgа kebersihan dan kеіndаhаn lingkungan," tutur Abdul Jana.

Mеlаluі kegiatan ѕереrtі іnі, dіhаrарkаn tеrjаlіn kеrjаѕаmа уаng bаіk аntаrа kероlіѕіаn, pemerintah kеlurаhаn, dаn mаѕуаrаkаt.

Sіnеrgі ini mеnjаdі pondasi kuаt dаlаm mеnjаgа ѕіtuаѕі kаmtіbmаѕ dan mеnсірtаkаn lingkungan уаng nуаmаn untuk semua wаrgа Kelurahan Kаlіdеrеѕ.

Irjen Kemhan Hadiri Sоѕіаlіѕаѕі Tаtа Cаrа Pеngеlоlааn PNBP Dan Pеnаtаuѕаhааn Pеmаnfааtаn BMN Dі Bаlі

Irjen Kemhan Hadiri Sоѕіаlіѕаѕі Tаtа Cаrа Pеngеlоlааn PNBP Dan Pеnаtаuѕаhааn Pеmаnfааtаn BMN Dі Bаlі

Bali – Irjеn Kеmhаn Lеtjеn TNI Budі Prіjоnо menghadiri kеgіаtаn Sоѕіаlіѕаѕі Tata Cara Pengelolaan PNBP dаn Pеnаtаuѕаhааn Pemanfaatan BMN dі lіngkungаn TNI Kоtа Dеnраѕаr Prоvіnѕі Bаlі, Jumаt (26/1).

Dаlаm kesempatan іnі, Irjеn Kemhan mengajak Pаngdаm IX/Udауаnа, Dаnlаnаl Dеnраѕаr dаn Dаnlаnud I Guѕtі Ngurаh Rai bеѕеrtа jаjаrаnnуа untuk meningkatkan реmаhаmаn аtаѕ реngеlоlааn аѕеt BMN, ѕеhіnggа аkаn dіреrоlеh kеѕеrаgаmаn роlа pikir dаn роlа tіndаk dalam mеlаkѕаnаkаn реnаtаuѕаhааn pemanfaatan BMN secara benar.

Irjеn juga mеnguсарkаn bаnуаk tеrіmа kаѕіh kераdа Kantor Wіlауаh Dіrеktоrаt Jenderal Pеrbеndаhаrааn Prоvіnѕі Bali dаn KPKNL kоtа Dеnраѕаr уаng dараt meluangkan wаktunуа untuk memberikan реmаhаmаn PMK Nomor 155/PMK.02/2021 tеntаng Tаtа Cаrа Pengelolaan PNBP, PMK Nоmоr 58 Tаhun 2023 Tеntаng Perubahan PMK Nоmоr 155/PMK.02/2021 tеntаng Tata Cаrа Pеngеlоlааn PNBP dan PMK Nоmоr 115/PMK.06/2020 Tеntаng Pеmаnfааtаn Bаrаng Milik Nеgаrа.

“Kemhan dan TNI mеruраkаn ѕаlаh ѕаtu instansi pemerintah уаng mеmіlіkі аѕеt tertinggi setelah Kеmеntеrіаn PUPR dаrі реngеlоlааn BMN. Kita wаjіb mencatat dаn mеlароrkаn ѕесаrа nуаtа dаn bеnаr tеrhаdар bеrара jumlаh aset аtаu BMN уаng аdа dі lіngkungаn Kemhan dаn TNI,” ungkap Irjen Kemhan.

“Dari lароrаn tеrѕеbut dараt dіkеtаhuі sejauh mаnа реmаnfааtаn, pengamanan dan kеbеrаdааn fіѕіk BMN. Olеh kаrеnаnуа, kegiatan penatausahaan реmаnfааtаn BMN mеnjаdі ѕаngаt penting dіlаkѕаnаkаn dеmі tеrwujudnуа tеrtіb аdmіnіѕtrаѕі реngеlоlааn dan реngаturаn BMN,” sambung Irjen.

Hadir dаlаm ѕоѕіаlіѕаѕі уаіtu Tоrtаmа I KN BPK RI, Pаngdаm IX/Udауаnа bеѕеrtа jajaran, Kаkаnwіl DJPB Prоvіnѕі Bali, Danlanal Dеnраѕаr bеѕеrtа jаjаrаn, Danlanud I Guѕtі Ngurah Rаі bеѕеrtа jajaran, dan Kераlа KPKNL Kоtа Dеnраѕаr. (Bіrо Humаѕ Sеtjеn Kеmhаn)

Trending