Cerita ViralJual KambingMahasiswa CantikNews

Viral, Mahasiswi Cantik Penjual Kambing di Pasar Purwantoro Wonogiri

Darmaji Nss
25 Nov 2021, November 25, 2021
Last Updated 2021-11-28T05:24:45Z
Ben Apik Motor
Advertisement



Sumber gambar : [email protected]

Kabar Ngetren - Di Pasar Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah seorang Mahasiswa Cantik berjualan kambing viral di TikTok. Diketahui sosok wanita penjual kambing tersebut bernama Candra Dwi Febriani

 "Sehat terus, semoga lanjar rezekinya," tulis @Singo755. 
Candra Dwi Febriani, penjual kambing asal Wonogiri. Dalam artikel mengulas tentang kisah mahasiswi asal Wonogiri yang menjadi penjual kambing dan viral di media sosial, TikTok.(Tangkap layar akun TikTok @candradff)

Sosok Candra Dwi Febriani

Candra Dwi Febriani atau akrab disapa Yaya ini merupakan perempuan asal Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.

Ia menjadi mahasiswi semester tujuh jurusan Bahasa Indonesia salah satu universitas di Jakarta. Yaya adalah anak kedua dari dua bersaudara.

Dia dapat berjualan kambing karena sosok ayahnya yang sudah lebih dulu jadi belantik kambing dan sapi.

Ia ikut ayahnya berjualan kambing sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Hingga kini, ia bisa berjualan kambing sendiri selama masih belajar secara daring di Wonogiri.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Yaya mengatakan, jualan kambing ketika masa pandemi Covid-19. Tepatnya, setelah ditetapkan adanya pembelajaran secara daring.

"Semenjak kampus menetapkan jarak jauh, saya ke Wonogiri."

"Sekarang di Wonogiri, pekerjaannya jualan kambing saja, kalau Bapak jualannya kambing sama sapi," katanya kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut, Yaya mengungkapkan, bisa berjualan kambing karena belajar dari ayahnya.

"Awal mulanya, kan ayah saya pedagang kambing dan sapi sudah lama."

"Selama kuliah daring, merasa bosan mau ngapaian lagi, jadi ikut bapak jualan ke pasar," kata perempuan berusia 21 tahun ini.

Yaya berjualan kambing setiap lima hari sekali di Pasar Purwantoro, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Dalam sehari, kata Yaya, dapat menjual lima sampai tujuh ekor kambing. Ia dapat meraup untung Rp 100 ribu per ekornya.

Harus Bagi Waktu antara Kuliah dan Kerja. Selama bekerja jadi penjual kambing, Yaya harus bisa membagi waktunya.

Apalagi, terkadang waktu kuliahnya bertepatan dengan jadwal ke pasar kambing. Ia pun memastikan kuliahnya tidak tertinggal dan berusaha mengikuti kuliah secara daring.

"Pernah waktu itu (jadwal) ke pasanya bersamaan dengan kuliah. Jadi saya kuliah dulu, kalau masih ada waktu ke pasar," ungkap Yaya.

"Terkadang jadwalnya pukul 10.00 WIB, nanti ke pasar dulu, barulah ikut kuliah daring," imbuhnya. Yaya membahkan, harus pandai membagi waktunya agar kuliahnya tetap lancar.

Mengaku Senang Bisa Bantu Orang Tua

Berdasarkan keterangan Yaya, meski harus menyesuaikan waktu kuliah dan kerja, ia tetap senang bisa membantu meringankan beban orang tua.

Hasil jualan kambingnya, dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Rencana uangnya untuk keperluannya sehari-hari."

"Juga untuk mengurangi beban orang tua," ungkapnya. Ia menambahkan, akan tetap berjualan kambing selama kuliah secara daring.

Apalagi keluarganya mendukung apa yang dilakukan Yaya. "Keluarga mendukung, dari dulu sudah berkecimpung di dunia ini.

"Ya, alhamdulillah banyak yang komentar positif," ucap Yaya.

Suka Duka

Yaya menjelaskan, suka dan dukanya berjualan kambing. Dia merasa senang bisa membantu orang tuanya. "Sukanya dapat membantu orang tuanya."

"Sama bisa menghasilkan uang sendiri dan meringankan beban orang tua," ucapnya.

Di sisi lain, ia harus rela berpanas-panasan ketika jualan kambing. "Dukanya, rela kepasan karena di pasar, berdesak-desakan dengan kambing," jelasnya


(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)
Sumber: TribunSolo.com



Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Kisah Mahasiswi Cantik Jadi Penjual Kambing di Pasar Wonogiri, Manfaatkan Kuliah Masih Daring, https://tangerang.tribunnews.com/2021/11/24/kisah-mahasiswi-cantik-jadi-penjual-kambing-di-pasar-wonogiri-manfaatkan-kuliah-masih-daring?page=4.

TrendingMore