Indramayu – Perjuangan panjang pemekaran Kabupaten Indramayu Barat (INBAR) akhirnya memasuki babak penting. Setelah melalui proses pengajuan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan melintasi beberapa periode kepemimpinan daerah tanpa kepastian, kini langkah nyata mulai terlihat melalui peresmian Tugu Titik 0 Kilometer calon ibu kota Kabupaten Indramayu Barat.
Momentum bersejarah ini terwujud di bawah kepemimpinan Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Wakil Bupati H. Syaefudin, dengan dukungan penuh Forum Silaturahmi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA INBAR). Tugu Titik 0 Km tersebut berdiri kokoh di Blok Harendong, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, dan diresmikan pada 22 November 2025.
Acara peresmian dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, unsur Forkopimda, para camat dan kuwu di wilayah Indramayu Barat, serta berbagai elemen pejuang pemekaran seperti PMIB, KORIB, SOIB, FASN INBAR, FOSMA INBAR, PPKIB, hingga relawan dan tim sukses Lucky–Syaefudin.
Secara administratif dan kewilayahan, calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Indramayu Barat mencakup 10 kecamatan dan 95 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 725.532 jiwa dan luas wilayah mencapai 927,26 km². Data tersebut menunjukkan kesiapan Indramayu Barat dari aspek demografis, geografis, dan administratif sebagai daerah otonomi baru. Peresmian ini dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa peresmian Tugu Titik 0 Km bukan sekadar simbol fisik, melainkan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pemekaran Indramayu Barat. Menurutnya, tugu tersebut menjadi simbol politik dan psikologis atas tekad bersama untuk mewujudkan INBAR.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi sebelum pemekaran resmi dilakukan. Pemerintah daerah, kata Lucky Hakim, akan mendorong pengembangan kawasan industri di wilayah Kecamatan Gantar, Sukra, Patrol, dan Kandanghaur sesuai dengan tata ruang yang telah ditetapkan, serta melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap.
Lebih lanjut, Lucky Hakim menegaskan bahwa pembangunan industri tidak akan mengesampingkan sektor pertanian. Pemerintah akan melakukan intensifikasi pertanian agar produktivitas meningkat. Sebagai contoh, lahan seluas 1 hektar di kawasan LP2B ditargetkan mampu menghasilkan padi hingga 12 ton, sehingga meski sebagian lahan dialokasikan untuk industri, hasil pertanian tetap meningkat.
Sementara itu, Ketua Umum FOSMA INBAR, H. Abdul Rohman, SE, menyampaikan bahwa peresmian Tugu Titik 0 Km merupakan hasil dari perjuangan panjang masyarakat Indramayu Barat sekaligus realisasi janji politik saat masa kampanye Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati H. Syaefudin atas komitmen dan dukungan nyata terhadap pemekaran Indramayu Barat. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh relawan serta Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB) yang konsisten menjaga semangat perjuangan.
Menurutnya, berdirinya Tugu Titik 0 Km menjadi penanda awal yang kuat dan penuh harapan. Ia berharap moratorium pemekaran daerah segera dicabut oleh pemerintah pusat sehingga Kabupaten Indramayu Barat dapat segera terwujud sebagai daerah otonomi baru dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Penulis: Thoha
Editor: Maz Friend
